
"Cukup ky! jangan mengancamku lagi, aku akan turuti semua kemauanmu!
"Jangan pecat aku!" Geram Rain langsung memutuskan panggilan telfon tersebut
"Arrgggkkhh.. "
"Sial!! kenapa hariku sial! kenapa aku bisa ketahuan bercinta dengan wanita sewaanku, "
"Jika seperti ini aku harus menuruti semua permintaannya jika tidak, dia akan mengadu pada ibu, dan aku pasti akan dikirim keluar negri"
"Arrrggghhh sial!! "
Kembali pada Vicky
"Apa kau merindukan suamimu?? " Tanya Vicky saat melakukan panggilan video call dengan Nesa
"Haha pastilah, aku sangat merindukan suamiku, tapi aku tidak berani mengaktifkan ponselku, aku tahu Vino sudah menyadapnya"
"Aku akan mengabulkan permintaanmu Nona, aku akan memperlihatkan suamimu, sebentar.. "
"Jangan bersuara, .. "
"Maksud kaka apa?? "
Vicky membuka kamarnya lalu dia melihat Vino masih tertidur pulas karna efek minuman keras yang diminum sore hari
Vicky mengganti kamera depan menjadi kamera belakang, agar Nesa bisa melihat suaminya
Mata Nesa membulat, dia menutup mulutnya dengan satu tangan yang kosong
Vicky memberikan intruksi pada Nesa supaya diam dengan menggunakan jarinya yang ditempelkan di bibirnya
Nesa mengangguk, dia mengikuti instruksi dari Vicky
"Bangun! " Vicky menendang kaki Vino, lalu meletakkan ponselnya ke saku bajunya yang berada di sebelah kanan dadanya, sambil kameranya dia hadapkan ke Vino
"Bangun! mandi!! "
"Emmm, 5 menit lagi sayang!! " Vino menggeliat lalu memeluk bantal guling milik Vicky dengan erat, sekarang dia sedang bermimpi memeluk istrinya
Vicky yang jahil pun tersenyum, dia segera menarik bantal guling yang di peluk Vino dengan sedikit paksaan,
"Ish!! " Decak kesal Vino
"Kau! kau menganggu tidur ku!! " Vino melempar bantal yang berada di atasnya kearah Vicky
"Pergi!!! aku suruh pergi ya pergi!! "
"Jangan mendadak menjadi tuli!!! "
Vicky langsung meninggalkan Vino sendiri di kamarnya, dia kembali duduk di sofa ruang tamu, lalu memegang ponselnya kembali
Vicky tersenyum saat melihat Nesa terpaku
"Ada apa? itu kelakuan suamimu yang sekarang.. "
"Kak, aku merasa bersalah, tidak seharusnya aku pergi, aku kan bisa berbicara baik-baik pada Vino.. "
"Aku salah kak.. " Nesa menunduk, dia merasa bersalah saat melihat suaminya kacau
__ADS_1
"Kamu tidak salah, dan menurutku, kamu tetap bersembunyi, aku ingin melihat seberapa besar cintanya padamu.. "
"Ta-tapi aku tidak sanggup jika melihatnya seperti itu kak, pantas saja Ayah membenciku.. "
"Aku ingin bertemu dengan Vino kak.. "
"Jika kamu bertemu dengan Vino, semuanya akan berubah Nes, kita belum tahu rencana Renata itu apa! dan kita juga belum tahu siapa yang ingin dijodohkan oleh Renata pada Vino,
" Aku harap kamu bisa bersabar,.. " Sambung Vicky kembali,
"Baiklah kak, tapi kamu harus berjanji denganku"
"Janji apa?? "
"Jaga Vino, aku titip Vino, dan beritahu aku jika terjadi apa-apa dengan Vino.. "
"Please, aku tahu, hubungan kalian baru saja membaik, tapi aku hanya bisa mempercayaimu.. "
"Jangan khawatirkan itu, sekarang kamu tidur, ini sudah malam.. "
"Beristirahatlah, aku tidak mau mendengar jika kamu sakit"
"Terimakasih kak.. aku matikan telfonnya"
Setelah panggilan itu terputus, tiba-tiba Selena menelfon Vicky dan tiba-tiba juga Vino keluar dari kamar Vicky
segera dia mengangkat telfon Selena, dia mengganti panggilannya menjadi panggilan video call
"Hai Sel.. " Sapa Vicky tersenyum sambil ekor matanya melihat Vino di layar ponselnya
"Apa itu Nesa? tadi aku sempat mendengar suara Nesa.. " Ucap Vino melirik sekilas tapi dengan cepat Vicky menyimpan ponselnya
"Sinih, aku ingin melihatnya, jika itu benar-benar istriku, aku akan habisi kamu!! " Ancam Vino sambil berusaha merebut ponsel yang berada di genggaman Vicky
"Selena! " Gumam Vino saat melihat siapa si penelfon di ponsel Vicky
Vicky tersenyum puas "Sudah aku bilang, dia bukan Nesa, mulai sekarang jauhkan sikap tidak percayamu terhadap istrimu, sampai istrimu pergi dari rumah saja kau tetap tidak mempercayainya.. "
"Aku doakan istrimu tidak akan kembali kepelukanmu, agar kau menyesal seumur hidup! " Ancam Vicky sambil merebut ponselnya yang berada di genggaman Vino
"Baru diancam saja sudah mematung, Vino Vino pantas saja ibumu memperalatmu dengan mudah, sikapmu yang seperti ini itulah yang disukai ibumu,.. " Batin Vicky sambil berjalan meninggalkan Vin yang masih mematung
"A-apa maksudmu Ky? aku mempercayai istriku.. " Vino mengikuti langkah Vicky kedalam kamarnya
"Sel, kau kan wanita, aku ingin bertanya boleh? " Ucap Vicky pada Selena, dia sengaja tidak menjawab pertanyaan dari Vino
"Apa yang mau kamu tanyakan? "
"Jika seseorang wanita sudah kehilangan kepercayaan pada suaminya, apa yang akan dilakukan? apakah meninggalkan pria itu termasuk cara terbaik?? " Sindir Vicky, Selena yang mengetahui arah pembicaraan pun tersenyum, dia mengangguk
"Mungkin cara itu cara terbaik, pergi meninggalkan pria itu, untuk apa kita masih bertahan disamping pria yang sama sekali tidak mempercayai kita kan?
" Kita akan merasa sakit jika kita memaksakan bertahan.. "
"Hei!!! kalian sedang menyindirku!! "
"Sudah aku bilang, aku mempercayai istriku! " Kesal Vino dia duduk di ujung ranjang
"Apa aku sedang menyindir seseorang Sel? bukankah aku sedang bertanya pada mu?? " Tanya Vicky sambil tersenyum pada Selena
__ADS_1
"Ah benar sayang, tidak ada yang menyindir, lagi pula ini pertanyaan wajar, ya kan sayang.. " Kekeh Selena
"Hei kalian!! hentikan!! tidak pantas mengumbar kemesraan disaat ada seseorang yang sedang terluka hatinya.. " Vino semakin kesal, dia berjalan ke kamar mandi untuk mandi, bersyukur dia membawa baju dari rumahnya
"Hahahaha.. " Tawa Selena dan Vicky pecah bersamaan
"Apa dia sudah pergi?? " Tanya Selena yang masih tertawa
Vicky menganggukan kepalanya "Sudah"
"Terimakasih aktingmu sangat bagus, "
"Siapa dulu, Selena... Calon kekasih Vicky.. "
"Hahahaha.. " Mereka tertawa bersama
..................
"Ada apa denganmu? kenapa wajahmu seperti gelisah?? " Tanya Zeva pada Nesa
"Suamiku Zev, suamiku..
" Aku merasa bersalah, aku sudah meninggalkannya pada malam itu, sekarang dia keadaannya sangat kacau.. "
Zeva mengelus punggung temannya "Sabar, mungkin dia sudah menyesali perbuatannya"
"Apa kamu mau menemuinya?? "
Nesa menggelengkan kepalanya, "Aku masih merasakan sakit hati jika mengingat dia tidak mempercayai aku.. "
"Walaupun aku tahu, rasa cintaku lebih besar dari pada rasa sakit hatiku ini.. "
"Nes, setiap rumah tangga pasti ada cobaan, tidak selamanya rumah tangga akan bahagia, senang, roda akan berputar Nes, begitu juga dengan kebahagiaan dan kesedihan, mereka juga berputar.. "
"Mungkin Tuhan memberikan cobaan ini untuk menguji kalian, menguji cinta kalian, apa cinta kalian kuat atau memang harus berakhir ditengah jalan.. "
Nesa menatap wajah temannya seketika tangisnya pecah, dia memeluk Zeva dengan erat "Aku, aku sudah berusaha bertahan, sudah berusaha kuat, tapi kenapa cobaan itu selalu datang Zev,.. "
Zeva mengelus punggung Nesa dia menenangkan hati wanita yang sangat muda
"Percayalah padaku, kamu bisa melewati ini semua.. "
"Sudah jangan menangis, jika sudah tidak bisa dipendam kerinduanmu, maka temui suamimu, tidak baik kamu pergi berlama-lama, dosa Nes.. "
Nesa melepaskan pelukannya, dia menghapus air mata yang tiba-tiba menetes membasahi pipinya
"Aku dan kak Vicky sudah mempunyai rencana.. "
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
......... #Happy Reading😘#......