Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 42- Perkebunan


__ADS_3

"Bagaimana Sean? " Tanya Vino yang sudah berada di depan ruangannya


"Ayah anda berada di dalam dan masih menunggu anda Tuan.. " Sean menunduk dia tidak berani menatap wajah bossnya yang sedang kesal


"Bukankah aku sudah memperingatkan kamu, untuk mengusirnya, aku sedang tidak ingin melihat wajahnya.. "


"Maaf Tuan, saya sudah memperingatkan dia tetap tidak bertahan.. "


Vino mengabaikan ucapan sekertarisnya, dia masuk kedalam ruangannya, lalu dia bisa melihat Ayahnya sedang duduk di sofa


"Vin.. " Rayhan bangkit dan menghampiri anaknya


"Jangan mendekat, .. " Pergerakan Rayhan terhenti


"Ada apa anda menemui saya.. " Kali ini nada Vino tidak selembut biasanya, bahkan dia memanggil Ayahnya dengan sebutan Anda.


"Kamu masih marah pada Ayah?? "


"Maaf saya sedang sibuk, lebih baik Anda pergi dari sini.." Vino melangkah kakinya dan duduk di kursi kebesarannya


"Ayah tidak akan pergi, sebelum Ayah menjelaskan semuanya kepadamu.. " Rayhan memberanikan diri melangkah menuju anaknya yang sudah duduk dikursi kerjanya


"Beri waktu 10 menit untuk menjelaskan semuanya" Sambungnya lagi lalu duduk di hadapan putranya


Vino hanya diam, dia melepaskan jasnya lalu menatap laptopnya, dia seakan tuli dan tidak menganggap kehadiran Rayhan


"Ibumu terlalu egois.. " Kata-kata Rayhan mampu membuat jari Vino yang sedang mengetik di keyboardnya terhenti seketika


"Ibumu sudah berani selingkuh dibelakang Ayah.. " Lagi-lagi Vino mendengar kebenaran yang di selama ini mereka tutupi


"Lalu untuk apa anda menceritakan ini pada saya??"


"Vin, Ayah tidak ingin ada kesalahpahaman antar kita..."


"Lalu??"


"Apakah anda puas setelah menceritakan dan membalas semua ini.. " Jari Vino masih bermain di keyboardnya, pandangannya pun masih tertuju oleh beberapa data di layar laptopnya


"Ayah, Ayah tidak pernah mengkhianati ibumu Vin.. "


Vino tersenyum simpul saat mendengar perkataan Rayhan yang membela dirinya sendiri


"Sudahlah, aku masih banyak urusan, lebih baik anda pergi.. "


"Dan satu lagi, saya hanya mengingatkan saja, semua perbuatan akan ada resikonya, jika istri anda salah seharusnya anda menegur dan mendidiknya agar tidak hilang arah, bukan membalasnya dengan perbuatan yang sama.. "


"Pergilah,.. "


Setelah berbicara pada Rayhan, Vino menelfon sekertarisnya untuk menanyakan perihal pekerjaannya yang sempat tertunda


"Apa ada meeting hari ini?? "


"Meeting sudah diwakilkan dengan Ayah anda Tuan.. "


Vino melirik sekilas Ayahnya lalu bertanya " Lalu? "


"Kita akan mengunjungi rumah sakit permata, sesuai perintah Tuan, hari ini jadwal Tuan tidak terlalu padat.."


"Rumah sakit?? " Batinnya

__ADS_1


"Baiklah, kita akan pergi sekarang.. "


Telfon itu terputus, dan Vino segera memakai jasnya


"Jika anda tetap ingin disini silahkan, saya ada urusan mendadak.. "


Vino pergi dan melangkah keluar ruangan, di depan sudah ada sekertaris Sean yang sudah menunggu


............


Di negara lain, seorang wanita sedang berpesta ria bersama teman-temannya, dia menghabiskan waktu berliburnya untuk bersenang-senang,


"Jadi kamu kembali lagi dengan Vino? " Tanya salah satu temannya


"Tidak, dia sudah menikah, secepat itukah dia melupakanku hahaha.."


"Lalu, untuk apa Vino memberikan paket liburan ini padamu??? "


Selena hanya mengedikan bahunya, lalu dia memakan makanan yang sudah dipesannya


"Bukannya kamu masih mencintai Vino sel?? " Siva bertanya pada Selena


"Iya, tapi Vino yang sekarang dan dulu sudah berbeda, aku sampai tidak mengenali Vino yang sekarang, dan kalian tenang saja, aku sudah mempunyai pasangan baru, dia juga mempunyai kekayaan yang tidak kalah banyak dengan Vino hanya saja sikapnya hampir sama dengan Vino.. " Curhat Selena pada teman-temannya


"Siapa dia?? "


Semua teman-temannya merasa penasaran dengan kekasih Selena yang baru


"Jika ada waktu, aku akan bawa dia kesini dan ku kenalkan pada kalian, sekarang mari kita bersenang-senang, habiskan sisa liburan ini dengan bahagia!!!! "


"Hahaha... "


.........


Kini Nesa sudah berdiri di depan pintu rumahnya, dia menghirup banyak-banyak udara,


"Aku kembali, aku kembali.... " Gumamnya


Pintu terbuka dan Nesa melihat setiap sudut ruangan yang sedikit berdebu, dia masuk ke kamarnya untuk mengambil beberapa barang juga foto yang masih di rumah itu


"Semuanya akan menjadi kenangan yang slalu aku kenang dalam hati.."


Flashback on


"Aya Ibu, aku berangkat ke sekolah dulu.. "


"Kamu melupakan sarapanmu nak.. " Teriak sang Ayah pada putrinya


"Ibu sudah buatkan aku bekal makanan, dan aku akan memakannya di sekolah nanti.. " Teriaknya yang berada di atas sepedanya


"Nesa pamit, assalamu'alaikum.. "


"Walaikum salam.. "


"Anakmu sudah terbiasa makan di sekolah.. " Kini Ibu Nesa berbicara sambil mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya


"Semoga dia selalu hidup bahagia... "


"Iya, semoga saja dia selalu diberikan kebahagiaan, dan kita sebagai orang tua hanya bisa mendukungnya.. "

__ADS_1


Flashback off


Nesa membawa beberapa barang dan foto yang masih tertinggal dirumah lamanya, dia menyuruh pak Diman untuk membantu memasukan dalam mobil.


"Pak, kita ke perkebunan.. " Nesa memberi perintah kepada pak supir setelah selesai memasukan beberapa barang


"Baik Nona, .. "


Pak Diman segera membuka pintu mobil untuk majikannya


"Silahkan... " Sambungnya kembali


Nesa segera masuk kedalam mobil dan sesekali dia membalas pesan dari suaminya


Pak Diman masuk kedalam mobil dan meminta majikannya Memberitahu lokasi perkebunan yang dimaksud Nesa,


Nesa menunjukan arah perjalanan ke perkebunan, tak lama bagi Nesa untuk menciptakan ke akraban mereka, sesekali pak Diman tertawa saat Nesa menceritakan kenangannya dulu.


Setelah menempuh waktu 10 menit mereka telah sampai di sebuah perkebunan yang luasnya puluhan hektar, Nesa bisa melihat karyawannya yang sedang bekerja dari dalam mobil


"Aku merasakan kebahagiaan saat mereka bahagia.. " Ucapnya yang masih didalam mobil,


Pak diman tersenyum saat mendengar penuturan majikannya yang sangat mulia


"Apa Nona akan turun?? " Tanya pak Diman yang diangguki Nesa


"Aku akan turun untuk memantau mereka, walaupun sudah ada orang kepercayaan Vino yang sudah menjaga perkebunan ini tapi aku akan tetap memantaunya.. "


Lagi-lagi pak Diman tersenyum, dia sangat bahagia Tuan Vino bisa mendapatkan istri yang berhati malaikat seperti Nesa,


Pak diman segera turun dan membuka pintu mobil untuk majikannya


"Silahkan Nona.. "


Nesa turun dari mobil dan dia berjalan mengitari perkebunan itu, sesekali dia berbicara dengan karyawannya, sikapnya yang rendah hati, membuat semua karyawan menghormati dirinya


Drttt.. Drtttt


Tiba-tiba ponsel Nesa berbunyi, dia bisa melihat nama suaminya diponselnya


"Iya hubby.. "


"Kau sedang apa sayang?? Jangan lupa untuk makan siang,... "


.


.


.


.


.


Hay gaes, maaf baru up


Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite,, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


........ #Happy Reading😘#.........


__ADS_2