
"Bagaimana keadaan ibu saya dok!? " Tanya Vino saat dokter keluar dari ruangan ICU
"Maaf, ibu anda terkena stroke total, seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi, hanya jalan satu-satunya ibu anda harus mengikuti terapi"
"Dan wanita yang bersama ibu anda baik-baik saja, hanya luka lecet dan shock saja, "
"Mungkin sebentar lagi pasien sadar"
"Terimakasih dok, " Ucap Nesa, dia mewakilkan suaminya berterimakasih
"Sayang, ibu stroke, dia tidak bisa berjalan" Tubuh Vino terasa begitu lemas, dia masuk kedalam ruangan ibunya bersama Nesa dan Anton,
Wanita paruh baya yang sedang tertidur di ranjangnya dengan selang infus menancap di punggung tangannya, lalu tak lupa dengan selang oksigen dihidungnya
Perlahan Vino mendekati Renata, dia duduk dikursi samping ranjang, tangannya terulur mengenggam tangan ibunya
"Ibu bangun"
"Ibu pasti kuat" Ucapnya sambil meneteskan air mata, Nesa sebagai istri hanya bisa mengelus punggung suaminya, dia menatap nanar ibu mertuanya
"Apa yang dikatakan Alex benar, jika target utama ibu," Batin Nesa yang tiba-tiba teringat dengan ucapan Alex
"Hubby, Kira-kira siapa perempuan yang bersama ibu? " Tanya Nesa, dia ingin memastikan bahwa pikirannya salah
Vino menghapus air matanya lalu menjawab ucapan istrinya "Apa itu Bella? " Tanya Vino kepada istrinya
"Aku akan membuka kordenya agar kita bisa melihat siapa perempuan itu, kamu tunggu disini, jagain ibu" Ucap Nesa yang diangguki Vino
"Biar aku temani"
Nesa menatap Vino dia meminta persetujuan dari suaminya, bagaimanapun dia tidak enak dengan suaminya, walaupun yang menemaninya sepupu suaminya sendiri
"Biarkan saja Anton menemanimu Nes" Ucap Vino yang mengerti arti tatapan sang istri
"Iya by,"
"Ayo dok, " Ajak Nesa,
perlahan dia membuka tirai pembatas antar pasien lain, dan perlahan membuat Vino dan Nesa gelisah dengan pikirannya sendiri
Degg..
Mereka bisa melihat Bella terbaring tidak sadarkan diri, perlahan Nesa mendekat, dia melihat wajah Bella
"Kamu cantik, tapi kenapa kamu terobsesi dengan suamiku? apa tidak ada pria lain di dunia ini, banyak pria lain yang memiliki kesempurnaan diatas Vino, tapi kenapa harus Vino, dan apa dalang kecelakaan ibu mertuaku karna ulahmu? aku tidak akan biarkan orang lain mencelakai keluargaku, walaupun ibu jahat padaku, tapi dia ibu dari suamiku yang artinya ibuku juga," Batin Nesa sambil menatap wajah cantik Bella, tangannya sudah mengepal erat dibawah ranjang Bella
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya, kenapa istri Vino menatap wanita ini dengan penuh emosi, apa kecelakaan ini di sengaja atau mereka mempunyai dendam? " Batin Anton sambil menatap Nesa dan Bella bergantian
Dirogohnya ponsel Nesa ditasnya, Nesa mencari kontak Alex, mau bagaimanapun Alex harus tahu bahwa adiknya mengalami kecelakaan
"Sedang menelfon siapa? " Tanya Anton yang tak mengerti dengan situasi ini
Nes tersenyum, dia meMenempelkan salah satu jarinya di bibirnya, dia memerintahkan Anton untuk diam, karna telfonnya sudah diangkat oleh Alex, dari kejauhan terlihat Vino menatap istrinya,
"Hallo Tuan, saya hanya ingin memberitahukan bahwa adik anda baru saja mengalami kecelakaan,"
"A-apa! lalu bagaimana keadaannya, dan dirumah sakit mana adiku dirawat? " Tanya Alex yang sudah cemas, bahkan dia meninggalkan meeting yang sangat penting
"Anda tidak usah khawatir, adik anda tidak mengalami luka berat, dan mungkin sebentar lagi adik anda akan sadar, saya hanya ingin memberitahukan ini saja"
"Dan aku akan sharelok rumah sakit ini"
Nesa mematikan telfonnya, dia mengirim pesan pada Alex lalu menutup tirai pembatas kembali, dia dan Anton berjalan duduk disofa
"Aku sudah menghubungi Alex by, dia akan kesini" Ucap Nesa saat tatapan penasaran suaminya terlontar padanya
"Iya sayang" Vino berusaha semaksimal mungkin tersenyum pada istrinya
"Apa ini yang dibicarakan Alex, target utama adalah ibu" Gumam Vino dari dalam hatinya, dia merasakan jika ucapan Alex benar
"Ada yang tidak beres, aku mencium bau-bau rahasia, aku harus cari tahu ini" Sambungnya kembali
"Nes, Vin, aku kembali ke ruanganku ya, ada beberapa jadwal operasi, aku harus mempersiapkan diriku" Ucap Anton yang langsung berdiri keluar ruangan ICU
Setelah kepergian dokter Anton tiba-tiba Renata menggerakkan salah satu jarinya dengan lemah,
lalu tak lama kemudian dia membuka matanya, seluruh tubuhnya terasa kaku, bahkan dia sangat kesulitan untuk berbicara,
"Ibu sudah sadar bu" Tanya Vino, dia mengecup kening Renata berulangkali sambil mengucapkan rasa syukur
Dan Nesa hanya melihat interaksi kedua orang itu dari sofa, dia takut untuk mendekat, dia takut jika dia mendekat akan membuat Renata drop kembali
"Ibu mau minum? " Tanya Vino yang diangguki oleh Renata
............
Di sebuah perusahaan Vicky, terlihat Vicky sangat fokus dengan pekerjaannya,
"Ky, ada kabar bagus" Ucap Rain yang masuk kedalam ruangan bossnya tanpa mengetuk pintu dahulu
"Bisa tidak, jika mau masuk ketuk pintu, ini bukan dirumah ataupun di apartemen, bagaimana jika ada karyawan lain yang meniru tindakanmu ini, kau ini contoh bagi mereka Rain"
__ADS_1
"Maaf Tuan Vicky, aku akan mengulangi lagi" Rain berjalan keluar ruangan lalu mengetuk pintu ruangan Vicky dan masuk kedalam
"Sudah puas kan! " Sambungnya sambil mendekat kearah Vicky,
"Coba lihat ini, anak buahku berhasil menemukan ini" Ucap Rain memberikan sebuah video kecelakaan pada Vicky
Vicky menutup laptopnya lalu mengambil ponsel sekertarisnya, dia melihat dengan teliti"Ini hanya video kecelakaan, apa gunanya untukku"Gerutu Vicky, dia menyerahkan ponsel itu pada pemiliknya
"Ish, coba lihat korbannya," Rain menyodorkan ponselnya kembali pada Vicky, dan memaksa Vicky untuk melihat video itu kembali
Mata Vicky membulat sempurna saat melihat Renata bersimpuh darah
"I-itu bukannya si pembunuh? "
"Apa yang terjadi? " Tanya Vicky penasaran, dia mengulang lagi video itu untuk memastikan wanita yang bersimpuh darah
"Iya, dia kecelakaan, aku tidak tahu apa yang menyebabkan dia kecelakaan tapi menurut anak buahku, mobil yang dikendarai ibunya Vino mengebut dijalanan dengan ugal-ugalan"
"Apa dia sendiri? atau bersama seseorang? " Tanya Vicky lagi
"Menurut keterangan anak buah saya, korban didalam mobil itu terdiri dari 2 orang, salah satunya ibunya Vino"Jawab Rain
" Lalu siapa satunya lagi? "
"Aku tidak tahu ky, mungkin saja sopir atau teman ibunya Vino"
"Kebiasaan memberi informasi setengah-setengah, sudah sanah pergi, urusi saja pekerjaanmu, jangan menajdi ratu gosip dadakan" Usir Vicky dengan mengibaskan tangannya
"Giliran udah dapat untung, aku dicampakan, sebenarnya aku ini sahabat kamu atau bukan si! " Gerutu Rain sambil berjalan keluar ruangan sesekali dia menendang sofa diruangan Vicky
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.......
__ADS_1