
.................
Hari ini adalah hari yang paling mengesalkan bagi Renata, setelah pertemuannya dengan Selena moodnya tiba-tiba hancur, bagaimana tidak hancur, Selena sudah berubah dia tidak mau mempertahankan Vino kembali.
"Ah sama saja, aku tidak bisa mengandalkan wanita itu lagi,.." Gumam Renata yang melemparkan tasnya ke sofa, lalu dia berjalan dan duduk diujung kasurnya
"Aku harus pisahkan gadis itu dengan putraku, aku menginginkan seorang cucu, aku sudah sabar menunggu selama 1 tahun, kesabaranku sudah habis.. "
"Tapi, bagaimana caranya.. " Renata bangkit lalu berjalan mondar mandir memikirkan cara agar anaknya cepat berpisah
"Kalau aku jebak gadis itu akan cukup menarik, tapi sekarang sifatnya sudah berubah, kepintarannya juga tidak bisa di ragukan lagi, apa aku bisa menggunakan cara kuno ini,.. "
"Oh ya, aku dengar lusa Vino akan pergi ke negara B untuk melihat perusahaannya, ini bisa aku manfaatkan.. " Renata tersenyum licik
Setelah merencanakan sebuah rencana, Renata segera pergi kedalam kamar mandi dan tidur dengan membawa sejuta rencana yang belum bisa dipastikan keberhasilannya
Pagi telah tiba, semua orang sudah terbangun dari tidurnya dan bersiap-siap untuk melakukan aktivitas kesehariannya, begitu juga dengan pasangan suami istri yang sedang memadu kasih di kamarnya,
"Hubby, mau sampai kapan kamu menciumiku seperti ini,.. " Kesal Nesa karna sedari tadi suaminya memeluk dan menciumnya
"Sampai aku puas sayang.. "
Cup, Cup, Cup
"By, tubuhku sakit... " Ucapan Nesa membuat tangan Vino melepaskan pelukannya,
"Maaf sayang, maafkan aku.. "
"Aku akan memaafkanmu tapi ada satu syarat.. " Nesa tersenyum saat ucapan syarat terucap dibibirnya,
"Apa itu?? "
"Emm ajak aku jalan-jalan keliling kota agar kita mempunyai kenangan.. "
"Kapan? bukankah kamu sibuk mengurus produk baru yang akan diluncurkan bulan ini?
"Hanya sekali aku tidak ingin sibuk di kantor by.. "
"Maukan, ajak aku jalan-jalan.. " Nesa memohon dia mengatupkan kedua tangannya di dada, pipinya dikembungkan agar wajahnya terlihat imut di depan suaminya
"Emm bagaimana ya.. " Vino berpura-pura berfikir, dia sesekali melirik wajah istrinya yang seperti anak kecil meminta mainan
"Hubby!! "
"Hahaha,boleh, hari ini kita berdua harus pulang lebih awal dan kita akan berjalan-jalan mengelilingi kota sebelum aku pergi.. "
"Yeay makasih hubby.. " Nesa mencium sekilas bibir suaminya
"Yuk mandi bersama.. " Ucap Vino yang diangguki Nesa
Kemudian mereka berdua turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi, kini Nesa sudah tidak canggung lagi jika mandi bersama dengan Vino,
Setelah selesai di ritual mandinya, mereka berjalan ke ruangan pakaian, tak segan-segan mereka berdebat masalah pakaian
"Yang ini saja hubby.. " Ucap Nesa memegang kemeja berwarna mocca..
__ADS_1
"Emm jelek sayang, bagaimana kalau yang hitam saja.. " Tawar Vino yang memeluk istrinya dari belakang
"Emm sudah sering memakai hitam, gantilah dengan ini by.. "
"Nanti aku pakai yang ini juga, biar couple.. " Sambung Nesa yang menunjukkan dress berlengan pendek berwarna mocca
"Aku takut kamu masuk angin jika menggunakan dress itu sayang.. " Vino melepaskan pelukannya lalu mengambil dress berwarna maroon berlengan panjang
"Hubby, aku akan menutupi dengan blazer, kalau aku pakai yang maroon tidak akan bagus,.. "
"Sayang, ini bagus untukmu.. "
"Ya sudah, aku marah, jika kamu masih memaksaku untuk memakai dress itu.. "
Jurus andalan Nesa dikeluarkan, daripada dia menuruti perintah suami yang begitu sensitif, sudah sering dia menuruti suami dalam berpakaian,
"Baik, baik kali ini aku akan menurut, tapi jangan marah.. "
"Okeh, cepat pakai ini, lalu kita turun, pasti ibu sudah menunggu.. "
Vino menganggukan kepalanya, mereka segera bersiap-siap, Vino yang sudah selesai pun membantu sang istri mengeringkan rambut yang setengah basah, dan Nesa merias dirinya dengan natural.
"Jangan terlalu tebal, bila perlu tidak usah berdandan.. " Sindir Vino yang melihat istrinya berdandan dari pantulan cermin
"Tidak, coba lihat, apa make up ku terlalu tebal?? "
Vino melihat dan mengamati dari cermin, dia bisa melihat istrinya yang sudah cantik dengan balutan make up tipis.
"Sudah, lain kali kamu bisa membeli lipstik yang berwarna gelap, agar tidak mencolok di mata orang.. "
"Sudah rapih, ayo kita turun,.. "
Mereka turun dan menuju ke meja makan, dia bisa melihat Renata sudah duduk
"Hubby aku mohon perbaiki hubungan kalian, ini sudah 1 tahun kamu bersikap dingin dengan ibu dan Ayah.. " Ucap Nesa setengah berbisik lalu menggandeng lengan suaminya dan turun dari tangga
"Jangan pikirkan dia, dia tidak akan memikirkanmu sayang.. "
"Selalu saja berbicara seperti itu.. "
Setelah sampai di meja makan, Nesa dan Vino mendudukan dirinya di kursi masing-masing, Nesa juga tidak lupa untuk mengambilkan makanan suaminya
"Aku dan istriku akan pindah esok.. " Kata-kata Vino mampu membuat Renata melototkan matanya
"Vin, ibu tidak setuju,.. "
"Saya tidak peduli itu, saya hanya memberitahu anda dan tidak menyuruh anda mengeluarkan pendapat anda.. " Kata-kata Vino mampu membuat Renata marah
Dibantingnya garpu dan sendok yang di genggamnya, dia sangat marah dan kecewa pada putranya.
"Ibu mohon jangan pindah, Nes bantu bicara dengan suamimu, kalian harus tetap tinggal disini bersama ibu.. " Ucap Renata langsung meninggalkan meja makan dengan kesal.
"Hubby jika ingin berbicara masalah ini, tolong selepas selesai sarapan, jika seperti ini ibu pasti kelaparan.. "
"Lebih baik kamu duduk dan makan, jangan pikirkan dia, jika sudah lapar dia pasti sarapan.. "
__ADS_1
..........
"Vicky sampai kapan kamu tinggal disini sendirian.. "
"-_-" Vicky hanya memakan sarapan paginya, suasana hatinya sudah tidak bisa ditebak karna kedatangan Rayhan pagi buta
"Vicky! Ayah sedang berbicara!! "
"Maaf saya harus pergi,.. " Vicky bangkit merapihkan jasnya, lalu mengambil tas kerjanya, dia keluar dari apartemen dan mengabaikan perkataan Rayhan
Setelah keluar dari apartemennya, dia bertemu dengan sekertarisnya yang sedang melangkah menujunya
"Rain, kita pergi ke desa A untuk mengecek proyek itu.. "
"Ini masih pagi, bahkan ini baru jam 7, apa kita akan kesana sekarang, aku belum sempat sarapan.. " Rain memasang wajah melasnya agar mendapat keringanan dari boss sekaligus sahabatnya itu
"Kau bisa membeli roti dan memakannya di jalan, biar aku saja yang menyetir.. "
"Ah itu ide yang bagus,.. "
Setelah masuk kedalam mobil, Vicky segera menyalakan mesin dan mobilnya berjalan membelah kota jakarta, butuh waktu 2 jam untuk sampai ke desa A
"Ada apa denganmu?? " Tanya Rain yang memakan rotinya
"-_-"
"Ky, jika ada masalah jangan seperti ini, kau bisa membunuhku!! " Rain berteriak, makanan yang berada di dalam mulutnya tercecer dimana-mana
"Tidak ada masalah, aku hanya ingin sampai lebih cepat.. "
"Dan bersihkan sisa makananmu yang tercecer di baju dan mobilku... "Ucap Vicky yang masih fokus memandang jalan
Beberapa menit yang lalu
" Untuk apa anda datang? " Tanya Vicky yang menyuruh Rayhan masuk kedalam apartemennya
"Ayah rindu padamu nak, beberapa bulan ini kamu tidak pulang kerumah.. "
Vicky tersenyum tipis, lalu berjalan ke meja makan dan melahap sarapan paginya yang dia buat sendiri
"Tidak usah bertele-tele, katakan saja tujuan awal anda datang.. "
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ #Happy Reading😘#.......