
"Sangat bahagia, hidupku jadi berwarna, dia mampu membuatku tersenyum setiap hari.. " Ucap Vino yang tersenyum saat membayangkan tingkah laku Nesa yang seperti anak kecil.
"Syukurlah Ayah akan selalu mendukungmu.. "
Rayhan tersenyum saat melihat anak sematawayangnya bahagia, sudah lama ia tidak melihat senyum Vino sebahagia ini, ia sangat berterimakasih kepada Nesa karna bisa merubah Vino yang dingin karna pengkhianatan Selena menjadi hangat kembali
"Silahkan di minum Yah, .. " Ucap Nesa menyodorkan minuman teh hangat untuk mertuanya
"Terimakasih nak,.." Rayhan segera menyeruput teh hangat itu
"Vino, Nessa ada yang ingin Ayah sampaikan untuk kalian berdua.. " Rayhan berucap dengan nada yang sangat serius, Nessa yang melihat keseriusan di wajah mertuanya pun segera mendudukan dirinya di dekat Vino
"Kapan kalian akan kembali ke Jakarta.. " Tanya Rayhan lagi
"Memang ada masalah di perusahaan Yah?? " Tanya Vino dengan serius,
"Tidak... "
"Lalu?? " Tanya Nesa tiba-tiba, ia juga penasaran dengan kelanjutan cerita mertuanya
Seketika kedua lelaki itu menatapnya, Nesa yang di tatap pun segera menundukan dirinya, ia fikir ucapanya tadi sangat tidak sopan
"Aduh ini mulut kalau udah kepo emang susah di rem.. " Batin Nesa yang mengumpat dirinya sendiri sambil menutup mulut kepo nya
"Pantas saja Vino jatuh hati kepadanya, sikapnya saja sangat menggemaskan dan lucu.. " Batin Rayhan tersenyum saat melihat Nesa menutup mulutnya
"Ayah hanya ingin kalian menggelar resepsi pernikahan secepatnya, agar semua rekan bisnis dan kerabat kita mengetahui bahwa kalian sudah menikah.. " Ucap Rayhan tersenyum, ia tertawa saat melihat wajah anak dan mantunya yang tiba-tiba kesal
"Huft, kebiasaan suka bikin orang parno, aku fikir ada sesuatu yang penting.. " Ucap Vino dengan nada kesalnya
"Mungkin setelah masalah di perkebunan ini selesai, kita akan kembali ke Jakarta, dan masalah resepsi pernikahan aku serahkan kepada istriku Yah" Ucap Vino dengan menyeruput minumannya
"Vin gak bisa gitu dong!! " Ucap Nesa yang tidak setuju dengan pendapat suaminya
"Vin? " Rayhan mengernyitkan keningnya saat Nesa memanggil anaknya dengan sebutan nama
"Eh maksudku mas.. " Ucap Nesa sedikit gugup
"Dasar mulut susah banget kalau di ajak kerjasama.. " Batin Nesa yang kesal dengan mulutnya
"Ayah ingin pesta kalian diadakan di hotel milik Ayah dan kita akan membuatnya semewah mungkin... " Ucap Rayhan yang memberikan sebuah ide kepada pasangan pengantin baru
"Ide yang bagus Yah.. "Jawab Vino yang menyetujui pendapat Rayhan
"Eh Vin apa semuanya tidak terlalu berlebihan. " Ucap Nessa yang berbisik di telinga Vino
__ADS_1
"Tidak sayang.. " Jawab Vino sambil memegang tangan Nesa
"Ya ampun jantungku.. " Batin Nesa yang merasakan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat
"Semoga kalian menjadi keluarga yang harmonis nak.. " Rayhan bergumam di dalam hatinya,
"Tapi Yah, menurut Nesa itu semua terlalu berlebihan.." Ucap Nesa yang memberanikan diri bicara dengan sang mertua
"Kalian fikirkan saja dulu, Ayah akan serahkan semuanya kepada kalian.. "
"Baik Yah.. "
"Vin, segera berikan Ayah cucu, Ayah ini sudah tua dan Ayah ingin menimang cucu darimu. " Ucap Rayhan lagi, Laki-laki paruh baya ini sangat senang menggoda anaknya.
Uhukkkkk..
"Ayah, apa aku bisa membuat anak sendiri?? " Tanya Vino dengan kesal,
"Maksud Ayah, kalian berdua.. "
Nesa yang mendengar ucapan kedua lelaki itu pun hanya diam, dan tanpa disadari pipinya sudah merah merona, ucapan mertuanya mampu membuat otaknya traveling keliling dunia.
“Tuh lihat muka istrimu sudah seperti buah chery, hahaha.. " Ucap Rayhan yang terkekeh geli
"Hahahaha... " Tawa Rayhan pecah, saat melihat tingkah dari dua orang dihadapanya
"Vin, dimana letak makam Reza, Ayah ingin mengunjunginya.. " Tanya Rayhan kepada putranya itu
"Yah, boleh aku ikut.. " Tiba-tiba Nesa berucap kepada mertuanya
"Boleh, kalau begitu sekarang kita berangkat bersama.. "
Setelah itu mereka bertiga pergi menuju makam Reza, tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke pemakaman, setelah sampai di pemakaman, Rayhan memanjatkan doa untuk Reza
"Terimakasih nak, karnamu Vino berubah menjadi seseorang yang baik, dan karna mu juga Vino bisa merasakan kasih sayang yang tulus dari wanita yang di cintainya.. " Gumam Rayhan dari dalam hati, ia menaburkan bunga yang dibawanya dari kota jakarta
"Aku datang Za, terimakasih karnamu aku bisa merasakan yang namanya jatuh cinta.. " Gumam Vino dari dalam hatinya,
"Sayang.. " Gumam Nesa dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Maafkan aku, aku mungkin telah jatuh cinta kepada Vino, maafkan aku, sikapnya yang manis membuat hatiku menjadi luluh.. " Batin Nesa yang mengelus papan nisan Reza
Setelah beberapa menit, mereka semua meninggalkan makam Reza dan kembali ke rumah Nessa
"Maaf Ayah tidak bisa mampir karna Ayah harus balik ke kota sekarang dan satu lagi pulang lah ke kota dengan membawa kabar bahagia.. " Ucap Rayhan berada di dalam mobil
__ADS_1
"Baik Yah, hati-hati. " Ucap Vino tersenyum
"Hati-hati Ayah.. " Nesa berucap sambil menyalami tangan Ayah mertuanya, sikap Nesa membuat Rayhan terharu, ia merasa sangat dihargai dengan perlakuan Nesa
Setelah melihat mobil Rayhan menjauh dari pekarangan rumahnya, mereka segera masuk dan merebahkan dirinya di kursi ruang tamu
"Jangan di pikirkan ucapan Ayah, Ayah memang seperti itu, di luar sikapnya dingin tetapi jika sudah di dekat keluarganya sikapnya berubah menjadi lembut.. " Ucap Vino menjelaskan tentang sikap Ayah nya
"Seperti kamu? " Tanya Nesa
Vino tidak menjawab pertanyaan Nesa dia menggedikan bahunya,
"Sini mendekat, aku ajari tentang cara mengolah perkebunan.. " Ucap Vino yang sudah duduk dan berkutat di dalam laptopnya
Nesa segera mendekat dan mengamati setiap ucapan suaminya, lama ia mendengarkan tiba-tiba dirinya merasa ngantuk dan tidak lama ia tertidur di pundak Vino, Vino yang merasakan pundaknya berat sebelah pun menoleh, ia melihat istri kecilnya itu sedang tertidur pulas.
"Ya ampun, dari tadi aku bicara panjang lebar dengan tembok ternyata.. " Ucap Vino yang melihat istri kecilnya tertidur
Ia segera membenarkan posisi tidur Nesa agar Nesa merasa nyaman, ia menjadikan pahanya sebagai bantal untuk kepala Nesa,
Cup
Sebuah kecupan mendarat di bibir mungil Nesa, dan Nesa yang sedang berada di alam mimpinya pun merasa terganggu, ia sedang menikmati mimpinnya bersama Vino yang di dalam mimpinya Vino sedang mencium dirinya bertubi-tubi
Lalu tiba-tiba Nesa menggeliat, ia merubah posisi tidurnya, tanpa sengaja tanganya menyentuh bagian bawah milik Vino.
"S h i t!! " Umpat Vino yang merasa sesuatu di balik celananya terbangun.
.
.
.
.
.
.
Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat😁
Dannn jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
........... #Happy Reading😘#.........
__ADS_1