
"Ini, ini tempat apa Vin? " Tanya Selena saat melihat banyak orang di depan butiq
"Ayo kita turun sel" Titah Nesa, lalu kemudian mereka semua turun dari mobil,
Mereka masuk kedalam kerumunan orang-orang yang ingin menyaksikan pembukaan butiq milik Vino
Setelah menunggu sekitar 20 menit, acara dimulai semua orang mendengarkan MC yang Vino sewa berbicara membuka pembukaan butiq
"Yah sekarang tiba di acara tepat dimana Tuan Vino akan memberikan sambutan serta kejutan untuk seseorang yang sedang duduk dibangku depan" Titah MC yang melihat Nesa dan Selena yang sedang duduk di barisan depan
Vino berjalan dengan gagah, dia menggunakan setelan jas berwarna hitam yang melekat pas di tubuhnya yang sixpack
"Terimakasih semuanya karna sudah datang diacara pembukaan butiq ini" Ucap Vino sambil. tersenyum melihat para tamu yang sedang duduk di hadapannya
"Saya menyiapkan butiq ini secara khusus untuk seseorang yang sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri" Sambungnya lagi membuat Selena yang sedang menggendong baby Revan menatap Vino heran
"Nes" Panggil Selena
"Butiq ini akan aku berikan untuk wanita kuat yang mampu menjalani hidupnya seorang diri dengan berusaha membesarkan putranya"
"Yaitu Selena, saya persilahkan untuk Selena dapat naik ke atas panggung dan memberikan sedikit sambutan untuk para tamu undangan sekalian" Titah Vino yang memberi isyarat untuk Selena agar maju keatas panggung
"Sel,,jangan shock, sebaiknya kamu naik ke atas panggung dan biar aku saja yang menggendong baby Revan" Ujar Nesa saat melihat Selena shock
"Nes, ini mimpi kan? Mana mungkin Vino memberikanku sebuah butiq mewah, ini tidak benar kan? Aku sedang bermimpi kan? " Tanya Selena yang tak percaya, dia menyerahkan putranya pada Nesa yang duduk disampingnya
"Cubit aku Nes, agar aku tersadar dari mimpiku ini, aku tak mau larut dalam mimpi ini, aku bisa gila Nes" Ujar Selena sambil menyodorkan punggung tangannya ke hadapan Nesa
Nesa tersenyum saat melihat ekspresi Selena yang berbinar tak percaya
"Kau tidak mimpi sel, ini nyata, sebaiknya kau naik ke atas panggung, semua tamu yang berada di belakang kita sudah menunggu sambutan darimu"
"Sungguh? Ini tidak mimpi? Aku benar-benar mempunyai butiq Nes?
" Okeh aku akan naik ke atas panggung, aku titip putraku padamu ya" Jawab Selena yang berdiri dan berjalan menaiki panggung
Di saat Selena sedang berbicara mengucapkan terimakasih pada Vino dan Nesa, tiba-tiba lampu cahaya yang bertengger di atas kepala Selena jatuh lalu menimpa Selena yang sedang berbicara
Brugh!!
Tubuh selena tertimpa lampu dan beberapa pecahan kaca membuat Selena tak sadarkan diri, darah mengalir keluar dari kepala dan beberapa tubuh Selena yang tergores pecahan kaca
Semua yang menyaksikan kejadian itu pun shock, banyak yang tidak sanggup melihat keadaan Selena yang sudah terkapar tak berdaya
Vino langsung menghampiri Selena dan membopong Selena keluar acara diikuti oleh Nesa yang menggendong baby Revan
Oek... Oek..
__ADS_1
Tangis baby Revan pecah saat mendengar barang jatuh yang menimpa ibunya
"Bertahan sel, jangan pergi" Ujar Vino saat merasakan tubuh Selena dingin dan bibirnya sudah membiru
"Nes, buka pintu mobil belakang, kita harus membawa Selena kerumah sakit, jika tidak-" Ucapan Vino terputus saat Nesa sudah membukakan pintu belakang mobil
"Sudah by, jangan banyak bicara, sekarang taruh Selena di kursi dan kamu menyetir, biar aku yang menjaganya"
"Iya sayang"
"Kamu bisa kan tenangkan baby Revan, tangisnya semakin kencang saat melihat ibunya terbaring tak sadarkan diri"
"Iya by, sekarang kita kerumah sakit, jangan khawatirkan baby Revan, aku akan menenangkannya"
"Aku percaya padamu sayang"
Setelah mobil Vino membelah kota jakarta, akhirnya dalam waktu 20 menit, mereka telah sampai di rumah sakit,
"Dokter!! Suster!! " Pekik Vino sambil menggendong Selena
Dokter dan suster yang sedang berjalan tak jauh dari Vino pun berlari ,
"Ada apa ini!! " Tanya dokter saat sudah di dekat Vino lalu mereka melihat seseorang yang berada di gendongan Vino
"Ayo bawa dia" Titah dokter itu yang diangguki suster laki-laki
30 menit sudah mereka menunggu di depan ruang IGD
"Aku takut by, aku takut jika Selena tidak bisa diselamatkan by" Gumam Nesa sambil menggendong baby Revan
Vino menyuruh istrinya duduk di kursi tunggu, dia berusaha menenangkan istrinya yang cemas "Selena kuat, apalagi dia mempunyai baby Revan, dia tidak mungkin meninggalkan baby Revan sendiri di dunia ini, percayalah padaku sayang" Ucap Vino sambil mengelus punggung istrinya
"Aku takut by, bagaimana jika keadaan Selena parah, aku belum bisa tenang kalau dokter yang menangani Selena masih di dalam"
"Tapi kau harus tenang sayang, jangan biarkan baby Revan yang baru saja tidur terbangun karna kecemasanmu"
"Kita berdoa yang terbaik untuk Selena dari sini okeh"
Krek, pintu terbuka, dokter yang menangani Selena keluar dengan raut wajah lesu
"Bagaimana keadaan Selena dok? " Tanya Nesa yang cemas, dia langsung berdiri dan lupa memikirkan baby Revan yang sedang tertidur dipangkuannya
Oek.. Oek.. Oek..
Baby Revan terbangun karena Nesa mengagetkannya
"Maafkan tante sayang, karna sudah membangunkanmu" Ujar Nesa yang menepuk-nepuk bokong baby Revan
__ADS_1
"Dok, bagaimana keadaannya" Tanya Vino cemas
"Maaf, pasien kehilangan banyak darah dan pasien harus secepatnya mendapatkan donor darah jika tidak, pasien tidak akan selamat"
"Sayangnya persediaan darah dirumah sakit ini sedang kosong" Ucap dokter frustasi
"Apa di PMI tidak ada stok darah! kenapa bisa habis seperti ini! apa kalian ingin membunuh Selena hah!" Pekik Vino yang terbawa emosi, dia tak habis fikir karna rumah sakit sebesar ini tidak memiliki stok darah
"Maaf, kami sudah menghubungi pihak PMI tapi stok disana sudah habis"
"Apa golongan darahnya, biar saya saja yang menyumbangkan darah saya" Pekik Vino emosi
"Golongan darah pasien AB"
"Apa disini ada yang bergolongan darah AB" Ucap dokter membuat Vino dan Nesa diam mematung
"By golongan darahku A, aku tidak bisa menyumbangkan darahku untuk Selena, " Ucap Nesa pada Vino
"Golongan darahku juga O sayang, bagaimana ini"
"Dok! cepat cari orang yang mempunyai golongan darah AB sekarang!!" Pekik Vino pada dokter
"Baik, tapi anda juga harus mencari karna kita membutuhkan banyak golongan darah AB"
"Memangnya membutuhkan berapa banyak dok? " Timpal Nesa
"Kira-kira lima kantung darah Nona" Jawab dokter pada Nesa
Deg!
"Lima kantung darah! " Ucap Nesa dan Vino bersamaan
"Itu sangat banyak dok, satu orang saja tak cukup untuk mendonorkan darahnya" Ujar Nesa frustasi
"Memang benar Nona, maka dari itu kita butuh beberapa orang untuk mendonorkan darahnya untuk Nona Selena" Jawab dokter yang langsung pergi dari hadapan Nesa dan Vino
Vino menjatuhkan bokongnya di kursi tunggu, dia mengusap wajahnya dengan kasar membuat Nesa yang melihatnya merasa iba
"Sayang ini salahku, aku yang salah, karna aku Selena menjadi seperti ini" Ujar Vino yang merutuki kesalahannya
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
Btw author lagi kejar target 60 ribu kata, jadi maafkan author kalau banyak salah kata
....... #Happy Reading😘#.....
__ADS_1