
"Ini Tuan.. " Sean menyerahkan 2 buku nikah milik Tuannya
Vino mengambil dan membuka buku itu lalu menutupnya kembali.
"Simpan, dan cepat pergi, urus pekerjaan mu, dan satu lagi,.."
"Jangan pernah memberitahukan masalah ini kepada siapapun termasuk kedua orang tuaku.. "
"Ba-baik Tuan... "
Sean pergi meninggalkan Vino sendirian dibalkon, dan dia melangkah melewati Rayhan dan Nessa yang sedang berbincang, Sean sempat memberi hormat kepada orang yang tengah duduk .
"Permisi Tuan, Nona... "
"Dimana Vino?? " Tanya Nesa yang melihat sekertaris suaminya sendirian
"Masih dibalkon Nona, maaf Nona, Tuan saya permisi.. " Mereka berdua hanya menganggukan kepalanya.
....
Vino segera mengecek ponsel istrinya melihat sebuah kebenaran didalamnya
"Apa ini, begitu banyaknya panggilan dari kakak Vicky? "
"Kakak?? " Gumamnya
Vino menscroll lebih dalam, ada beberapa notif pesan masuk
"Hei gadis kecil, mari kita bertemu kembali.. "
"Kenapa tidak mengangkat telfonku gadis kecil?? "
"Bolehkah aku memintamu membuatkan makanan seperti kemarin?? "
Vino mengepal erat ponsel yang sedang di genggamnya , matanya memerah, fikirannya tidak bisa berfikir jernih.
Prang.....
Ponsel dan vas bunga yang di dekat Vino terjatuh berserakan dan membuat Ayah serta menantu yang sedang berbincang terkejut,
"Vino.. " Teriak Nesa saat mendengar suara pecahan dari arah balkon..
Rayhan dan Nessa segera melihat, sampai di balkon mereka terkejut dengan beberapa barang yang sudah jatuh dan pecah, alangkah terkejutnya lagi saat Nessa melihat ponselnya sudah hancur
Vino menatapnya dengan tatapan nanar tapi terdapat aura kekecewaan yang mendalam, perlahan Nesa mendekat kearah suaminya,
"Jangan dekati aku.. " Ucapan Vino mampu membuat Nessa menghentikan langkahnya
"Ada apa Vin.. " Sekarang giliran Rayhan bertanya
"Bawa dia pergi dari hadapanku!! " Vino memberi intruksi kepada Rayhan untuk membawa Nesa pergi
"Hubby aku bisa jelaskan.. " Ucap Nesa yang sudah berkaca-kaca hatinya terasa sakit saat melihat suaminya mengusirnya
"Diam! Jangan panggil aku dengan sebutan itu! "
"Pergi!!! ".Usirnya dengan memalingkan wajahnya
Rayhan membawa Nesa pergi dari balkon, dia menyuruh Nessa kembali pulang ke rumahnya
" Lebih baik kamu pulang saja, biar Ayah yang berbicara kepada Vino.."
"Tapi Yah, pasti Vino sudah tahu dan dia menganggapku selingkuh dibelakangnya.. "
__ADS_1
"Percaya sama Ayah, Ayah akan mengatasi semuanya, jadi pulanglah, biar Ayah yang berbicara kepada Vino.. "
"Ayah... "
"Nes, tolong patuhi perintah Ayah... " Kali ini Rayhan memohon agar menantunya tidak keras kepala
Akhirnya Nessa menurut dia mengambil tasnya dan pergi dari kantor suaminya
"Biar Sean yang mengantarmu.. " Ucap Rayhan yang tidak tega
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri yah.. "
"Nak,.. "
"Ayah, aku bisa pulang sendiri.. " Nesa memohon kepada Rayhan
"Kemarikan ponselmu.. "
Nesa patuh, ia mengambil ponsel barunya di tas dan memberikan kepada mertuanya
Rayhan mencatat nomor ponselnya ke ponsel Nesa, setelah itu dia mengembalikannya
"Hubungi Ayah jika kamu sudah sampai rumah, dan hati-hati.. "
"Iya yahh, assalamu'alaikum.. " Nesa pamit dan menyalami mertuanya
"Walaikumsalam, hati-hati.. "
Nesa berjalan menjauh dengan perasaan kecewa, hatinya terasa sakit, dia tidak percaya Vino akan mengusirnya
Rayhan kembali ke balkon menemui putranya yang sedang terbakar amarah api cemburu.
"Masuk! Ayah ingin bicara!! " Rayhan berucap dengan tegas dan dingin
"Aku masih ingin disini! "
Akhirnya Vino menurut, ia masuk dan duduk di sebelah Rayhan
"Ada apa! " Tanya Rayhan yang pura-pura tidak mengetahui masalahnya
"Dia tega mengkhianati aku.. "
"Maksud kamu siapa? Istrimu?? "
"Siapa lagi wanita yang saat ini dekat denganku! "
"Darimana kau tahu?? "
"Sean yang mencari informasi, dan aku juga melihat pesan di ponsel dia.. "
"Lalu kau percaya begitu saja?? "
"Aku sudah melihat isi pesan dan beberapa foto yang cukup membuatku percaya.. "
"Jangan gegabah, dia gadis cantik dan polos,.. "
"Ayah membela dia! ingat anak Ayah aku! bukan dia! dan dia pantas mendapatkan hukum dariku! " Vino bangkit dari duduknya dan mengambil segelas air dingin untuk menenangkan pikirannya
"Jika tidak ada lagi yang ingin Ayah sampaikan, lebih baik Ayah pergi saja, aku sedang ingin sendiri! "
"Kamu belum mendengar penjelasan dari istrimu! dan mungkin foto yang sekertaris kamu berikan itu tidak seperti yang dipikirkan kamu.. "
"Minta maaf lah pada istrimu, beri dia waktu untuk menjelaskan semuanya, mungkin itu cara terbaik, daripada nanti kamu yang akan menyesal... "
__ADS_1
"Seperti Ayah yang pernah menyesal nak.. " Batin Rayhan
"Aku tidak akan menyesal, dia yang memulai duluan, aku hanya mengikuti permainannya.. "
"Cukup Vin! kamu sudah dewasa, bicarakan masalah ini secara dingin! "
"Sekarang kejar istrimu, dia pasti belum jauh dari sini.. " Sambung Rayhan kembali
"Memang Dia pergi kemana?dan untuk apa aku harus mengejarnya, paling juga dia bertemu dengan selingkuhannya"
"Cukup Vin!, jika memang benar dia bertemu dengan selingkuhannya apa kamu rela, sesuatu yang telah menjadi milikmu disentuh oleh pria lain hah!! "
Prangg.....
Gelas ditangan Vino terjatuh, tangannya mengepal erat, emosi yang sudah mereda kini kian memuncak karna ucapan Ayahnya
"Sesuatu yang sudah menjadi miliku, akan tetap menjadi miliku, sebelum aku membuangnya, tidak ada yang boleh memungutnya!! " Geram Vino
"Kemana dia!! " Sambungnya
"Ayah menyuruhnya pulang..."
"Mungkin sekarang dia sedang menangis disepanjang jalan karna ulahmu.. "
"Haha paling juga air mata palsu, untuk menutupi kebohongannya.. "
"Diam! jangan pernah menghina istrimu seperti itu!! "
"Seharusnya kamu menjadi suami jangan berbuat sekasar tadi, apalagi sampai dia menangis, ingat istrimu masih kecil, dia pasti sangat ketakutan dengan sikapmu, .. "
"Cukup Yah!! Dia sudah mengkhianati aku tapi Ayah masih membelanya, memang apa yang Ayah tahu hah!! "
"Jagan etika dan sopan santunmu di depan orang tuamu! "
"Bagaimana aku bisa menjaga sopan santunku kepada seseorang yang sudah membela orang yang bersalah.. "
"Jika dia bersalah, tegurlah, memang selama ini kamu sudah menjaga dia dengan baik?? "
"Tidak, aku bahkan menyibukkan diriku di kantor, dan pulang larut malam,.. " Batin Vino
"Asal kamu tahu tadi istrimu menceritakan semuanya kepada Ayah, dan aku melihat kejujuran dimatanya jadi, kejarlah dia.. "
"Apa kamu tidak kasihan? Melihat istrimu lelah karna berjalan kaki atau kam.. "
"Aku akan mengejarnya, dan Ayah tolong urus perusahaan ku sebentar.. " Vino langsung menyambar kunci mobilnya, ia panik saat mengetahui istrinya pulang jalan kaki,
"Suami macam apa aku ini, membiarkan istriku jalan sendiri.. " Gumam Vino yang berlari menuju parkiran mobil, karyawan yang melihat pun tidak berani bertanya
..........
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.....