
"Sudah, ini saya sudah siapkan resep, anda bisa menebusnya, " Dokter itu menyerahkan selembar kertas pada Selena
"Saya permisi" Sambungnya lagi
Setelah melihat dokter itu pergi, Vicky menyuruh istrinya duduk di sofa yang berada diruangan tersebut
"Apa yang kamu pikirkan sel?
" Aku sudah memperingatkan kamu, jangan terlalu memikirkan hal yang terlalu berat, jadi begini kan! yang kena imbasnya anak kita! " Marah Vicky pada istrinya
Selena menundukkan kepalanya, perasaan bersalah menyelimutinya, terkadang dia lelah mengurus anaknya, terkadang dia juga lelah memikirkan sikap Ayah mertuanya yang tak henti-hentinya menghinanya
"Maafkan aku" Ucap Selena sambil menunduk, dia tak berani menatap suaminya yang ada di hadapannya
"Aku lelah, terkadang aku juga muak dengan semua ini,"
"Maafkan aku, aku menyadari kesalahanku dan aku tidak akan mengulangi lagi, maafkan aku ky"
Vicky berusaha menetralkan amarahnya, dia menggenggam tangan istrinya "Aku memaafkanmu, dan beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya pada Ayah, aku hanya takut jika Ayah tak terima lalu mencelakai anak kita, udah itu saja,"
"Kamu mengerti kan maksud aku Sel, maafkan aku jika caraku salah"
"Tapi aku takut terjadi sesuatu kepada kalian, dan jika itu terjadi aku tidak akan memafkan diriku sendiri" Ucap Vicky lalu memeluk istrinya erat
"Apa kamu sudah mencintai aku ky? sedari kita menikah sampai sekarang kamu belum menyatakan cinta padaku"
"Terkadang mencintai itu tidak harus diucapkan Sel, tapi kita juga bisa merasakan apa itu cinta dari perbuatan seseorang yang mencintai kita, dari cara mereka menjaga dan melindungi kita,"
"Maksudmu? cintaku tidak bertepuk sebelah tangan? begitu?? Tanya Selena sambil mendongakkan kepalanya lalu diangguki oleh Vicky
" Aku sudah mencintaimu dari dulu, aku memang tidak pernah mengucapkan kata cinta, tapi aku membuktikan cinta itu dengan cara menjaga dan melindungimu segenap jiwaku"Jawab Vicky membuat Selena bahagia, tak ada henti-hentinya Selena memeluk suaminya
"Jadi, tolong kamu berubah ya, hilangkan sikap egoismu, sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu Sel" Sambung Vicky kembali
"Iya, aku pasti berubah," Jawab Selena
Setelah selesai menebus obat, mereka segera bergegas pulang, kini panas di tubuh baby R juga sudah menurun,
Setelah sampai di apartemen, ternyata Rayhan dan seorang wanita cantik, sudah menunggu Vicky di depan pintu, tak sengaja mereka melihat Selena datang bersama Vicky sambil menggendong bayinya, membuat Rayhan mengucek kedua matanya untuk memastikan penglihatannya
Vicky dan Selena yang sudah kepergok pun mau tak mau harus menghadapi masalah ini, toh lambat laun mereka akan berada di posisi ini
__ADS_1
"Ada apa Ayah kemari? " Tanya Vicky sambil menyembunyikan istri dan anaknya dibelakang tubuhnya
"Dan siapa wanita itu?, apa dia kekasihmu? " Sambungnya lagi
"Perkenalkan dia Mita, dia ada di acara pembukaan tadi, Ayah juga yang mengajaknya kemari,"
"Untuk apa dia kemari? apa jangan-jangan selama ini yang menyembunyikan wanita murahan itu kamu ky! "
"Dan anak siapa itu! " Ucap Rayhan yang mengabaikan pertanyaan anaknya, kini matanya fokus pada bayi mungil yang sedang tertidur dalam gendongan Selena
"Hay, aku Mita" Ucap wanita muda sambil mengulurkan tangannya, tatapannya menyelidik pada Selena yang disembunyikan oleh Vicky
Tak berniat membalas uluran tangan wanita itu, justru Vicky menggenggam erat tangan istrinya
"Ayah! untuk apa Ayah bertanya, memangnya apa pedulimu? " Ucap Vicky mengabaikan sapaan Mita membuat dia kesal
"Kata om Rayhan, dia belum mempunyai kekasih, tapi kenapa dia membawa perempuan yang sedang menggendong anak, apa om Rayhan berusaha menipuku? " Gumam Mita dalam hati, dia terlihat sangat kesal, diremasnya ujung gaun mewahnya
"Percuma saja aku berpakaian seperti ini" Sambungnya lagi
Rayhan semakin geram, kedatangannya kesini berniat untuk memperingatkan putranya agar tidak bersikap memalukan seperti tadi dan memperkenalkan putranya dengan anak rekan bisnisnya, tapi dia justru dikejutkan dengan kehadiran Selena dan bayi yang dalam gendongannya
"Ayah ingin bicara ky" Ucap Rayhan sambil menyeret Vicky agar menjauh dari Mita
"Vicky!! " Tekan Rayhan
"Maaf Mit, lebih baik Mita pulang dulu, om dan putra om ada urusan, lain kali kamu bisa datang kesini sendiri" Ucap Rayhan pada Mita, lalu Mita menganggukkan kepalanya, dia juga sudah kesal dengan perlakuan Vicky yang mengabaikannya
"Aku pamit om,"
Setelah kepergian Mita, Rayhan langsung menatap tajam Vicky,
"Apa dia anakmu! " Tanya Rayhan lagi, kali ini nadanya lebih halus
"Menurut Ayah bagaimana? " Vicky membalikkan pertanyaan itu dengan senyum sinisnya, dan Selena dia sudah ketakutan, dia takut Rayhan akan bertindak bodoh untuk mencelakai anaknya
"Tapi ini tidak mungkin, Ayah akan menjodohkan kamu dengan Mita, dia wanita baik-baik, Ayah sudah mengecek asal usul keluarganya, dan mereka berasal dari keluarga terhormat"
"Sel, kamu masuk dulu, aku akan mengurus Ayah," Bisik Vicky pada Selena
"Tapi ky,"
__ADS_1
"Cepat masuk"
Setelah Selena masuk kedalam apartemennya, Vicky pun menyuruh Ayahnya untuk mengikutinya sampai lantai dasar, dan mereka duduk di lobby
"Dia anakku" Ucap Vicky sambil membawa 2 cangkir kopi lalu meletakkan diatas meja
Mata Rayhan membulat "Bagaimana bisa! " Pekik Rayhan
"Aku dan Selena sudah menikah, jadi Ayah jangan jodohkan aku dengan Mita atau siapapun wanita diluar sana" Ketus Vicky sambil menyeruput kopinya
Rayhan tersenyum tipis "Apa yakin, dia anakmu? Ayah saja tidak yakin, kau tahukan pekerjaan dulu seperti apa? siapa tahu dia sedang menipumu"
Mendengar ucapan Rayhan, tangan Vicky mengepal erat dibawah meja "Aku sudah menidurinya dan aku tahu dia anakku! " Geram Vicky
"Apa kau yakin, kau yang pertama dan terakhir yang menidurinya, ingat wanita murahan sepertinya gampang sekali tergoda oleh pria hidung belang, mereka hanya ingin menguras harta dan kekayaan kita, lalu setelah kita miskin, wanita seperti itu akan meninggalkan kita dan mencari mangsa barunya"
Brak!!
Vicky menggebrak meja membuat kopi itu tercecer ke meja "Dia tidak seperti itu! aku tekankah sekali lagi, dia anakku! " Ucap Vicky yang langsung berjalan menjauh meninggalkan Rayhan yang sedang mematung di tempat
"Kenapa semua anakku seperti tidak menganggapku? dulu Vino, dia menikaj secara diam-diam dan tidak memberitahuku, dan sekarang harapanku adalah Vicky, aku ingin menyaksikan putraku menikah tapi kenapa lagi-lagi aku harus menelan kepahitan, semua putraku menikah diam-diam dibelakangku" Keluh Rayhan dalam hati
Setelah tersadar dari lamunannya, Rayhan segera mengejar Vicky, saat pintu lift hampir tertutup, Rayhan bisa menerobos masuk kedalam, membuat Vicky menghela nafasnya kasar
"Ada apa lagi! aku sudah muak dengan ucapan Ayah yang menurutku tidak berguna! " Ucap Vicky pandangannya lurus kedepan
"Ayah hanya ingin memastikan saja, apa wajah anakmu mirip dengamu atau tidak, dan Ayah akan bicara dengan Selena,"
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ #Happy Reading😘#........