Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 147-Makam


__ADS_3

"Nes, kau mau kemana malam-malam begini" Gumam Vino sambil mengendarai mobilnya


Tak terasa mobil Nesa semakin menjauh dari kota jakarta, membuat Vino tahu kemana istrinya akan pergi, dia mengendarai mobilnya kencang agar sejajar dengan mobil Nesa,


Setelah mobilnya sejajar dengan mobil istrinya, Vino membuka kaca mobil dan mengklakson istrinya "Sayang," Teriak Vino


Nesa menoleh lalu menambah kecepatannya lagi, lalu meninggalkan mobil Vino dibelakang


Tak ingin kehilangan istrinya, Vino semakin menancapkan gasnya dia berusaha mengejar istrinya yang sedang emosi.


1 jam sudah mereka berkeliaran di jalan dan kini mereka sudah di depan TPU desa A, Nesa segera membuka pintu mobilnya dan keluar


Saat Nesa hendak melangkah masuk kedalam makam, tangannya dicegah oleh tangan Vino "Hentikan sayang, ini sudah malam, didalam sangat gelap, jangan lakukan ini, aku mohon" Ucap Vino menarik istrinya kedalam pelukannya


"Lepasin aku! " Nesa mendorong tubuh Vino yang memeluknya


"Aku benci kamu! aku mau disini bersama Reza hiks.. hiks.. "


"Lebih baik kamu pergi dari sini! " Pekik Nesa yang diabaikan Vino


"Sayang, jangan masuk! apa kau tak takut hah! lihatlah, disana sangat gelap bagaimana jika ada orang yang mabuk atau hantu yang bergentayangan di pohon besar? ingat ini makam sayang" Lirih Vino sambil memegang pergelangan tangan istrinya, dia menyuruh istrinya menatap makam di depan sana, makam yang gelap, tak ada cahaya lampu yang meneranginya


Glek. Nesa membenarkan perkataan suaminya, dia melihat makam yang gelap tanpa lampu


Sepersekian detiknya dia menggelengkan kepalanya lalu melepaskan tangan kekar suaminya yang sedang menahan pergerakannya


"A-apa pedulimu? i-itu tidak menyeramkan" Ucapnya berbohong


"Dan mana ada hantu dizaman sekarang," Sambungnya lagi


Melihat perubahan ekspresi istrinya, Vino semakin gencar menakut-nakuti Nesa, dia menceritakan semua yang berbau horor pada istrinya


"Kau tahu sayang, jika kita mencium bau melati, berarti ada mahkluk lain yang sedang berada disekeliling kita, apa kau mau nanti di dalam sana kau mencium bau melati atau sejenisnya? "


"Kalau aku tidak mau, bagaimana jika hantu itu menginginkan nyawa kita sebagai tumbal"


"Menyeramkan bukan" Ucap Vino sambil terkikik di dalam hatinya saat melihat ekspresi Nesa yang ketakutan


"Hentikan Vin! jangan coba-coba menakuti aku! " Seru Nesa membuat Vino marah


"Aku suami kamu Nes! apa pantas seorang istri memanggil suaminya dengan sebutan itu hah! apalagi umurku lebih dewasa daripada kamu!" Tekan Vino

__ADS_1


"Ya sudah! kalau kamu memang masih mau masuk kedalam makam itu dan menemui Reza! silahkan! aku akan pulang! "


"Siapkan nyalimu untuk bertemu dengan seluruh penghuni makam ini" Jawab Vino sambil berjalan menuju mobilnya,


Melihat suaminya sudah pergi menjauh, tubuh Nesa menjadi merinding, hawa dingin dan pemandangan makam yang gelap membuat nyali Nesa menciut, apalagi dia baru saja mendengar cerita suaminya tentang hantu


Tak sengaja Nesa melirik pada pohon yang besar, dia melihat daun pohon yang bergerak sendiri tanpa angin


"Hii" bulu kuduk Nesa berdiri, dia langsung berbalik dan mengejar Vino


"A-aku takut by" Nesa memeluk suaminya dari belakang "Aku takut, pohonnya bergerak sendiri" Ucapnya lagi


Vino tersenyum, dia memutar tubuhnya lalu memeluk istrinya "Ada aku, jangan takut" Jawab Vino sambil mengecup pucuk kepala Nesa


Nesa yang tersadar dengan sikapnya pun melepas pelukannya, "Jangan cari kesempatan dalam kesempitan ya! aku masih marah dan benci padamu! " Ketus Nesa yang berjalan meninggalkan Vino, dia masuk kedalam mobilnya dan menancap gas


"Huh! baru saja damai udah ribut lagi" Gumam Vino yang berjalan masuk kedalam mobilnya dan mengejar istrinya


Melihat istrinya kembali kerumah membuat hati Vino lega, dia baru bisa menghembuskan nafas leganya


"Akhirnya Nesa pulang kerumah juga" Ujar Vino yang melihat mobil Nesa masuk kedalam halaman rumahnya, seketika mobil Vino pun masuk kedalam rumah juga


Di dalam rumah, Selena sedang uring-uringan dengan kepergian Nesa dan Vino, dia tak menyangka kejujurannya akan membawa masalah baru lagi


"Maafkan aku Nes, aku khilaf" Ucap Selena yang hampir bersujud di kaki Nesa


"Berdirilah" Nesa menyuruh Selena berdiri, lalu Selena menuruti perintahnya


"Ini bukan salahmu, ini masalalu kalian, tidak seharusnya aku mengungkitnya" Sambungnya lagi


"Tapi Nes"


"Hustt sudah tak apa, kembalilah ke kamarmu, aku juga mau ke kamarku, hari sudah larut, jangan tinggalkan Revan sendiri di kamar"


"Baiklah, terimakasih Nes"


"Hemm sama-sama" Jawab Nesa yang berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Saat sudah di dalam kamarnya, Nesa segera mengemasi barang-barang miliknya, dia memasukan sebagian pakaiannya kedalam koper kecil miliknya membuat Vino yang baru masuk terkejut dengan ulah istrinya


"Sayang, apa yang kamu lakukan, dan semua ini mau di bawa kemana? " Tanya Vino saat istrinya memasukkan pakaiannya kedalam koper

__ADS_1


"Sayang" Ucap Vino kembali saat tak istrinya mengabaikannya


"Aku harus pergi dari sini, berikan aku waktu untuk bisa menerima semuanya, aku masih shock"


"Tapi kamu mau pergi kemana sayang,"


"Aku ikut ya" Tanya Vino


Nesa menghentikan aktivitas mengemas barangnya, dia menatap suaminya yang sedang menatapnya "Lebih baik kamu disini saja menemani Selena, aku hanya sebentar, jika suasana hatiku sudah kembali seperti semula, aku akan kembali"


"Kau sama saja membuka ruang untukku dan Selena Nes! " Bentak Vino yang tak sengaja, membuat Nesa mematung


Nesa tersenyum tipis "Biarkan saja, aku akan menerima jika kamu mencintai Selena kembali, dan jika itu terjadi bicaralah padaku, aku akan melepasmu! " Ucap Nesa langsung menyeret kopernya dan keluar dari kamarnya


Vino tak berniat mengejar istrinya, dia duduk sambil mengusap wajahnya kasar


Arrggkkhhh Teriak Vino frustasi, kamar yang baru saja dibersihkan bibi kini sudah berantakan kembali karna ulah Vino


"Aku mencintai kamu Nes"


"Bagaimana bisa aku membuka hatiku untuk wanita lain, kenapa sikapmu berubah seperti ini"


Di luar dekat mobil, Nesa sekali lagi memandang rumah Vino, dia berharap suaminya akan menahan kepergiannya tapi itu hanya angan-angan saja, Vino tak mengejarnya


"Aku sudah membuka ruang untuk kalian, jika kalian berjodoh maka aku akan merestuinya dengan berat hati" Gumam Nesa sambil memasukan kopernya ke kursi mobil belakang dan memutar tubuhnya lalu masuk kedalam bangku kemudi


Vino melihat dari kaca jendela mobil istrinya sudah pergi meninggalkan halaman rumahnya,


"Bukannya aku tidak ingin mencegah kepergianmu, tapi aku ingin hati dan pikiranmu tenang dulu, baru kita bicarakan ini semua sayang"


"Beruntung aku sudah memasang GPS di mobilmu, jadi aku tahu kemana kamu pergi" Sambungnya lagi sambil menutup tirai dan mengecek pergerakan mobil istrinya di ponselnya


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, b

__ADS_1


vote dan hadiah🎁)


...... #Happy Reading😘#.....


__ADS_2