
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, dan Nesa baru saja terbangun dari tidurnya karna Alex tak sengaja membuat keributan dengan Anton
"Bolehkan aku menjaganya," Ujar Alex pada Anton
"Kecilkan suaramu, Nesa akan terbangun dari tidurnya"
"Apa yang kalian ributkan" Ucap Nesa saat matanya melihat Anton dan Alex sedang bertengkar
"Kau sudah bangun? " Tanya Alex dan Anton bersamaan, mereka langsung menghampiri Nesa
"Aku akan menjagamu malam ini" Alex mengeluarkan pendapatnya cepat, sebelum Anton berbicara, bahkan Alex tak memperbolehkan Anton untuk berbicara pada Nesa
"Tapi kak, aku tidak memperbolehkanmu, aku wanita yang sudah bersuami, tak pantas jika aku ditunggu oleh seorang pria yang masih lajang" Tolak Nesa membuat Anton tersenyum bahagia
Melihat Anton tersenyum mengejek, Alex langsung mengeluarkan beribu alasannya
"Tapi bagaimana jika kamu membutuhkan sesuatu? apa kamu sudah menelfon suamimu? apa kamu sudah memberitahukan keadaanmu yang harus dirawat dirumah sakit? "
"Sebelum suamimu datang, aku akan tetap disini menjagamu," Jawab Anton tak ingin dibantah
"Kak, sebaiknya kaka pulang, ada suster dan banyak dokter yang akan menjagaku disini, terimkasih terimkasih kaka sudah mau membantuku hari ini, dan oh iya ka, bisa ambilkan dompet di tasku, aku harus membayar roti dan minuman yang kaka belikan tadi pagi"
"Sejak kapan aku menjadi miskin! uangku masih banyak, dan aku ikhlas membelikan makanan itu untukmu"
"Jangan difikirkan lagi, sekarang aku harus menyuapi kamu makan malam" Ucap Alex menggulung lengan kemejanya lalu mengambil makanan yang sudah di letakan di atas meja
"Biar dokter Anton saja yang merawatku, lebih baik kaka pulang" Tolak Nesa halus, tapi ucapannya seakan tidak di dengar oleh Alex, membuat Anton maju menghampiri Alex
"Kau dengar apa yang diucapkan oleh Nesa, dia tidak mau di rawat olehmu" Ujar Anton
"Hei!! dokter abal-abal, jam kerjamu sudah habis, lebih baik kau pulang, cuci kaki dan tanganmu jangan lupa gosok gigi lalu tidur, siapkan dirimu untuk hari esok, siapa tahu hari esok kau mempunyai banyak pasien yang bisa menguras tenagamu" Gerutu Alex yang mendorong tubuh Anton agar menjauh darinya
Melihat Alex yang bersikukuh, akhirnya Nesa memberikan izin untuk Alex merawatnya dan meminta dokter Anton untuk pulang kerumah, perkataan Alex pada dokter Anton memang benar, pasti seharian bekerja mengecek banyak pasien sangat melelahkan
"Biar kak Alex saja yang menemaniku, dokter Anton kau bisa bisa pulang, apa yang diucapkan kak Alex ada benarnya juga"
"Kau yakin Nes, tak apa jika aku menemanimu disini bersama Alex" Ucap Alex sambil mengecek infus Nesa yang hampir habis
"Tak apa dok, lagipula kak Alex tidak mungkin macam-macam denganku, inikan dirumah sakit"
"Tapi, jika kejadian dulu dipesta terulang kembali bagaimana?? "
__ADS_1
"Dia sangat liar, apalagi kau sedang terbaring lemah di kasur, sangat mudah baginya untuk melakukannya" Anton berusaha menakut-nakuti Nesa dengan mengingatkan kejadian pesta dulu
Mata Alex melotot, dia benar-benar kesal dengan teman yang satu ini, wajahnya yang baru saja gembira menjadi garang, apalagi saat melihat ekspresi Nesa yang terlihat percaya pada ucapan Anton
"Jangan percaya Nes, dia suka membuat cerita, aku tidak pernah seperti itu" Bela dirinya sendiri
"Tidak pernah bagaimana? Nesa kan pernah menjadi korbanmu"
"Ya sudah kalian berdua pulang saja"
"Aku akan meminta tolong pada dokter Anton untuk menyuruh suster berjaga menemaniku disini"
..... ... ..
Sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan Vino sedang uring-uringan di dalam kamar, tak henti-hentinya Vino memandang ponsel dan jam dindingnya berharap ada kabar dari istrinya
"Kamu kemana Nes," Gumam Vino mondar mandir, diusapnya wajahnya dengan kasar
Brakk
Vino menutup pintu kamarnya dan berjalan menuruni tangga, dia berniat untuk menunggu kepulangan istrinya di ruang tamu
Waktu terus berputar, jarum pendek sudah menujukan pukul 10 malam dan Nesa belum kembali kerumah, perasaan Vino semakin cemas, seharusnya tadi dia tidak mengizinkan istrinya untuk mengendarai mobilnya sendiri
"Hallo! apa Nesa masih dikantor! " Ucap Vino saat panggilannya sudah terhubung oleh Vier
"Maaf Tuan, Nona Nesa hari ini tidak datang ke kantor, saya fikir Nona Nesa masih sakit, bahkan beberapa dokumen dan meeting penting saya tunda" Ucap Vier membuat jantung Vino terasa sakit
Tut..
Vino memutuskan panggilan telfonnya, tubuhnya melemas saat mengetahui bahwa istrinya tidak masuk kantor, ke khawatirannya semakin menjadi, dia takut jika terjadi sesuatu pada istrinya karna keadaan istrinya yang belum terlalu membaik
Disambar jaket serta kunci mobil yang sudah disiapkan Vino diatas sofa,
"Vin, mau kemana? " Tanya Selena saat baru saja keluar dari kamarnya, dia berniat mengambil minum
"Aku harus pergi, aku titip rumah, dan hubungi aku jika Nesa sudah kembali kerumah" Ucap Vino berlari keluar rumahnya
"Vin!! " Teriak Selena tapi tak di dengar oleh Vino
Vino langsung masuk kedalam mobil dan menancap gas pelan, berharap dia cepat menemukan Nesa, disetiap perjalanan Vino sesekali melirik kanan dan kiri, dia juga sempat menghubungi sekertarisnya untuk mencari keberadaan Nesa,
__ADS_1
Terfikir dalam ingatan Vino, saat dulu Nesa kabur, segera Vino menancapkan gassnya full
Membutuhkan waktu cukup lama untuk Vino sampai kedepan toko bunga yang dia harap istrinya ada disana
Toko bunga yang sudah tutup membuat Vino semakin frustasi
"Aahhh siall!! kenapa harus tutup! " Pekik Vino menendang tong sampah yang sudah sedikit berkarat di depan toko bunga itu
Zeva, yang masih berada di dalam toko pun mendengar suara tong sampah yang menggema, seketika dirinya takut, baru saja dia menonton televisi dikabarkan maraknya maling di daerah sekitarnya
"Mobilku masih diluar, bagaimana jika yang diluar mau maling mobilku" Pekik Zeva langsung mengambil balok kayu yang ada disekitarnya
Melihat ada sebuah mobil yang terparkir membuat Vino tertarik untuk mendekatinya, berharap ada orang di dalam mobil tersebut
Vino perlahan mendekat dan terus mendekat, di satu sisi Zeva sudah keluar dan melihat seorang pria yang sedang mendekati mobilnya, di pegangnya balok kayu itu
Perlahan tapi pasti Zeva mendekati pria tersebut, tubuhnya yang tertutup jaket membuat Zeva tak mengenali Vino
"Tok.. tok.. "
Vino mengetuk lalu melihat dalam mobil melalui kaca mobil
Tak sengaja Vino melihat seseorang dibelakangnya sambil memegang balok kayu, membuat Vino mengangkat tangannya
"Turunkan balok kayu itu" Titah Vino tapi ddihiraukan oleh Zeva
"Kau maling yang selama ini meresahkan warga sini yah!! " Pekik Zeva membuat mata Vino membulat
.
..
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
....... #Happy Reading😘# ....