
"Kenapa diam saja pak, apa bapak tahu sesuatu?? "
"Emm saya tidak tahu Nona.. "
Nesa terlihat lega, akhirnya dia bisa bernafas lega untuk saat ini..
Drt... Drt...
Ponsel Nesa bergetar, Nesa yang merasakan getaran itu pun langsung mengambil ponselnya
"Kak Vicky.. " Gumam Nesa lirih, pak diman yang mendengar istri bossnya berbicara langsung melirik sekilas di kaca spionnya
"Hallo kak.. " Ucap Nesa yang tanpa sengaja melirik pak diman yang sedang meliriknya
"Suamimu sudah mengetahui semuanya, ada yang merekam video saat aku membawamu masuk kedalam mobil.. "
"Apa! Bagaimana bisa kak, siapa yang merekam itu.. "
"Aku juga tidak tahu, kemungkinan orang terdekatmu,. "
"Kirimkan videonya kak, aku mau melihatnya.. "
"Suamimu yang mempunyai video itu, aku tidak punya Nes.. "
"Apa kamu tahu siapa dalangnya? " Tanya Vicky serius
"Oh, kemungkinan aku tahu siapa yang merekam video itu.. " Jawab Nesa yang melirik pak diman
"Siapa! kasih tahu aku!!biar aku habisi dia!.. "
"Berani-beraninya dia bermain denganku!! " Geram Vicky dari sebrang sana
"Jangan kak, aku akan mengurusnya,
" Ya sudah aku hampir sampai rumah, aku tutup telfonnya kak.. "
"Okeh, jika ada apa-apa kabari aku.. "
"Makasih kak.. "
Panggilan terputus, Nesa langsung memasukan ponselnya kedalam tas,
"Pinggirkan mobilnya sekarang juga!!.. "
Suara Nesa terdengar orang yang sedang menahan marah,
"Ba-baik Nona.. "
Setelah mobil berhenti dipinggir jalan, Nesa langsung mencecar beberapa pertanyaan pada supirnya
"Apa bapak benar-benar tidak tahu masalah di pesta itu.."
"Ti-tidak Nona.. "
"Pak saya ingin kejujuran yang keluar dari mulut anda.. "
"Maaf Nona.. "
"Jadi apa benar bapak yang merekam video itu?? " Tanya Nesa dengan serius
"Maaf Nona, semua yang dikatakan Nona benar,.."
"Tapi Nona, sebenarnya saya tidak ingin memberitahu rekaman itu pada siapapun, tapi Nyonya besar melihat lalu meminta rekaman itu.."
Nesa menghembuskan nafasnya kasar, dia tidak percaya bahwa orang yang sudah dianggap sebagai ayah angkatnya tega melakukan ini semua.
"Maafkan saya Nona... " Ucap pak diman lagi
"Saya sudah memaafkan bapak.. "
__ADS_1
"Tapi lain kali, beritahu aku dulu kalau mau melakukan apapun pak.."
"Oh ya, tolong bapak kirimkan video rekaman itu padaku.."
"Baik Nona,.. "
Pak diman langsung mengambil. Ponselnya dan mengirim video itu pada istri bossnya
"Sudah Nona... "
Nesa langsung mengecek ponselnya, matanya membulat sempurna saat melihat video yang membuatnya jijik dengan dirinya sendiri
"Apa aku serendah ini dimata kalian.. " Batin Nesa terasa sakit,
"Bahkan sekarang aku jijik dengan tubuhku sendiri.. "
"Pak, siapa saja yang mengetahui video ini.." Tanya Nesa dengan lemas,
"Nyonya besar yang mengetahui video itu Nona.. "
"Ibu.. "
"Pasti ibu sudah memberitahu Vino.. " Batin Nesa
"Jalan pak, kita pulang sekarang.. "
"Baik Nona.. "
Pak diman langsung menyalakan mesin mobilnya dan membelah jalanan ibu kota, dia merasa bersalah pada istri bossnya, sesekali pak diman melirik Nesa yang berada kursi belakang
"Maafkan saya Nona, andai saya tidak merekam video itu, pasti hubungan anda dan keluarga Tuan Vino akan baik-baik saja.. " Batin pak diman melihat wajah istri bossnya lemas tak berdaya
"Aku merasa Vino sudah mengetahui semuanya, bagaimana ini.. "
"Apa yang Vino pikirkan saat ini, setelah melihat kejadian Alex dan kini Vino di perlihatkan video itu, apa Vino akan menganggapku sebagai wanita murahan? " Batin Nesa, tanpa sadar dia meneteskan air matanya,
"Nona maafkan saya.. " Ucap Pak diman yang tak tega saat melihat istri bossnya menangis dalam diam
"Ta-tapi Nona.. "
Sudah pak, lebih baik bapak fokus menyetir saja.. "
Pak diman mengangguk patuh, dia diam dan lanjut menyetir
Setelah berada di dalam keheningan, akhirnya mobil yang ditumpangi Nesa sampai di kediaman rumah mertuanya, Nesa turun dan berjalan ke kamarnya, setengah perjalanan samar-samar Nesa mendengar ibu mertuanya sedang berbicara pada suaminya di meja makan
Dia menghentikan langkahnya dan menguping pembicaraan ibu dan anak itu
"Ceraikan saja dia, dia tidak pantas untukmu!! " Ucap Renata pada putranya Vino
"Aku tidak akan menceraikan dia bu! "
"Vin! Jangan sampai cinta membutakan kamu!! "
"Ingat! Dia sudah selingkuh dibelakangmu, dan satu lagi.. "
"Apa! "
"Dia tidak bisa memberikanmu anak.."
"Buktinya sampai sekarang istrimu belum hamil juga, ibu malu Vin! Malu!! Setiap kumpul dengan teman-teman ibu, ibu selalu di sindir karna belum mempunyai cucu,.. " Ucap Renata lega karna dia sudah mengeluarkan isi hatinya
Brakkk
"Jangan sesekalk menghina istriku, karna bukan istriku yang tidak bisa memberi keturunan, tapi aku!! " Bentak Vino menggebrak meja
Renata terkejut saat putra kesayangannya melawan dan membentaknya
"Kamu berani membentak ibu Vin!! "
__ADS_1
"Dan kamu membela istri tidak tahu diri itu!! "
Nesa yang melihat pertengkaran itupun langsung meneteskan air matanya,segera dia menghapus air matanya dan berlari menghentikan sepasang anak dan ibu yang sedang bertengkar
"Hubby, ibu..hentikan.. " Teriak Nesa
Renata tersenyum sinis saat melihat menantu tidak tahu diri itu datang tiba-tiba dihadapannya
"Bela saja istri yang tidak tahu diri ini... "
"Bu!! " Bentak Vino
"Hubby hentikan!! "
"Bu, maafkan aku, jika sampai saat ini aku belum bisa memberi ibu cucu,.. "
"Ibu sudah kenyang mendengar kata maaf darimu.. "
"Bu, bu-.. " Ucapan Vino terhenti saat Nesa menggenggam tangannya
"Biar aku yang berbicara.. " Ucap Nesa pada suaminya
Nesa menghirup nafas dalam-dalam, lalu mengeluarkan dengan pelan.
"Maafkan aku bu,.. "
"Maaf jika aku belum bisa memberimu seorang cucu, tapi aku dan Vino akan berusaha.. "
Renata tersenyum mengejek pada Nesa
"Berusaha katamu?? " Ucapnya sambil berkacak pinggang
"Sudah 1 tahun lebih, apa usaha kalian?? "
"Lepaskan Vino, biarkan dia mencari wanita yang bisa memberikannya keturunan.. " Sambung Renata kembali
Vino mengeratkan kepalan tangannya, matanya memerah saat mendengar ibunya menyuruh istrinya menceraikannya
"Cukup! Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan istriku.. " Ucap Vino pada Renata
"Jika aku menceraikan Nesa sama saja aku memberi bajingan itu kebahagiaan.. " Batin Vino
"Ayo kita pergi ke kamar!! " Vino menggandeng tangan Nesa dan pergi dari hadapan Renata
"Bela saja istri tidak tahu diri itu!! " Teriak Renata
"Dan kamu Nes, seharusnya sadar diri!! "
"Hubby.. "
"Diam!!! " Bentak Vino
Setelah sampai di kamar, Vino langsung mengunci kamar dan mendorong tubuh Nesa ke ranjang mereka
"Sebenarnya apa maumu!! kenapa kamu membelaku di depan ibu!! " Ucap Vino yang masih emosi
"Aku tidak mempunyai maksud apa-apa, aku hanya ingin membela suamiku di depan ibu mertuaku, apa itu tidak boleh?? "
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
......... #Happy Reading😘#.......