
"Vicky yang memintaku, dia takut jika tidak bisa datang"
"Tapi aku tidak mau, aww"
Sudah setengah jam berlalu dan pembukaan sudah pembukaan 10, kini Selena siap untuk melahirkan, tidak ada tanda-tanda kedatangan Vicky, dan Selena sudah dipindahkan ke ruang persalinan
"Ya Tuhan aku harap, Vicky bisa datang dan menemaniku " Batin Selena, dia meminta dokter untuk menunggu suaminya 5 menit lagi
Dari kejauhan Vicky yang baru sampai di depan rumah sakit pun langsung berlari, dia meminta suster memberi tahu ruangan persalinan istrinya
"Tuan lurus saja, " Ucap suster yang mengarahkan ruangan persalinan
Tanpa fikir panjang, Vicky langsung berlari dan dia dari kejauhan bisa melihat Nesa yang sedang mondar mandir di depan ruangan,
"Dimana Selena? " Tanya Vicky saat sudah sampai di hadapan Nesa
"Alhamdulillah syukurlah kakak datang, Selena baru saja masuk kedalam ruang persalinan bersama Vino, cepat kaka masuk, karna Selena menolak melahirkan kalau tidak ada kaka"
"Terimakasih Nes, aku berhutang budi pada kalian" Jawab Vicky lalu masuk menerobos ruangan persalinan,
"Saya suami dari pasien, jangan halangi saya! " Pekik Vicky saat langkahnya dicegah oleh suster membuat Selena dan Vino menoleh, akhirnya Vino bisa bernafas lega, tangannya sudah habis dicakar oleh Selena
"Benar sus, dia suami dari Selena, saya adiknya suami Selena" Teriak Vino,
Persalinan sudah dimulai, dan Vicky sudah bertukar posisi dengan Vino,
"Ayo, ibu pasti kuat, tarik nafas dulu " Ucap dokter yang sudah bersiap-siap
Perut Selena semakin terasa sakit, tulangnya seakan-akan ingin patah, tak segan-segan dia mencakar tangan Vicky
"Sakit Sel"
"Huha huha, lebih sakit mana cakaranku atau melahirkan anakmu hah! "
"Aaaaaaaa, huha huha"
"Iya maaf Sel, ayo semangat" Ucap Vicky sambil mengecup kening istrinya,
"Aaaaaa" Selena menarik paksa rambut Vicky setelah puas mencakar tangan Vicky
"Aaaaduuuhhh sakit Sel" Protes Vicky berusaha melepaskan rambutnya ya ditarik paksa istrinya
"Huaaaa aku gak kuat lagi ky, " Tangis Selena pecah dia sudah tak kuat lagi untuk mengejan
"Ayo ibu sedikit lagi, kepalanya sudah kelihatan" Ucap bu dokter memberi intruksi
Selena menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak kuat, perlahan kesadarannya berkurang dan tiba-tiba dia pingsan tak sadarkan diri, Vicky yang melihat istrinya pingsan pun menjadi histeris,
__ADS_1
"Dok, pasien pingsan" Ucap suster, dia menyuruh Vicky untuk menunggu diluar
"Istri saya baik-baik saja kan dok! " Tanya Vicky dengan cemas,
"Lebih baik anda keluar, biar tim medis yang menangani istri anda"
"Aku tidak bisa membiarkan istriku sendiri disini, aku akan tetap disini sampai istri dan anaku baik-baik saja! " Pekik Vicky, Vino yang melihat kaka tirinya histeris pun berusaha membawa keluar ruangan
"Biar dokter yang menangani semuanya, kita tunggu diluar jangan mengganggu kerja dokter atau istrimu yang akan menjadi taruhannya"
"Ta-tapi Selena, dia membutuhkan aku, aku tidak bisa meninggalkan dia sendiri disini"
"Percayalah, dokter akan berusaha sebaik mungkin dan kita tidak akan meninggalkan Selena, kita hanya menunggu di luar"
"Dok berikan yang terbaik untuk Selena,"
"Baik Pak" ucap dokter
Setelah berada diluar ruangan, Vino menyuruh Vicky untuk duduk disamping Nesa
"Sabar, dan duduk" Titah Vino pada Vicky
"Bagaimana aku bisa duduk jika didalam sana istriku sedang berjuang bersama anaku! " Pekik Vicky membuat Nesa terkejut, dia meminta penjelasan pada suaminya melalui sorot matanya
"Tiba-tiba Selena pingsan dan bayinya masih di dalam perut, lalu dokter menyuruh kita agar keluar dan menunggu di luar" Ucap Vino pada istrinya
"Kak, kaka yang sabar, daripada kaka marah-marah tak jelas lebih baik kaka mendoakan Selena dan bayinya" ucap Nesa
"Apa yang dikatakan Nesa benar ky, daripada marah tidak jelas lebih baik kamu berdoa meminta pertolongan pada Tuhan untuk diperlancarkan persalinan istrimu"
Setelah berfikir dengan otak dingin, Vicky menitipkan Selena pada Nesa dan Vino, dia berniat untuk berdoa meminta pertolongan
"Aku titip istriku, aku akan pergi sebentar" Ucap Vicky yang diangguki Vino dan Nesa
Sudah cukup lama Selena berada diruang persalinan dan belum ada tanda-tanda tangis seorang bayi membuat Vicky yang baru saja kembali dari tempat ibadah pun cemas, perasaannya sangat kalut,
"Kenapa dokternya lama sekali sih! "
"Bagaimana keadaan istriku didalam! " Gerutu Vicky sambil berjalan mondar mandir di depan ruangan persalinan,
"Apa mereka tidak tahu kalau aku sudah menunggu lama, dan apa mereka tidak tahu jika aku sangat mencemaskan istriku! "
"Aku harus masuk kedalam dan memastikan kalau istriku baik-baik saja" Ucap Vicky yang langsung dicegah Vino,
"Duduklah jangan ganggu konsentrasi dokter dan tim medis lainnya, mereka sedang berusaha menyelamatkan 2 nyawa sekaligus, kau harusnya bersabar jangan seperti ini"Ucap Vino yang menyuruh Vicky duduk disampingnya
"Jangan halangi aku! ini sudah terlalu lama, apa yang mereka lakukan terhadap istriku, kau tidak tahu rasanya berada di situasi ini!!! mengerti!! " Tepis Vicky yang berusaha membuka pintu ruang persalinan tapi tangannya di cegah Vino kembali membuat emosi Vicky memuncak
__ADS_1
"Apa kau gila hah! " Pekik Vino
"Kau yang gila, aku hanya ingin melihat istri dan anaku! "
"Duduk! jangan membuat keadaan semakin kacau! "
"Tenang dan tunggu keadaan istrimu di sana" Tunjuk Vino bangku yang diduduki oleh Nesa
"Kau!! " Geram Vicky, dia memukul Vino dengan keras
Tak bisa dihindari, perkelahian pun terjadi, membuat Nesa yang sedang cemas memikirkan Selena semakin kesal dan geram dengan tingkah kedua manusia itu
"Hentikan! " Teriak Nesa di tengah-tengah Vicky dan Vino
"Kalian semakin memperkeruh suasana! apa kalian tidak berfikir sedikit saja hah! ini rumah sakit! banyak pasien yang membutuhkan ketenangan dan kalian malah membuat onar! "
"Kalian duduk! " Ucap Nesa dengan tegas membuat Vino duduk dan Vicky dia masih berdiri berusaha membuka pintu ruangan
"Kak! Aku bilang duduk ya duduk! apa kakak mau dokter didalam terganggu konsentrasinya! " Pekik Nesa sambil menyeret Vicky duduk disebelah Vino
"Kalian duduk! awas saja kalau kalian berantem lagi, aku akan panggilkan satpam dan mengusir kalian! biar tahu rasa "
Bagai boneka hidup, Vino dan Vicky duduk dan diam, walaupun didalam hati Vicky merasa gelisah tapi dia juga tidak mau diusir oleh satpam rumah sakit ini
Tak berselang lama, dokter yang menangani Selena keluar bersama para suster, membuat Nesa yang sedang berdiri langsung bertanya bagaimana kondisi Selena
"Bagaimana kondisi Selena dok? mereka baik-baik saja kan? " Tanya Nesa pada dokter
.
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘#......
__ADS_1