
"Menjaga? aku harus menjaga Vicky dari istrinya sendiri, oh Tuhan kenapa hal seperti ini harus terjadi dan membuatku selalu terpojokan" Gumam Rain dalam hati
"Rain, kau dengar om kan? " Tanya Rayhan yang melihat Rain melamun
"Eh iya om, om santai saja, aku pasti akan menjaga Vicky"
"Ya sudah, om pergi dulu,"
Setelah kepergian Rayhan, Rain langsung menelfon boss sekaligus sahabat yang selalu membuatnya kesusahan, membutuhkan waktu lama untuk Vicky mengangkat telfonnya
"Hallo? " Ucap Vicky dari sebrang sana
"Mentang-mentang aku sahabatmu jadi kamu seenaknya sama aku! aku disini bekerja sebagai sekertaris bukan presdir, cepat kembali! tadi Ayah mu datang dan mencarimu! " Pekik Rain kesal
Mata Vicky melotot "Lalu? kamu gak bilang kan pada Ayah kalau aku sedang menemui istriku? "
"Oh iya mungkin beberapa hari ini aku tidak akan masuk kantor, kamu urus saja pekerjaanku dengan baik, gajimu bulan depan naik 2kali lipat"
"Karna aku sedang bahagia, anaku sudah lahir" Ucap Vicky dari sebrang sana sambil tertawa bahagia
"Apa? laki apa perempuan, aku mau lihat, nanti aku ke sana"
"Beritahu aku, dimana ruangannya, akhirnya aku mempunyai keponakan"
"Anaku tampan seperti Ayahnya dan Selena berada di ruangan *** no *** kamu kesini saja, tapi ingat, jangan sampai Ayah tahu, aku tidak mau Ayah tahu lalu berbuat nekad pada anaku, terakhir kali Ayah membuat Selena hampir kehilangan anaknya dan aku takut itu"
"Baiklah aku akan kesana setelah selesai mengerjakan pekerjaanmu,"
"Aku tunggu"
Setelah panggilan terputus, dan hari sudah mulai petang, Vino dan Nesa meminta izin untuk pulang kerumah karna mereka sudah seharian dirumah sakit dan badanya terasa gerah
"Gapapa kan aku tinggal? " Tanya Nesa pada Selena
Selena tersenyum lalu menganggukan kepalanya "Aku seharusnya berterimakasih padamu, karna kamu sudah membawaku kerumah sakit, andai saja kalau kamu tidak ada, aku dan anaku mungkin sudah-"
"Sudah jangan dibahas lagi, sekarang yang harus kamu perhatikan adalah anakmu" Jawab Nesa sambil mencium pipi merah baby R
"Hati-hati dijalan"
"Iya"
Akhirnya Vino dan Nesa berjalan menjauh dari ruangan Selena,
"Oh iya by, ponsel aku dibanting oleh Selena" Keluh Nesa sambil berjalan menggandeng suaminya ke parkiran rumah sakit
Vino mengernyitkan keningnya, langkahnya terhenti "Memangnya ada apa didalam ponselmu? kenapa Selena bisa membantingnya? " Tanya Vino lagi
__ADS_1
Nesa menghembuskan nafasnya sambil berjalan menggandeng suaminya lagi, mau tak mau Vino berjalan karna langkahnya terseret oleh istrinya
"Karna kak Vicky susah dihubungi dan juga karna Selena menahan rasa sakit yang luar biasa, kau tahu dia sepanjang perjalanan meringis kesakitan membuatku tak fokus menyetir,"
"Tapi tenaga Selena sangat kuat, aku dicakar habis olehnya bahkan Vicky sampai di tarik rambutnya saat melahirkan anaknya, aku sendiri tertawa saat melihat itu semua, tapi sayangnya aku gak bisa merekam, karna situasi tegang Selena pingsan" Curhat Vino sambil memperlihatkan bekas cakaran ditangannya
"Itulah perjuangan seorang ibu by, sebagai anak kita harus berbakti, kamu sudah tahu kan melahirkan anak itu tidak semudah membuatnya"
"Lebih enak membuatnya sayang" Goda Vino sambil membukakan pintu mobil untuk istrinya lalu menutupnya kembali
............
"Alex, bagaimana apa semuanya lancar? " Tanya dokter Anton saat panggilannya sudah terhubung oleh Alex
"Lancar, bahkan berjalan dengan mulus, rencanamu sangat luar biasa"
"Bagaimana aku harus membalas kebaikanmu? katakan? " Sambungnya lagi pada dokter Anton
"Cukup buat dia bahagia, aku akan tetap memantaunya dari jauh"
"Aku mempercayakan kamu"
"Pasti, aku pastikan mereka akan bahagia, terimakasih sudah mau membantuku"
"Iya, Sama-sama, aku hanya membantu temanku yang sedang jatuh cinta pada seseorang"
Setelah panggilan berakhir, Alex mencoba menemui adiknya Bella dikediaman rumah keluarganya, rumah yang meninggalkan kenangan pahit untuknya
"Aku sudah sukses, sudah saatnya aku keluar dari tempat persembunyianku," Ujar Alex memantapkan diri, setelah mantap dengan keputusannya, Alex turun dari mobil dan berjalan menuju pintu utama
Diketuknya pintu itu beberapa kali, tapi tak ada sahutan
Tok.. Tok.. Tok..
Alex berusaha mengetuk pintu lagi,"Ini rumahku tapi kenapa aku harus mengetuk pintu, aku sudah seperti tamu" Kekeh Alex sambil tersenyum getir
Krek pintu terbuka, terlihat pelayan rumah yang sudah berpuluh-puluh tahun bekerja dikediaman Rico menatap pria dihadapannya dengan tatapan rindu
"Bibi" Ucap Alex memeluk bi Ana
"Den Alex, apa benar ini den Alex? " Tanya bi Ana sambil membalas pelukan anak majikannya
"Aden kemana saja, bibi sangat khawatir, bibi takut jika den Alex kesusahan di luar sana, karna ibu sudah menitipkan den Alex pada bibi, dan bibi selalu mencari kabar aden" Ucap bi Ana yang melepaskan pelukanya lalu menyuruh Alex masuk kedalam
"Silahkan, non Bella sedang dikamar"
"Oh iya bi, bagaimana hubungan Bella dengan rezki? apa sudah ada perubahan, aku selalu memantau mereka dari jauh" Tanya Alex yang masih berdiri di depan pintu
__ADS_1
Bi Ana melirik kedalam rumah memastikan tidak ada yang mendengar ucapannya termasuk Bella
"Non Bella selalu tidur di kamar yang terpisah dengan den rezki" Ucap bi Ana lirih
"Setiap hari selalu bertengkar," Sambungnya lagi
"Sudah aku duga bi, suruh mereka berkumpul di ruang tamu, aku akan bicara dengan mereka,"
"Oh iya dimana Ayah?" Tanya Alex yang tak melihat mobil Rico terparkir dihalaman rumahnya
"Tuan sedang melakukan perjalanan bisnis diluar negri, dan sudah beberapa bulan ini Tuan belum kembali"
"Kalau begitu bibi panggilkan den Bella dan rezki, den Alex bisa duduk atau mau ke kamar, biar bibi bereskan kamar den Alex dulu"
"Jangan bi, aku tunggu disini saja, oh iya buatkan aku es teh saja, aku haus"
"Baik den, sebentar bibi buatkan"
Setelah bi Ana menjauh pergi dari pandangannya, Alex melihat foto yang terpajang di dinding rumahnya, satu hal yang menjadi pertanyaan sekarang, "Kenapa dirumah ini tidak ada foto keluarga, bukankah dulu sebelum aku diusir, Ayah memajang foto keluarga kecil ini, ada ibu, aku, Bella dan Ayah" Gumam Alex dalam hati
Dari kejauhan Alex mendengar suara langkah kaki yang sedang menuruni tangga membuat Alex menoleh dan menatap adiknya yang sedang berlari menuju arahnya
"Kaka! " Pekik Bella memeluk Alex
"Apa kaka sudah memutuskan untuk tinggal disini bersamaku? " Sambungnya lagi
"Dimana Ayah? " Tanya Alex pada Bella
"Ayah sedang diluar negri kak, mungkin dia sedang menemui istri barunya" Bisik Bella dekat di telinga Alex
Alex hanya menganggukan kepalanya "Dimana suamimu? " Tanya Alex berpura-pura saat tidak melihat Bella turun dengan suaminya
"Emm dia-"
"Hay bro! " Sapa rezki pada Alex
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
...... #Happy Reading😘#......