
"Ibu juga salah paham pada Nesa, ibu fikir Nesa yang tak bisa memberikan aku keturunan," Keluh Vino
Vicky bangkit dari duduknya, dia menghampiri Vino dan mengusap pundaknya adik tirinya itu
"Maafkan aku, aku tidak tahu"
"Tapi izinkan aku memberitahu kabar ini pada Nesa, Selena hanya dekat dengan Nesa, menurutku hanya Nesa yang dipercayai oleh Selena"
"Aku mohon" Sambungnya lagi pada Vino
"Aku akan bicarakan ini pada Nesa dulu, aku tidak bisa mengambil keputusan sekarang, dan aku harus pulang, aku takut Nesa menungguku terlalu lama, kau tahu dia selalu menungguku jika aku belum kembali kerumah"
"Dan kau harus berjanji padaku, kau akan mencegah Selena untuk menggugurkan kandungannya, bayi yang ada dirahimnya tidak berdosa ky"
"Iya aku janji, aku akan mengusahakan bila perlu menghalalkan segala cara untuk mencegahnya"
Vino tersenyum lalu berjalan keluar apartemen Vino dengan langkah gontai, disatu sisi dia bisa merasakan kebahagiaan Vicky tapi disatu sisi dia merasa hidupnyahancur
"Bukankah aku yang menginginkan anak, tapi kenapa kau memberi seseorang yang tak menginginkan anak, aku senang tapi aku sedih, aku sedih melihat istriku saat mendengar kabar ini"
"Argkkhh aku memang pria yang tak berguna! " Vino memukul stir mobil dengan kencang, di usapnya wajahnya dengan kasar
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Vino sampai dikediaman ibunya,
"Selamat malam Tuan" Ucap ketua pelayan yang memberi hormat
"Dimana istriku? "
"Ada didalam Tuan, Nona Nesa baru saja masuk kedalam kamarnya, mungkin lelah karena seharian bekerja lalu mengurus Nyonya Renata"
"Oh iya, tadi sekertaris Sean memberitahukan bahwa besok pagi, dirumah ini akan ada kedatangan perawat baru untuk nyonya"
"Benar, ya sudah bibi istirahat saja, aku akan pergi ke kamar"
"Terimakasih Tuan, dan selamat malam" Ucap ketua pelayan lalu pergi masuk kedalam kamar
Krek, pintu kamar terbuka, Vino langsung masuk dan meletakkan tas serta jasnya di sofa, dia mencari keberadaan istrinya
"Sayang" Panggil Vino sambil mencari ke seluruh sudut ruangan
"Iya by, aku berada di balkon! " Teriak Nesa dari balkon, dia sedang disibukan oleh pekerjaannya yang bermasalah
Vino berjalan dan duduk disamping istrinya yang sedang berkutat di laptopnya
"Ada apa? Apa ada masalah dengan pekerjaanmu? " Tanya Vino yang melihat istrinya sangat serius bekerja
"Iya by, aku kehilangan model yang profesional, padahal perusahaanku akan mengadakan pameran untuk memamerkan pakaian yang baru saja kita buat"
"Aku juga sedang menghubungi Selena, tapi dia susah dihubungi, dari kemarin aku tidak melihatnya di kantor, aku takut terjadi sesuatu padanya, karna terakhir kali aku bertemu dengannya wajahnya sangat pucat" Curhat Nesa sambil meminum tehnya
Vino terpaku, dia menatap wajah istrinya, disatu sisi dia tidak ingin melihat kesedihan dimata istrinya tapi disatu sisi dia juga tidak boleh egois,
"Sayang" Panggil Vino, dia mengambil cangkir teh yang di pegang Nesa, lalu menyeruputnya
"Ih hubby! Itu punyaku" Pekik Nesa sambil mengambil cangkir tehnya yang sudah kosong karna ulah suaminya
__ADS_1
"Hubby!!! "
"Hehe aku haus sayang,"
"Ada yang ingin aku bicarakan"
Melihat suaminya sangat serius, Nesa langsung menutup laptopnya lalu menatap wajah suaminya yang serius
"Ada apa by, apa kamu mempunyai masalah di kantormu? " Tanya Nesa
Vino menggelengkan kepalanya membuat Nesa semakin bingung
"Lalu? " Tanya Nesa kembali
"Lebih baik kamu cari model lainnya saja, aku akan bantu kamu mencari model, dan kemungkinan besar Selena akan berhenti menjadi model sementara waktu" Jawab Vino membuat Nesa terkejut,
"Ada apa? Selena baik-baik saja kan by?"
"Ceritakan yang sesungguhnya, cepat! " Desak Nesa
"Selena baik-baik saja, hanya saja dia-" Vino menggantungkan ucapannya, dia menatap istrinya yang sedang menatapnya
"Hanya saja apa by? Jangan buat aku penasaran! "
"Hanya saja, Selena, dia-"
"Dia?? "
"Selena hamil,"
"Anak siapa? Apa itu anak?? "
"Iya sayang, anak Vicky"
"Kenapa kabar bahagia ini kamu sembunyikan dariku by, aku harus mengucapkan selamat atas kehamilannya" Ucap Nesa sambil mengambil ponselnya dan mencari kontak Selena
"Jangan sayang, aku belum selesai bicara, letakan ponselmu"
Nesa menurut, dia meletakkan ponselnya "Kenapa by, ada apa? " Tanya Nesa
"Selena tidak menginginkan anaknya, dia mau menggugurkannya, "
"Aku mendapat informasi dari Vicky, dia memintaku untuk memberitahumu untuk membujuk Selena agar tidak menggugurkan kandungannya"
"Apa kak Vicky tidak mau mengakui kalau itu anaknya sehingga Selena mau menggugurkan kandungannya by? "
"Sayang, jangan berfikir seperti itu, Vicky mau bertanggungjawab atas perbuatannya, tapi Selena tetap bersikeras ingin mempertahankan karirnya,"
"Ta-tapi by, jika Selena mengundurkan diri, berarti dia harus membayar denda pinalti ke kantorku, dan itu nominalnya sangat besar by"
"Vicky yang akan membayarnya, sekarang yang dibutuhkan Vicky adalah menyakinkan Selena agar dia tidak menggugurkan kandungannya"
Nesa bangkit dari duduknya, dia berjalan menuju pembatas besi balkon dilihatnya bintang yang menghiasi malamnya
"By, jika Selena tidak menginginkan anaknya, kita bisa mengadopsinya bukan? " Tanya Nesa sambil menatap bintang dilangit
__ADS_1
"Aku terkadang merasa kesepian, melihat diluar sana banyak sekali keluarga bahagia, aku pernah melihat karyawanku, dia dijemput oleh anak dan suaminya, mereka sangat bahagia"
"Maafkan aku sayang, maafkan aku" Vino berjalan menghampiri istrinya, di peluknya istrinya dari belakang
"Maafkan aku sayang"
"Maaf kenapa by? Apa kamu membuat kesalahan? "
Vino memutar tubuh istrinya agar menghadapnya lalu memeluknya kembali
"Maaf karna aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu"
"Memangnya aku meminta apa" Tanya Nesa sambil membalas pelukan suaminya
"Aku tidak bisa memberimu anak"
"Aku bahagia hidup bersamamu, aku percaya suatu saat nanti kita akan ditakdirkan mempunyai keturunan, hanya kita harus menunggu waktu saja yang tepat by"
"Jangan bersedih, aku besok akan menemui selena dan membicarakan hal ini padanya,"
"Besok aku antar ke apartemen Vicky, sekarang kita tidur, hari sudah larut malam,"
"Ayo kita tidur"
.............
Matahari terbit menyinari bumi yang menembus jendela kaca kamar Vino, membuat pemilik kamar menggeliat karna sinar matahari yang menyinari wajahnya
"Emm" Nesa menutupi wajahnya yang terkena sinar matahari dengan selimutnya, rasanya dia sangat lelah
Cup
Kecupan mendarat dipipi dan kening Nesa,, membuat Nesa terkekeh geli karna sikap suaminya
"Sudah pagi, cepat mandi dan sarapan sayang" Vino mengecup beberapa kali pipi istrinya, wajah tanpa make up Nesa membuat Vino merasakan candu, tak ada jerawat atau flek hitam, justru Nesa semakin glowing dan bersih
"Hubby aku masih ngantuk, beri aku waktu 5 menit, semalam aku tidak bisa tidur" Keluh Nesa sambil menutup selimutnya sampai kepala
"Sayang bangun, atau kita akan bermain ranjang sekarang" Ancam Vino membuat Nesa mengibaskan selimutnya lalu bangkit dari tidurnya
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
......... #Happy Reading😘#........