Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 143-Kembali ke rumah


__ADS_3

"Bagaimana kalau kita membawa Revan kedalam kamar kita by? Aku tidak mau meninggalkan Revan sendiri dikamarnya" Tawar Nesa sambil berjalan di samping suaminya


"Tapi, istirahat mu akan terganggu sayang, dan juga ada Bibi yang akan menemani Revan, aku tidak mau kamu drop lagi"


"Tapi, aku pengin Revan tidur di kamar kita sampai Selena pulang, aku kasihan pada Bibi, dia sudah menjaga Revan semalaman dan pasti Bibi juga cape, please hubby"


"Baiklah, tapi kalau baby Revan mengganggu istirahat mu, aku akan panggil Bibi untuk membawa Revan ke kamarnya"


"Iya" Jawab Nesa tersenyum senang,


......................


Kini Selena sudah sampai di kota Jakarta, dia berterimakasih pada suami bu sisi yang mau mengantarkan dia ke kota ini,


"Terimakasih pak" Ucap Selena saat turun dari pick up yang membawa sayur dan buah


"Sama-sama mbak, oh iya..rumah mbak dimana? Biar saya antar sampai depan rumah mbak? "


"Tidak usah pak, rumah saya sudah dekat dari sini, sekali lagi saya berterimakasih pada bapak dan bu sisi karna sudah mau membantuku,"


"Apa bapak mau mampir dulu ke rumah saya, eh maksud saya kerumah adik ipar saya" Ucap Selena yang menawarkan suami ibu sisi mampir


"Hehe tidak usah mbak, saya harus mengantarkan sayuran dan buah ini, bisa dipecat saya jika terlambat"


"Kalau begitu saya pamit dulu, mbaknya hati-hati" Jawab suami ibu sisi yang langsung menyalakan mesin mobil pick up nya


"Terimakasih pak" Teriak Selena saat mobil sudah berjalan, lalu dia berjalan menuju kompleks rumah Vino, beruntung sebelum dia kembali ke Jakarta, Selena sempat meminta topi untuk menutupi wajahnya


Berjalan cepat adalah jalan terbaik, jika berlari dia takut ada anak buah yang kemarin menyekapnya,


"Aku harus sampai, semoga saja tidak ada orang-orang kemarin, aku tak mau ditangkap lagi" Gumam Selena sambil berjalan dengan cepat, kompleks yang sepi membuat Selena selalu waspada


Di sebuah desa terpencil, sekertaris Sean beserta anak buahnya sedang mencari keberadaan Selena


"Titik terakhir ponsel Tuan Rayhan ada di hutan ini, cepat cari! dan temukan orang yang ada difoto ini, "


"Baik boss"


Setelah mendapat intruksi dari sekertaris Sean, mereka semua bubar dan masuk kedalam hutan


Sebelum sekertaris Sean ikut masuk kedalam hutan, dia mendapat telfon dari Vino


"Hallo Tuan" ucap Sean saat panggilannya sudah terhubung


"Apa kau sudah berhasil menemukan Selena?"


"Belum Tuan, saya baru sampai di hutan dan saya mau masuk mencari keberadaan Nona Selena"


"Cepat bodoh! cepat temukan Selena, kau jangan kembali sebelum selena di temukan! ingat itu! "

__ADS_1


"Aku takut Selena dibunuh oleh Ayahku"


"Baik Tuan, saya akan mencari Nona Selena sampai ketemu,"


"Bagus, kabarkan padaku setiap ada perkembangan"


"Ba- tut...tut.." Ucapan sekertaris Sean terputus saat mendengar suara ponsel dimatikan


"Selalu saja seperti ini," Gerutu Sean yang memasukan ponselnya kedalam saku lalu berjalan masuk kedalam hutan,


Semakin masuk kedalam hutan semakin susah untuk mendapatkan sinyal, sampai dimana Vino memberi kabar untuk sekertarisnya tapi tak bisa


"Bagaimana? apa kamu sudah bisa memberi kabar sekertarismu?" Tanya Selena yang baru saja sampai dan duduk di ruang tamu


"Dia tak bisa dihubungi, biarkan saja, jika lelah pasti dia akan kembali" Jawab Vino yang berjalan lalu duduk di depan Selena


"Apa yang terjadi? " Sambungnya lagi


Selena melihat setiap sudut ruangan "Dimana putraku, apa dia membuatmu kewalahan? dan kenapa kau disini, bukankah kau berada dirumah sakit untuk menjaga Nesa? " Tanya Selena lagi


"Putramu ada dikamar bersama Nesa, dan Nesa baru saja pulang dari rumah sakit, sekarang jawab pertanyaanku, kenapa bisa sampai seperti ini? "


"Apa yang terjadi"


Selena menghirup nafas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya pelan "Aku diculik dan di sekap di tengah hutan"


"Huh! lain kali jika mau pergi hubungi saja Sean atau lainnya "


"Jangan sendiri seperti kemarin," Tegur Vino membuat Selena merasa bersalah atas sikapnya yang ceroboh


"Maafkan aku Vin, aku sudah menambah beban untukmu, dan aku sudah melakukan kesalahan yang fatal, sekali lagi aku minta maaf" Ucap Selena sambil menundukan kepalanya


"Ya sudah, apa kau tahu orang yang menyekapmu seperti apa? dan apa itu suruhan dari-" Ucapan Vino terhenti, dia tak ingin melanjutkan ucapannya


"Suruhan siapa Vin? cepat katakan?"


"Ciri-ciri orang yang menyekapku itu ya pria yang sudah berumur, udah itu saja,"


"Tidak-tidak, jangan dibahas lagi, lebih baik kamu temui putramu, ASI dikulkas juga sudah habis lebih baik kau menyiapkan ASI mu untuk putramu"


"Vin, tolong kasih tahu aku! siapa dalang dari penculikanku! aku akan membalas semuanya"


"Aku tidak bisa bayangkan jika aku dilecehkan oleh pria tua itu, sangat menjijikan! " Jawab Selena sambil mengepalkan tangannya erat,


"Lupakan, aku harus kembali menghubungi Sean, kasihan dia ditengah hutan"


"Lebih baik kamu bersihkan dirimu dan temui putramu di kamarku" Titah Vino yang diangguki pasrah Selena


Selena berjalan kembali ke kamarnya, dia berniat membersihkan dirinya lalu menemui putranya, sehari berpisah dengan putranya serasa satu tahun, waktu yang berjalan begitu lambat

__ADS_1


Setelah 30 menit membersihkan dirinya, kini Selena sudah selesai dengan ritual mandinya, dan dia sekarang sudah siap bertemu dengan putranya


Sebelum keluar kamarnya, Selena memandangi foto Vicky yang dipajang di atas meja riasnya, diraihnya foto Vicky yang berukuran kecil


"Ky, aku merindukanmu, aku merindukan semua tentangmu, aku merindukan suaramu," Gumam Selena lalu meletakkan foto itu ke atas meja dan berjalan keluar kamar.


Setelah berada didepan pintu kamar Nesa, Selena langsung mengetuk pintu kamar Nesa


Tok.. Tok... Tok...


"Nes" Panggil Selena lirih, dia takut membangunkan wanita dan putranya yang sedang tertidur di kamar


Tokk.. Tokkk.. Tok...


"Nesa" Panggil Selena lagi,


Krek, pintu dibuka oleh Nesa, dia berjalan menyuruh Selena untuk masuk kedalam kamarnya sambil mengucek mata karna terganggu tidurnya


"Sel" Gumam Nesa yang baru sadar saat melihat keberadaan Selena


"Kau tidak apa-apakan? aku dengar dari Vino kalau kau hilang" Sambungnya lagi


"Aku tidak apa-apa Nes, oh iya aku kemari karna mau mengambil putraku"


"Pasti dia sangat merepotkanmu, maafkan aku ya"


"Tidak perlu meminta maaf, Revan sama sekali tidak merepotkanku, justru aku senang dengan kehadirannya"


"Sekali lagi terimakasih Nes, " Selena menghampiri putranya lalu menggendongnya pelan.


"Maaf aku sudah menganggu tidurmu" Ucapnya lagi sebelum keluar dari kamar Nesa


"Santai saja"


.


.


.


.


.


Hay gaes Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)


...... #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2