Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 54- Undangan


__ADS_3

Pak diman tersenyum lalu berkata "Ada, apa sekertaris Sean merokok juga? "


Sean hanya menganggukan kepalanya, dia menunggu rokok yang diberikan oleh pak diman


Setelah menunggu beberapa jam, saat kedua laki-laki itu sudah pasrah dan menyerah, sesekali mereka menguap karna kantuk yang tiba-tiba datang, dan 2 bungkus rokok sudah habis tanpa sisa, Sean sangat jenuh, walaupun dia di selingi dengan tugas kantornya tapi pikiran sangat suntuk.


Dan Nesa yang sudah tenang pun segera kembali ke mobil, dia masih ingat dengan beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan.


Pintu mobil terbuka, Nesa masuk dan dia menghirup bau yang menurutnya sangat aneh


"Emm apa yang terjadi, kenapa aku mencium bau yang tidak biasanya.. "Ucap Nesa sambil melirik dan mencari-cari sumber bau itu


Dia bisa melihat korek api di dekat ponsel milik Sean yang di letakan di dashboard mobil


"Sean kau merokok? " Tanya Nesa


Sean menganggukan kepalanya dan meminta maaf pada majikannya itu.


"Sejak kapan kamu merokok, dan apa suamiku juga merokok sepertimu?? " Lagi dan lagi Nesa berpikiran buruk terhadap suaminya


"Maaf, saya tidak tahu dan itu urusan pribadi Tuan, saya tidak boleh mencampuri urusannya.. "


"Ish kau ini..."


"Jawab yang jujur Sean!!"


"Saya tidak tahu Nona.."


"Tidak mungkin, kamu kan sekertarisnya.."


"Mohon maaf Nona, tapi saya tidak mengetahui kepribadian Tuan.."


"Ish aku tahu sebenarnya kamu tahu tentang suamiku.."


"Saya tidak bisa membicarakannya pada Nona, biar Tuan Vino sendiri yang berbicara..."


"Sudahlah Sean kau selalu membuatku kesal!! " Ucap Nesa yang menyerah, karna Sean selalu pintar membungkam mulutnya


"Jalan pak, kita ke perusahaan sekarang.. " Perintah Nesa pada pak supir


Pak diman mengangguk, dia menyalakan mesin mobil dan mengemudi membelah jalan ibu kota jakarta


.........


"Aku mendapatkan undangan itu, apa kita harus datang?? " Tanya Vicky pada sekertarisnya


"Lebih baik kita datang, kita sebagai anggota baru dan kita perlu mengakrabkan diri kita pada rekan bisnis lainnya.. "


"Apa tidak bisa di gantikan denganmu?? " Tanya Vicky lagi


"Ky, aku masih mempunyai banyak urusan, aku tidak bisa menggantikanmu.. "


"Apa urusanmu itu sangat penting?? "


"Sangat penting kau tahu! Aku sedang mencari kekasih impianku agar aku tidak terlihat jomblo lagi di depanmu.. " Jawab Rain tanpa rasa bersalah


Vicky yang mendengar perkataan sekertarisnya pun langsung melemparkan gantungan kunci mobilnya ke kepala Rain


"Enak sekali hidupmu, disini aku bossnya tapi kau yang menentukan jadwal seenaknya jidat.. "


"Dan apa itu!! apa aku tidak salah dengar?? Kau tidak mau menggantikanku karna ingin mencari kekasih!! "


"Kau sudah gila Rain!! "


Rain mengambil kunci yang terjatuh di lantai, dia berjalan kearah bossnya dan memasukan kunci mobil itu kedalam saku jasnya


"Kau fikir aku robot! Yang bisa kau setir sesukamu! "


"Aku juga butuh hiburan ky,!!! "

__ADS_1


"Kepalaku stress memikirkan pekerjaanmu! "


"Dan satu lagi!! aku memang gila!! "


"Gila karna kelakuanmu!!! " Cerocos Rain pada boss sekaligus sahabatnya


"Oh jadi kau menantangku!!! "


"Baiklah,... "


"Pergilah dan jangan kembali lagi ke perusahaanku.. " Ucap Vicky yang langsung diangguki oleh Rain


"Aku akan pergi dan tidak akan kembali ke perusahaan ini lagi, aku akan melamar pekerjaan di perusahaan Vino atau Nesa.. " Jawabnya sambil melangkah keluar ruangan


Vicky semakin dibuat emosi oleh ucapan Rain, dia menggebrak meja kerjanya


"Braakkkkkkmk"


"Rain!!!! "


"Apa kamu sudah tidak menganggapku sahabat lagi??"


"Dan apa kau tidak bisa membedakan antara becanda dan serius!! Hah!!!" Teriak Vicky melemparkan pulpen kesembarang arah


"Sudahlah ky, aku cape.."


"Dan ucapanku tadi hanya becanda, jangan dimasukan hati.. "


"Aku juga cape Rain!! "


"Cape hati, pikiran dan badan!! "


"Sudahlah sekarang aku benar-benar ingin mengambil cuti untuk mencari kekasih impianku, aku tidak mau berlama-lama menjomblo.."


"Kau tahu! kita bisa di gosipkan gay!! "


"Aku masih normal Rain, tidak mungkin aku menyukai kamu!! "


"Siapa juga yang suka denganmu, laki-laki yang suka emosi dan bersikap dingin!! "


"Oh ya satu lagi aku tidak bisa menemanimu ke acara ulangtahun Alex.. "


Lagi-lagi Vicky menghembuskan nafasnya kasar, akhirnyaa Vicky menyerah dengan sekertarisnya "Baiklah, aku akan datang sendiri.. "


.......


Di perusahaan Reza company


"Nona, ada undangan untuk anda.. " Ucap sekertaris Vier yang menyerahkan undangan untuk atasannya


Nesa menerima dan membuka undangan dari Vier, dia membaca sekilas lalu menutupnya kembali


"Kau saja yang datang, aku tidak bisa.. " Ucap Nesa yang masih kesal dengan ucapan Alex kemarin


"Tapi Nona, jika Nona tidak datang, Tuan Alex akan mencabut sahamnya di perusahaan kita, ini akan berakibat buruk, perusahaan akan merugi banyak.. " Jawab Vier


"Gila!" Umpat Nesa


Nesa segera bangkit dari duduknya, dia berjalan dan duduk di sofa,


"Malam ini.. " Batin Nesa


"Berarti aku harus datang Vier?? " Tanya Nesa dengan wajah polosnya


"Iya Nona.. "


"Baiklah aku akan datang demi perusahaan.."


"Sekarang kamu boleh kembali bekerja.. " Ucap Nesa dengan lesu

__ADS_1


Drttt.. Drrtttt


Tiba-tiba ponsel Nesa berbunyi, dia langsung mengambil dan melihat nama seseorang yang menghubunginya.


"Iya sel.. "


"Apa kamu mendapatkan undangan dari Tuan Alex?? "


"Kamu mendapatkan juga Sel??? " Tanya Nesa yang berbinar


"Iya, apa kamu akan datang?? "


Nesa menghembuskan nafasnya kasar, lalu dia menjawab "Iya, aku akan datang demi perusahaan... "


"Maksudmu apa Nes??"


"Ada apa denganmu nes?? Kenapa nada suaramu seperti orang yang tidak bertenaga? " Tanya Selena


"Tidak ada apa-apa, ya sudah kita bertemu disana saja.. "


"Okeh... "


Setelah selesai berbincang, Nesa memutuskan panggilan telfonnya dan kembali bekerja


Waktu sudah menujukkan pukul 4 sore, tak terasa hari sudah semakin sore,


Semua karyawan bergegas untuk pulang dan mengistirahatkan dirinya di rumah masing-masing, tapi tidak dengan Nesa, dia masih mematung menatap ponselnya, beberapa pesan yang dia kirim, belum dibalas oleh suaminya


"Aku rindu dan mencemaskanmu by.. " Ucap Nesa yang memandang layar ponselnya,


Tok... Tokk... Tok...


Bunyi ketukan pintu terdengar dari arah luar ruangan Nesa


"Masuk!! " Ucap Nesa yang langsung meletakkan ponselnya di meja kerjanya dan berpura-pura fokus pada laptopnya


Vier masuk dan memberi hormat pada bossnya


"Maaf Nona, sekertaris Sean sudah menunggu di depan.." Ucap Vier dengan sopan


"Kenapa dia datang?? " Tanya Nesa yang menatap laptopnya


"Mungkin mau menjemput Nona.. "


"Oh baiklah, aku akan bersiap-siap, suruh dia tunggu 15 menit.. "


Vier mengangguk lalu pamit dari ruangan bossnya


Di luar ruangan


"Bagaimana? Apa Nona masih suka melamun?? " Tanya Sean yang masih berjaga di depan ruangan istri bossnya


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


.......... #Happy Reading😘#.........

__ADS_1


__ADS_2