
"Tidak ada bantahan, ayo kita pulang" Dokter rezki menggenggam tangan Bella, dia berjalan dengan sesekali bercerita.
"Dokter aku malu, jangan seperti ini, nanti aku dikira pelakor lagi" Kesal Bella sambil berjalan terpaksa karna tanganya digenggam oleh dokter rezki, dokter kepercayaan kakanya Alex
"Dimana rumahmu, biar aku antar sampai kedepan rumah" Ucap rezki saat sudah berada di dalam mobilnya
"Emm, aku tidak mungkin diantar oleh dokter, aku takut Ayahku khawatir, aku bilang ke Ayah ku jika aku sedang berlibur di luar negri untuk mencari kakaku, lebih baik turunkan aku di depan dekat perumahan rumahku, "
rezki tersenyum, dia menganggukan kepalanya, cukup hening tak ada yang berbicara, hanya bunyi kendaraan disekelilingnya yang mengisi suasana
Setelah memakan waktu 15 menit, akhirnya mereka sudah sampai di depan rumah Bella, Bella mengucapkan terimakasih lalu keluar dari mobil dokter rezki, tapi tiba-tiba matanya membulat saat dokter rezki keluar dari mobil,
"Kenapa dokter ikut turun juga, nanti aku bicara pada Ayah bagaimana! " Kesal Bella yang mendorong dokter rezki masuk kedalam mobil
"Hei tidak sopan, aku sudah melepas jas kedokteranku dan Ayah mu pasti tidak akan tahu jika aku seorang dokter, lihatlah pakaianku"
"Ah sama saja dok, lebih baik dokter pergi"
Rico yang mendengar keributan dari luar rumah pun segera melihat luar rumah,
"Bella, kau sudah pulang sayang, bagaimana liburanmu apa menyenangkan,," Ucap Rico memeluk anak kesayangannya
"Siapa dia? apa kau berlibur lalu pulang membawa kekasihmu? "
"Ayah bangga denganmu nak, karna kamu sudah bisa melupakan Vino"
"Ayah, dia bu-" Ucapan Bella terputus saat dokter rezki memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Bella, dia semakin kesal
"Hai om, perkenalkan saya Rezki kekasih Bella"
"Apa! bagaimana bisa dia mengaku menjadi kekasihku, aku hanya mencintai Vino" Gumam Bella dari dalam hati, dia melototkan matanya tidak suka kepada rezki, rezki yang ditatap hanya tersenyum
"Ayo masuk sayang, dan bawa kekasihmu ke dalam, Ayah ingin mengenal dia lebih dalam" Ucap Rico yang berjalan memasuki rumahnya duluan
"Kenapa dokter mengaku menjadi kekasih saya! saya sudah bercerita kepada dokter bahwa saya menyukai seseorang dan itu bukan dokter! " Ucap Bella yang menahan langkah dokter rezki yang mau memasuki rumahnya
"Sebaiknya mulai sekarang jangan panggil aku dokter, atau Ayahmu akan curiga dengamu"
"Dan sekarang lebih baik kita masuk kedalam, Ayahmu pasti curiga jika kita tidak segera masuk kedalam" Ucap rezki menggenggam tangan Bella lalu berjalan memasuki rumah Bella, Bella hanya berjalan dengan pikiran kemana-mana
"Aku pikir kaka memilihka dokter terbaik, tapi aku salah, kaka memilihkan dokter terburuk dan tergila" Gumam Bella yang masih bisa di dengar oleh rezki, Bella memang sengaja berbicara seperti itu agar pria disampingnya merasa tersinggung, alih-alih tersinggung justru rezki tertawa saat mendengar ucapan Bella
"Kenapa kau tertawa! apa ucapanku lucu,! " Tanya Bella
__ADS_1
"Sangat lucu Bel, kau sudah menyindir orang di hadapannya hahaha"
"Seharusnya kamu marah, dan pergi bukannya tertawa tidak jelas! "
"Kemarilah sayang, dan ajak kekasihmu untuk duduk disini, Ayah sudah memerintahkan bibi untuk menyiapkan makan siang" Ucap Rico menepuk tempat duduk disampingnya
Bella menurut, dia duduk disamping Ayahnya lalu diikuti oleh rezki duduk dihadapan Rico Ayah Bella
"Ayah tidak perlu repot-repot, dia hanya sebentar, ya kan Rez! " Ucap Bella penuh penekanan
"Jangan sungkan-sungkan, kau tahu Bella tidak pernah membawa seorang pria kedalam rumah ini, dan kau pertama pria yang dibawa anakku,"
"Apa pekerjaanmu nak Rezki? " Tanya Rico yang tersenyum ramah
"Pekerjaan saya dokter psikolog om, maaf jika kehadiran saya membuat om terkejut"
"Dan saya merasa bangga sekali, saya merasa pria paling dicintai oleh anak om, karna anak om sudah mau memperkenalkan saya pada om" Jawab rezki dengan tersenyum menatap Bella
"Sungguh dokter gila! aku harus sampaikan ini pada kak Alex" Gumam Bella dari dalam hati
"Ayah aku masuk ke kamar dulu, aku capek habis berlibur" Bella berdiri dari duduknya tapi tangannya di genggam oleh sang Ayah, Rico memberi kode agar Bella duduk kembali
"Ayah akan pergi, Ayah tahu kau membutuhkan waktu untuk berdua kan? "
"Ayah, dia bu-"
"Maaf om, saya saja yang pergi, sekali lagi saya meminta maaf pada om, "
"Oh iya sayang, maafkan kekasihmu ini karna tak bisa berlama-lama berkunjung kerumahmu," Ucap rezki yang membuat Bella ingin muntah
"Sayang! sayang pala loe peang! " gerutu Bella dengan suara lirih
"Tapi Ayah sudah meminta bibi untuk memasak makan siang, tunggulah sebentar, lagipula ini hampir jam makan siang" Cegah Rico saat rezki ingin bangkit
"Baiklah jika om memaksa, saya akan disini menunggu makan siang"
"Sekali lagi saya meminta maaf om karna sudah merepotkan om"
"Jangan panggil om, panggil Ayah juga, karna Ayah tahu jika Bella serius dengan seorang pria pasti dia akan membawanya kerumah dan memperkenalkan pada Ayah"
"Ba-baik Ayah" Jawab rezki tersnyum menatap Bella yang menahan kesal
.............
__ADS_1
"Aku akan melangsungkan pembukaan swalayan di desa A, dan kau harus datang, aku ingin kau menyaksikan pembukaan itu"
"Ajak juga istrimu" Ucap Vicky disambungan telfonnya
"Aku harus menjaga ibuku, aku tidak bisa meninggalkannya berlama-lama,"
"Bukankah kau sudah pindah ke apartemen mu? kenapa kau harus menjaga ibumu? "
"Aku dan Nesa sudah sepakat akan merawat ibu sampai keadannya benar-benar pulih, dan sekarang ibu juga tidak bisa menyakiti Nesa,"
"Nesa pun menyetujuinya"
"Haduh, kau harus bersyukur mempunyai istri seperti Nesa, walaupun sudah dihina dan tidak dianggap oleh ibumu, dia masih mau bertahan dan merawat ibumu dalam keadaan ibumu yang seperti itu"
"Iya kau benar, ya sudah aku harus membereskan perlengkapan"
"Aku akan usahakan datang ke acara pembukaan itu"
"Oh iya, apa Ayah diundang juga? " Tanya Vino yang tiba-tiba mencemaskan istrinya
"Kemungkinan dia akan datang, karna sekertarisku sudah mengirim undangan untuknya, memang ada apa?? " Tanya Vicky yang mendengar nada kegelisahan pada Vino
"Kau kan tahu, Ayah sekarang membenci Nesa, aku tidak mau ada keributan lalu menghambat acaramu, "
"Tidak akan, aku akan usahakan tidak akan terjadi, lagipula Ayah masih waras, dia tidak akan membuat keributan di tempat umum, aku tunggu, aku sudah mengirimkan tanggal dan letak swalayan itu"
"Hemm baiklah, aku akan bicarakan ini pada istriku"
Setelah panggilan itu terputus, Vino segera beberes beberapa pakaian istrinya yang telah dibawa ke apartemen, dia akan membawa kembali ke rumahnya
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ #Happy Reading😘#.......