
"Rasanya aku lelah, percuma saja aku menyewa mahal preman itu tapi tak ada gunanya! " Gumam Rayhan sambil berjalan lalu duduk dikursi kebesarannya, sesekali dia meminjat pelipisnya
...........
Hari telah berganti, waktu terasa begitu cepat, dan hari ini adalah hari dimana swalayan di desa A akan dibuka, walaupun banyak klien yang menganggap perusahaan Vicky tidak berkompeten tapi Vicky mengabaikannya, dia menutup rapat telinganya
"Bagaimana? apa sudah siap? " Tanya Vicky pada sekertarisnya Rain
"Aku mau kau perketat penjagaan," Sambungnya lagi
"Sudah ky, sudah aman semua, aku sudah menaruh beberapa anak buahku disini"
"Dan dimana kamu menyembunyikan istri dan anakmu?" Tanya Rain sambil melirik kanan kiri mencari keberadaan Selena
"Aku menyuruh menunggunya di mobil, aku tidak bisa membawanya kemari, ada Ayah disini" Bisik Vicky yang diangguki Rain
Setelah pembukaan swalayan di gelar dengan meriah, Vicky yang baru saja menyampaikan pidato dan potong pita pun segera pamit
"Maaf semua, karna saya ada urusan mendadak, jadi saya serahkan semuanya pada sekertaris saya Rain"
"Rain, kau bisa maju? " Ucap Vicky membuat Rain melirik Rayhan yang terkena emosi dadakan
Rain maju kedepan dan membisikkan sesuatu pada Vicky membuat Vicky tak sengaja menatap Rayhan yang terlihat kesal dan marah
"Biarkan saja Rain, aku harus pergi, istriku sudah menungguku" Ucap Vicky yang berbisik di telinga Rain
Setelah melihat putranya turun dari panggung, Rayhan menyeret lalu membawa keluar Vicky, amarahnya sudah tidak bisa di tahan lagi
"Apa-apaan! kau mau mengacaukan pembukaan swalayan ini ha! ingat sekarang banyak klien yang tidak mempercayaimu lagi karna kerjamu yang tidak berkompeten dan bertanggungjawab, seharusnya kamu bisa bersikap sopan di depan klien bukan seperti tadi! "
"Kamu sudah mengecewakan Ayah! " Sambungnya lagi
"Maaf Yah, aku harus pergi, jika Ayah mau marah-marah, lewat telfon atau pesan saja" Vicky langsung berlari menuju mobilnya, Rayhan bisa melihat Vicky melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, beruntung Selena menunduk saat Vicky masuk kedalam mobil sehingga Rayhan tidak bisa melihatnya
"Apa masih panas? " Tanya Vicky cemas, karna semalaman baby R terus menangis dan suhu badanya sangat panas, membuat Vicky tak tenang saat pembukaan swalayan, dia sudah bicara dengan Rain, tapi Rain menolak mentah-mentah jika pembukaan ini ditunda karna persiapan sudah 100% selesai dan undangan juga sudah disebar
__ADS_1
"Masih ky, aku takut, dari tadi nangis terus," Keluh Selena sambil mengayunkan tubuh putranya agar segera diam tidak menangis
"Kasih ASI, mungkin dia haus"
"Udah, tapi tetep aja dia gak mau, bahkan ASI ku hanya keluar sedikit" Selena semakin frustasi, tanpa terasa dia menitikan air matanya,
"Aku cape ky, aku- aku ternyata belum siap mempunyai anak" Isak tangis Selena terdengar sampai telinga Vicky membuat Vicky menepikan mobilnya di pinggir jalan
Menghadapi Selena memang tidak mudah, walaupun mereka berbeda umur beberapa tahun, tapi sikap Selena seperti sikap Nesa, kemewahan yang diberikan orang tua Selena membuat dia seperti anak kecil yang hanya bisa mengandalkan orang tuanya, dan sekarang dia sudah diusir dan dibuang oleh orang tuanya
"Sel, jangan nangis, kalau kalian nangis terus, aku bisa-bisa nabrak" Ucap Vicky yang langsung memeluk istrinya
"Aku gak sanggup ky, aku kasihan dengan anakku, tapi aku juga cape, semenjak Revan datang dikehidupan kita, tidurku tidak teratur bahkan aku bisa tidak tidur semalaman, aku gak kuat ky hiks.. hiks.. "
"Lihat! baru beberapa hari, tubuhku sudah kurus, kantung mata sudah terlihat,"
"Apalagi kalau mandi, rasanya baru aku berendam merilekskan pikiran dan tubuh yang lelah, baby Revan sudah menangis mencariku, aku gak sanggup ky, aku belum siap"
Mendengar semua curhatan istrinya, Vicky menjadi iba, dia mengelus punggung istrinya agar tenang
"Siap tidak siap Sel, nasi sudah menjadi bubur, mungkin kamu belum bisa beradaptasi dengan keadaan yang sekarang," Ucap Vicky
"Sel! aku tidak merasa terganggu, bukankah ini sangat menyenangkan, kita bisa melihat pertumbuhan anak kita,"
"Iya aku tahu kamu lelah, cape, tapi ini kodrat seorang istri, banyak diluar sana yang menginginkan sosok anak tapi belum dikabulkan oleh Tuhan,"
"Kita seharusnya bersyukur, karna Tuhan memberikan bayi tampan ini dengan cepat"
Selena melepaskan pelukan Vicky, dia menghapus air matanya dengan satu tangannya yang kosong "Lalu? apa aku harus bersembunyi terus ky? sampai kapan aku harus bersembunyi, aku ini istrimu bukan simpananmu"
"Aku merasa seperti simpananmu yang selalu bersembunyi saat ada Ayahmu, dia juga berhak tahu, bahwa kita sudah menikah dan mempunyai anak, sampai kapan kita merahasiakan ini semua? aku takut jika anak kita besar, Ayahmu tidak mengakuinya sebagai cucunya"
Degg..
Ucapan Selena membuat Vicky mematung, dia mencerna setiap ucapan yang dilontarkan istrinya
__ADS_1
"Ky jawab! " Desak Selena lagi sambil mengayunkan bayinya, di tempelkan punggung tangannya ke kening bayinya
"Ky cepat!! panasnya semakin bertambah, aku takut! " Ucap Selena membuyarkan lamunan Vicky, segera dia menancap gas mobilnya
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka tiba dirumah sakit walaupun ditengah perjalanan Vicky selalu mendapatkan cacian dan umpatan dari pengendara lainnya karna Vicky selalu menerobos lalu lintas dan sempat dikejar polisi, beruntung Vicky bisa mengelabui polisi itu, jadi mereka bisa cepat membawa putranya kerumah sakit
"Sus! cepat tolong anak saya! " Ucap Vicky saat melihat suster rumah sakit lewat
Segera suster membawa baby R kedalam ruangan pemeriksaan untuk diperiksa oleh dokter anak,
"Bagaimana dok? " Tanya Vicky dan Selena bersamaan saat dokter selesai memeriksa putranya
"Anak ibu tidak apa-apa, dia hanya demam biasa, apa ibu tidak memberikan ASI yang cukup untuk anak ibu? " Tanya dokter yang menangani baby R
"Emm akhir-akhir ini ASI ku hanya keluar sedikit dok, aku juga bingung kenapa bisa seperti ini, padahal setiap hari aku rutin makan sayur dan buah-buahan"
"Ibu, apa ibu sedang mempunyai masalah? karna bisa jadi ibu sedang stres memikirkan masalah yang berat, dan itu mempengaruhi ASI ibu, dan untuk bapak! "
"Lebih baik jangan membuat istri bapak menahan beban banyak" Ucap dokter membuat Vicky menganggukan kepalanya
"Baik dok terimakasih, apa anak saya sudah boleh pulang atau harus diinapkan disini dok? " Tanya Vicky sambil menatap putranya sesekali dia mencium kening mungil putranya
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.......