
Di dalam kamar Nesa
"Dok, boleh aku bicara? " Tanya Nesa yang diangguki Anton
"Boleh, mau bicara apa?? "
"Dok, apa benar, aku dan Vino tidak bisa memiliki keturunan? aku sangat berharap kita bisa mendapatkan keturunan, karna bagaiamanapun anak adalah penguat keluarga" Ucap Nesa
Anton menatap iba Nesa, dia berjalan menuju kaca besar yang sudah tertutup tirai "Sebenarnya bisa, hanya saja membutuhkan waktu yang lama, mungkin jika kamu dan Vino berusaha lebih keras dan tidak lupa berdoa pada Tuhan, kalian akan cepat diberikan momongan"
"Kuncinya adalah sabar Nes, mungkin Tuhan belum memberikan anak pada kalian karna alasan tertentu, apa kau keberatan menerima kekurangan Vino ini? " Tanya Anton yang langsung mendapat gelengan dari Nesa
"Aku tidak keberatan sama sekali, hanya saja jika aku melihat Vino menggendong baby Revan, aku seperti wanita yang tak berguna, yang tak bisa memberikan keturunan untuk suamiku" Keluh Nesa
"Huh! bukan kamu yang tak berguna, dan juga bukan Vino, ini masalah waktu"
"Vino menyayangi putra Selena hanya karna Vicky, dan itu tidak lebih Nes, dia tetap mencintaimu"
"Aku tahu dok, "
Tiba-tiba Vino masuk, dan pembicaraan Nesa serta Anton berhenti,
"Apa yang kalian bicarakan? dan kau!! kau tidak berbuat aneh-aneh kan pada istriku? " Ucap Vino pada Anton
"Apa bibi sudah kemari? " Sambungnya lagi
"Sudah by, bibi sudah kemari" Ucap Nesa lirih
"Lalu? kenapa dia masih ada disini, bukankah dia seharusnya pergi ke kamarnya dan beristirahat? "
"Pergilah, ini sudah malam! " Ketus Vino mendorong Anton agar pergi dari kamarnya
"Hei!! jangan dorong aku!! aku hanya mau menjaga Nesa saja, lagipula kenapa kau lama sekali!! emang memanggil bibi membutuhkan waktu hampir setengah jam!! "
"Atau jangan-jangan dia-" Ucapan Anton terputus
"Jangan berfikir aneh, aku tadi menenangkan baby Revan yang menangis! " Timpal Vino membuat Nesa tersenyum pada Anton,
"Lalu bagaimana sekarang?? apa baby Revan sudah tidak menangis?? jika masih menangis, kamu tenangkan saja dulu by, jangan fikirkan aku, aku juga sudah ngantuk mau tidur"
"Dok, dokter bisa pergi ke kamar, bibi sudah memberitahu letaknya kan? "
"Y sudah, kalau begitu aku pergi dulu Nes, jangan lupa istirahat dan jangan memikirkan yang berat-berat," Jawab dokter Anton langsung keluar kamar Vino dan Nesa
Ke esokan harinya, wajah Nesa sudah tak sepucat kemarin hanya saja kepalanya masih sedikit pusing,
"Sayang, aku turun kebawah sebentar ya" Ucap Vino yang sudah rapih
"Iya by,"
__ADS_1
Vino keluar kamar dan menuruni tangga, dia berniat untuk membawakan istrinya sarapan pagi, karna dia tak mau merepotkan bibi yang sedang mengurus pekerjaan lain, dan dia juga ingin dipandang sebagai suami yang perhatian dimata Anton
"Kalian sarapan saja dulu, aku mau sarapan dengan istriku dikamar" Ucap Vino pada Anton dan Selena yang sedang duduk menunggu Tuan rumahnya
"Baiklah"
"Nesa!! " Pekik Anton saat melihat Nesa menuruni tangga dengan langkah gontai,
Vino yang sedang bermain ponsel pun terkejut, dia melihat istrinya sedang menuruni tangga dengan tangan menyanggah kepalanya
Anton menghampiri Nesa lalu memapah Nesa untuk duduk di meja makan membuat Vino kesal
"Apa Anton menyukai Nesa? " Gumam Selena dalam hati, karna dia melihat bagaimana Anton memperlakukan Nesa dengan sangat perhatian
"Sayang, kenapa kamu turun, keadaanmu belum membaik" Ucap Vino menepis tangan Anton yang sedang merangkul pundak istrinya
"Jaga sikapmu, dia istriku! " Geram Vino, pagi-pagi Anton sudah membuat dirinya emosi
Anton memutar bola matanya malas "Aku berniat menolong istrimu! lebih baik kau fokus pada istrimu jangan biarkan dia menuruni tangga seperti tadi, bagaimana jika dia jatuh! "
"Dan kau Nes! lain kali minta pertolongan seseorang jangan seperti tadi, itu akan membahayakan nyawamu"
"Dan kau sel!! jaga Nesa dengan baik, bukankah kau menumpang dirumah ini! seharusnya kau tahu diri! "
Anton memarahi semua penghuni rumah saat tak bejus menjaga Nesa
"Nes, maafkan aku, aku tidak tahu" Selena meminta maaf
"Rasanya sehari tidak melihatnya, ada yang terasa kurang" Sambungnya lagi
"Sayang, jangan fikirkan yang lain, lebih baik kamu makan dulu, baru kita lihat baby R ya" Bujuk Vino
"Benar apa yang dikatakan Vino, lebih baik kamu sarapan dulu agar wajahmu tidak terlalu pucat" Timpal Selena
"Baiklah"
..............
"Apa!! bagaimana bisa? apa kau sudah pastikan jika beritamu ini benar!! " Pekik Rayhan pada sekertarisnya
"Sudah Tuan, "
"Siapa yang membantu perusahaan Vino! bukankah kau sudah menyuap semua para investor agar tak menerima Vino dalam waktu dekat ini!! "
"Selalu saja pekerjaanmu tidak bejus!! apa gunanya aku membayar mahal kau!! "
"Cepat katakan! siapa yang berani membantu perusahaan Vino!! " Pekik Rayhan
"Emm Tuan Alex" Jawab sandra menunduk
__ADS_1
"Alex? " Rayhan mengerutkan keningnya
"Bukankah Alex dan Vino bermusuhan? lalu kenapa bisa Alex membantu Vino, ini ada yang tidak beres, " Gumam Rayhan
"Tapi kau sudah pastikan kan!! bahwa Alex yang membantu Vino! tidak ada dalang dibelakang Alex!!" Tanya Rayhan memastikan
"Sudah Tuan, bahkan Tuan Alex membantu dua perusahaan Tuan Vino sekaligus"
"Ini ada yang tidak beres, ada apa ini? "
"Seharusnya mereka saling benci, karna Nesa sudah berselingkuh dengan Alex, tapi ini kenapa saling bantu"
"Apa mereka sudah damai? tapi Vino paling benci dengan perselingkuhan, dan bagaimana bisa Vino memaafkan semuanya begitu saja, apa ini ada hubungannya dengan Selena, apa mereka menjalin hubungan makanya Vino berdamai dengan Alex" Gumam Rayhan lagi, fikirannya berfikir keras tentang peristiwa pagi ini
"Ya sudah! kau keluarlah!! beritahu aku jika ada kabar terbaru dari Vino"
"Baik Tuan, oh iya Nona Nesa sakit, dan sudah beberapa hari ini dia tida masuk ke kantor,"
"Sakit? sakit apa dia? " Tanya Rayhan, tiba-tiba dia cemas saat menantu yang dulu paling disayangi sakit
"Kata sekertaris Nona Nesa, Nona kedinginan karna berendam terlalu lama"
"Bagaimana bisa? "
"Saya tidak tahu Tuan, Tuan bisa datang menjenguknya"
"Tidak! tidak! sebaiknya kau pergi saja! ingat beritahu kabar terbaru, pantau mereka terus!! "
"Baik Tuan" Jawab sekertaris sandra lalu berjalan keluar ruangan
Setelah kepergian sekertarisnya, Rayhan berusaha berfikir keras, tentang putranya dan Alex
"Apa aku salah paham terhadap menantuku? dia tidak berselingkuh dari Vino, tapi video itu sudah menjelaskan semuanya, "
"Apa ini jebakan? lalu siapa yang menjebak ini semua? "
"Vicky membopong Nesa tak sadarkan diri, lalu aku melihat video Nesa masuk kedalam kamar Alex saat pesta dulu"
"Ini ada yang aneh, aku harus selidiki"
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#....