
Setelah sampai di taman, Vino duduk dibangku taman yang sudah tersedia, lalu Vino memposisikan kursi roda Nesa agar menghadap ke arahnya
"Maafkan aku," Ucap Vino pada Nesa, dia menggenggam erat tangan istrinya
"Aku salah, aku sudah kasar padamu, tapi percayalah aku sangat mencintaimu Nes, aku tak mau kehilangan kamu, apalagi tadi aku melihat perhatian Alex yang diberikan untukmu, aku semakin takut jika kamu berpaling dariku"
Nesa menarik tangannya dari Vino "Aku dan kak Alex tidak mempunyai hubungan apapun, dia menolongku disaat aku kesakitan, aku juga tak tahu akan bagaimana jika dia tak datang waktu itu"
"Apa kau pernah membayangkan terjebak dikemacetan dengan posisi tubuh lemas dan perut terasa sakit? tidak kan? "
"Untuk menyetir pun aku tak kuat, dan mobil belakang terus mengklakson mobilku untuk bergerak"
"Maafkan aku sayang, aku salah, aku sudah membiarkanmu menyetir dalam keadaan sakit, maafkan aku, aku sungguh menyesal" Ucap Vin meraih tangan istrinya kembali
"Aku sudah memaafkanmu,"
"Lebih baik kamu pulang atau berangkat ke kantor"
"Aku mau disini, aku akan menjagamu sampai sembuh, aku akan menebus rasa bersalahku dengan cara merawatmu"
...........
Di rumah Vino, semua orang sedang disibukan dengan ucapan sekertaris Sean yang mengatakan bahwa istri majikannya sedang sakit dirawat dirumah sakit
Selena juga langsung meminta pelayan untuk memasak makanan kesukaan Nesa,
"Bi, masak makanan kesukaan Nesa ya, aku mau menidurkan baby Revan dulu, setelah putraku tertidur, aku akan membantu bibi" Ucap Selena pada bibi.
"Baik Non" Bibi langsung berjalan menuju dapur dan membuka kulkas mengambil bahan sayuran yang akan diolah menjadi makanan lezat
Tak membutuhkan waktu lama untuk menidurkan baby Revan, setelah baby Revan tertidur, Selena meletakkan putranya ke box bayi dan langsung berjalan menuju dapur
"Apa yang harus aku lakukan bi" Ucap Selena pada bibi
"Eh Non Selena tidak perlu melakukan apapun, biar bibi saja yang memasak dan Nona Selena kembali ke kamar, jika masakannya sudah siap biar bibi panggilkan Nona" Jawab bibi lembut
Selena bersikukuh membantu bibi, dia melihat wortel serta sayuran yang masih utuh di dapur "Biar aku cuci bi, dan biar aku yang memotong wortel ini" Ucap Selena mengambil wortel lalu mencucinya di wastafel
"Tapi Non, nanti tangan Nona Selena bisa kotor, dan nanti bibi juga yang akan di marahi oleh Tuan"
"Tidak akan bi, oh iya.. apa Nesa dan Vino sudah mempunyai pakaian ganti di rumah sakit? " Tanya Selena
"Belum Non,"
"Ya sudah bi, tolong siapkan pakaian ganti untuk Vino dan Nesa biar aku ya membawakannya nanti"
__ADS_1
"Udah ini ditinggal aja bi, aku bisa masak kok walaupun belum ahli, jika aku bingung aku akan memanggil bibi"
"Ini benar Non, saya tinggal? " Tanya bibi memastikan lagi
"Benar bi, tinggal aja gapapa"
"Ya sudah" Jawab bibi yang langsung meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamar majikannya untuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawa Selena
Dari luar rumah, Rayhan sudah memarkirkan mobilnya di depan halaman Vino, dia membuka pintu mobil lalu berjalan masuk tanpa mengetuk pintu dahulu
"Vino!" Pekik Rayhan saat pintu utama dibuka lebar
Sekertaris Sean yang baru saja keluar dari ruang kerja Vino pun berjalan menghampiri Ayah majikannya
"Dimana Vino" Tanya Rayhan saat melihat sekertaris anaknya berjalan menujunya
"Tuan Vino sedang di rumah sakit,"
"Apa ada sesuatu yang penting? " Tanya sekertaris Sean setelah memberi hormat pada Rayhan
Kening Rayhan mengkerut "Rumah sakit? siapa yang sakit? " Tanya Rayhan
"Nona Nesa, dia kembali drop"
"Oh, " Jawab Rayhan sambil melirik setiap sudut ruangan, membuat mata sekertaris Sean mengikuti pandangan Rayhan
"Wanita itu? " Ulang sekertaris Sean yang tak mengerti maksud dari Rayhan
"Iya wanita murahan yang membunuh Vicky, dan dimana cucuku,"
"Oh maksud anda Nona Selena, dia sedang di dapur memasak untuk Nona Nesa"
"Dan baby Revan baru saja tertidur" Jawab sekertaris Sean
Mendengar kata memasak, Rayhan langsung berjalan menuju dapur rumah Vino, dia bisa melihat Selena yang sedang mengaduk sup buatanya
"Ekhem! " Deheman Rayhan mengagetkan Selena yang sedang bernyanyi
"Om" Selena berbicara dengan gugup, dia mematikan kompornya lalu berjalan ingin menyalami Rayhan
"Kapan om datang" Ucap Selena sambil mengulurkan tangannya
"Siapa yang memyuruhmu memasak! " Ujar Rayhan yang tak membalas uluran tangan Selena, membuat Selena segera menarik tangannya kembali
"Sabar Selena, dia Ayah suamimu dan kau harus bersikap sopan jangan terpancing emosi" Gumam Selena dalam hati
__ADS_1
"Hei apa kau tuli hah! " Pekik Rayhan membuat Selena yang sedang melamun terkejut, dia memegang dadanya agar jantungnya tidak copot
"Siapa yang menyuruhmu memasak hah! " Ulang Rayhan kembali
"Emm aku berinisiatif sendiri om, aku akan mengantarkan makanan ini pada Nesa dan Vino yang sedang dirumah sakit"
"Inisiatif? apa kau akan meracuni anak dan menantuku melalui makanan itu hah! "
"Buang makanan yang kau masak, aku tak yakin jika kau tak memasukan racun kedalam makanan itu" Ucap Rayhan yang membuat hati Selena sakit,
"Jangan om, lagipula ini bukan sepenuhnya aku yang memasak, aku hanya mengaduk sup ini, sedari tadi bibi yang memasak," Bohong Selena, dia tak ingin masakan yang dibuat susah payah di buang sia-sia
"Apa aku percaya pada ucapanmu! "
"Buang masakan itu! jangan pernah berikan makanan itu pada putraku, aku tidak mau putraku Vino bernasib sama dengan Vicky"
"Maksud om, om menuduhku membunuh Vicky? " Tanya Selena tak percaya
"Asalkan om tahu, aku sama sekali tidak membunuh Vicky, dan lagipula aku sedang mencari pembunuh suamiku, aku hafal plat nomor mobil yang menghadangku dan Vicky" Ucap Selena membuat tubuh Rayhan menegang
Melihat ekspresi Rayhan yang tiba-tiba berubah membuat Selena bingung "Ada apa om, kenapa om seperti orang ketakutan saat aku mengetahui plat nomor mobil yang membunuh Vicky, apa om ikut-" Ucapan Selena terputus saat Rayhan mengelak
"Apa kau menuduhku membunuh putraku sendiri? dasar wanita murahan! bagaimana bisa aku membunuh putraku hah! "Emosi Rayhan seketika berkobar
" Maaf om, aku tidak bicara seperti itu, aku hanya menangkap sesuatu yang berbeda dari ekspresi wajah om"
"Bedebah! " Pekik Rayhan menendang kursi di dekat meja makan sampai menabrak meja makan membuat suara yang tak enak di dengar ditelinga sekertaris Sean
sekertaris Sean yang sedang duduk diruang tamu sambil mengecek grafik perusahaan bossnya pun terkejut, segera dia mematikan ipadnya lalu berjalan menuju dapur
"Tuan, lebih baik anda menunggu diruang tamu" Ucap sekertaris Sean yang melihat sorot mata kemarahan untuk Selena
"Awas saja kau! " Jawab Rayhan langsung berjalan menuju pintu utama
.
.
.
.
.
Hay gaes mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote Dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#........