Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 96-Sakit Perut


__ADS_3

Pembukaan swalayan di desa A merupakan acara paling penting bagi Vicky, semua karyawan diperusahaan Vicky sedang disibukan dengan persiapan launcing swalayan tersebut, tapi tidak dengan Vicky, dia justru disibukan dengan sikap Selena yang sangat labil entah dia harus bahagia atau stress menghadapi sikap Selena yang satu ini


"Aku akan menikahimu" Ucap Vicky yang mendapat gelengan dari Selena, mereka kini sudah berada didalam apartemen Vicky, sehabis memakan bakso tubuh Vicky terasa lemas dan dia menyuruh Selena ikut dengannya


"Hahaha, kau ini lucu banget, masa makan sambal segitu udah bolak balik masuk kamar mandi, " Kekeh Selena sambil memegang perutnya akibat tawanya yang tak henti-henti.


"Sel, kau bilang apa? lucu?? kau ini!!" geram Vicky


"Kau, kau mencoba membunuhku ya, dari dulu kan kau tahu jika aku tidak terlalu suka pedas"


"Dutt, Broott." Bunyi kentut membuat Vicky berdiri dan berlari untuk bersemedi di dalam kamar mandinya


Selena menutup hidungnya saat mencium bau kentut yang menurutnya sangat menyengat,"Jorok banget ky," Teriak Selena yang hampir saja muntah


"Kau bilang jorok! jorok, jorok begini kan karna ulahmu sel, jangan salahkan aku"


"Kenapa kamu marah-marah padaku ky," Mata Selena sudah berair dan dipastikan sebentar lagi air matanya menetes deras jika Vicky tidak menenangkannya


"Sel, maafkan aku, aku tidak bermaksud," Teriak Vicky yang mendengar isak tangis Selena dikamarnya


Hiks.. hiks.. hikss


"Kamu jahat ky, kamu sudah membentakku! " Selena menggedor pintu kamar mandi Vicky membuat Vicky menjadi gila, perutnya yang seperti ditusuk seribu duri ditambah lagi dengan sikap Selena yang seperti anak kecil


Krek, pintu kamar mandi terbuka, terlihat Vicky sedang membenarkan celananya, rambut dan kemejanya sudah berantakan, rasanya dia sangat frustasi dan ingin menyudahi drama yang dibuatnya sendiri


"Sudah jangan menangis lagi Sel, maafkan aku ya" Vicky menggenggam tangan Selena lalu tersenyum, membuat Selena tersenyum, isak tangisnya sudah tak terdengar lagi


Tiba-tiba saat Selena ingin memeluk Vicky, dia tak sengaja mencium keringat Vicky, rasa mual merasuki dirinya, segera dia melepaskan tubuhnya dari Vicky lalu berlari menuju wastafel kamar mandi


"Huekk.. Huek.. "


"Kepalaku pusing, perutku terasa mual, tiba-tiba badanku lemas, hiks.. hikss.. aku sakit"


Disatu sisi Vicky merasakan sakit diperutnya membuat dia berlari menuju kamar mandi,


"Sel, keluar! Aku udah gak tahan" Usir Vicky pada Selena


Huekk.. Huekk..


"Kau saja yang pergi ky, huekk..huekk"

__ADS_1


"Perutku tiba-tiba mual, aku takut jika muntah di tempat tidurmu"


"Sel, bret dotttt.. " Suara kentut Vicky membuat Selena semakin mual, bau busuk yang menyengat seakan-akan tak diterima oleh hidung Selena


"Aku udah gak tahan sel" Sambungnya sambil meremas perutnya, dia berusaha mengusir Selena


Hoek.. Hoekk, bau ky! Hoek.. Hoek..


"Bau banget! lebih baik kamu yang keluar ky, aku gak tahan sama bau kentut mu! "


"Eh tidak bisa, aku sudah diujung tanduk Sel, "


"Oh perutku!!"


"Aku sudah tidak tahan lagi sel, Kalau kamu gak mau keluar jangan salahin aku kalau baunya sampai menusuk hidungmu" Kesal Vicky yang mengunci kamar mandi, dan Selena menunggu di wastafel


Breettt Brootttt Dottt


"Ah leganya" Lirih Vicky yang masih bisa didengar Selena


"Dasar manusia jorok! Sisi negatif seorang CEO yang bernama Vicky adalah mengeluarkan bau kentut yang sangat busuk dan menyengat, haha"


"Bodo amat! dasar manusia jorok, haha"


Setelah mengutuk Vicky, tiba-tiba hawa kantuk menyerang Selena, direbahkan tubuhnya diranjang Vicky lalu tak berselang lama Selena sudah bisa masuk kedalam mimpinya


"Sel, kau baik-baik saja kan! " Teriak Vicky saat tak mendengar suara Selena


"Aduh, ini perut breett broot"


Setelah berpuluh kali bolak balik kamar mandi, akhirnya kini perutnya sudah tak terasa sakit, tubuhnya terasa lemas, makanan yang berada di perut Vicky sudah dikeluarkan semua, cacing-cacing sudah meminta demo karna jatah makanannya sudah dikeluarkan dahulu


"Ah leganya, tapi aku lapar," Gumamnya sambil berjalan keluar kamar mandi


"Sel? "


"Selena? " Tak ada jawaban dari Selena, Vicky segera berlari, dia takut jika Selena berbuat macam-macam pada kandungnya


Hembusan nafas lega saat dia melihat Selena tertidur di kasurnya, perlahan dia melepaskan sepatu yang masih melekat di kaki Selena lalu membenarkan posisi Selena agar merasa nyaman


"Akhirnya aku bisa bernafas lega, tidurlah dan bermimpi indah, aku akan mengawasimu dari sini" Ucap Vicky sambil mengecup kening Selena setelah itu dia berjalan menuju sofa dan membuka laptopnya, dia berusaha mengecek pekerjaannya di sela-sela Selena tertidur

__ADS_1


Tak berselang lama ponsel Vicky berbunyi, dia melirik sekilas lalu menekan tombol hijau di ponselnya


"Hallo" Ucapnya saat panggilan sudah terhubung


"Hei! kau bisa-bisanya lari dari pekerjaanmu, dimana kau! aku sudah menunggumu! "


"Rain, kau handle semua pekerjaan kantor, aku akan pantau dari apartemen, mendadak perutku sakit, aku tidak bisa kembali ke kantor lagi"


"Ta-tapi, bukankah tadi aku melihatmu baik-baik saja, dan kenapa bisa sakit perut dadakan? "


"Hei! kau kan sekertaris seharusnya menuruti semua perintah atasanmu, jangan banyak bertanya, ikuti perintahku saja! " Ketus Vicky yang langsung mematikan telfonya


"Apa aku bicarakan ini pada Vino dan Nesa, siapa tahu mereka bisa memberi solusi padaku, tapi aku takut menyinggung perasaan mereka" Ucap Vicky sambil berfikir, "Tapi tak ada salahnya jika aku bertanya pada Nesa" fikir Vicky yang langsung mencari kontak Nesa di ponselnya


Setelah menemukan nomor Nesa, dia ragu untuk menekan tombol telfon, dia ragu untuk menceritakan permasalahannya tentang Selena, tapi mau bagaimanapun hanya Nesa dan Vino orang terdekat Vicky


Klik, tombol telfon sudah di klik oleh Vicky, dia sedang menunggu panggilannya diangkat oleh Nesa


Beberapa kali Vicky menelfon tapi Nesa tidak mengangkatnya, tak putus asa, Vicky menghubungi Vino,


Tut.. Tut.. Tut...


"Ahhh sial!!! kenapa disaat aku membutuhkan mereka, mereka tidak ada, apa mereka sedang sibuk! tapi bukanlah jam kantor mau habis, lalu sibuk apa mereka, sampai-sampai mereka mengabaikan telfon dari aku!!! "


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


........ #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2