
"Maaf, pasien tidak bisa ditolong lagi, pasien sudah meninggal dunia" Ucap dokter
Deg,,
Bagai disambar petir, tangis Selena pecah, dia tidak percaya dengan semua ini
"Dokter! dokter jangan becanda! suami saya tidak mungkin meninggal!! tidak mungkin dok!!! " Teriak Selena, dia langsung masuk kedalam ruangan Vicky
Vino yang berada di belakang Selena pun terkejut, tiba-tiba air matanya menetes
"Bedebah! pria kuat sepertimy tidak boleh meninggalkan istri dan anaknya sendirian di dunia ini ky! " Gumam Vino yang langsung masuk kedalam
Mereka bisa melihat kain putih yang menutupi tubuh Vicky, perlahan Selena mendekat lalu membuka kain putih itu, tangisnya pecah saat melihat wajah pucat Vicky
"Tidakkk!!!! Vicky hiks.. hiks..
" Jangan tinggalin aku!! kamu udah janji gak akan tinggalin aku"
"Vin, dia lagi ngeprank kita kan!! dia lagi tidur kan Vin, hiks.. hiks.. " Ucap Selena sambil memeluk suaminya
"Bagaimana aku menjalani hidup tanpamu ky, bagaimana aku membesarkan anak kita sendiri tanpamu ky, hiks.. hiks.. "
"Vicky bangun!! " Tubuh Selena merosot kebawah, perasaannya sangat hancur, lalu dalam sekejap Selena sudah tak sadarkan diri membuat Vino yang berdiri dibelakangnya terkejut
"Sel," Vino memangku tubuh Selena lalu membawanya keluar ruangan, beberapa kali Vino berteriak memanggil dokter,
Nesa yang baru saja memeriksakan baby R pun menuju ruangan Vicky, langkahnya terhenti saat suaminya menggotong tubuh Selena yang tak sadarkan diri
"Hubby! " Pekik Nesa berjalan cepat kearah suaminya
"Tolong dok! dia pingsan" Ucap Vino sambil merebahkan tubuh Selena
"Hubby, ada apa" Nesa yang baru sampai pun bisa melihat Selena dibawa kedalam ruang perawatan
"Sayang" Vino langsung bersandar pada istrinya, kehilangan Vicky merupakan kesedihan terdalam baginya setelah kehilangan ibunya, hanya Vicky teman sekaligus saudara untuk tempat dia bersandar
"Vicky Nes, Vicky"Ucap Vino lagi
" Iya ada apa dengan kak Vicky, dia baik-baik saja kan? lalu kenapa Selena bisa pingsan seperti itu"
"Oh iya by, ini hasil pemeriksaan baby R," Ucap Nesa sambil menyerahkan kertas yang diberikan dokter anak
Vino langsung menerima dan membuka, air matanya yang sudah membasahi pipi pun sudah dia hapus agar istrinya tidak melihat dia menangis
"Hubby, ada apa dengan kak Vicky, kamu belum menjawab pertanyaanku" Sela Nesa saat suaminya fokus membaca surat itu
__ADS_1
Vino menutup lalu memasukan surat itu kedalam saku celananya, air matanya yang sudah hilang, kini tiba-tiba mengalir lagi dihadapan wajah istrinya, membuat Nesa semakin bingung
"Ada apa? kak Vicky baik-baik saja kan? " Tanya Nesa sekali lagi
Vino menggelengkan kepalanya "Vicky meninggal sayang" Tangis Vino pecah, dan Nesa yang mendengar penuturan suaminya pun menganga, dia sama sekali tidak percaya
"Hubby! aku serius!! jangan becanda!! "
"Kak Vicky baik-baik saja kan!! " Tanya Nesa yang masih tak percaya
"Sayang, apa aku sedang bercanda? Vicky sudah meninggal"
"Selena shock saat melihat jasad Vicky lalu dia pingsan"
"Ini pasti ulah Ayah, aku yakin! Ayah yang merencanakan semuanya dan membuat Vicky meninggal! " Tiba-tiba darah dan emosi Vino naik, matanya memerah, dia bangkit dari duduknya lalu berjalan menjauh membuat Nesa berlari mengejar, di raihnya tangan suaminya yang sudah mengepal erat
"Jangan hubby, kita belum mempunyai bukti, sekarang yang terpenting adalah kita harus secepatnya mengurus jenazah kak Vicky, aku tidak mau kak Vicky ditelantarkan"
"Aku benar-benar tidak percaya by, kak Vicky orang yang baik tapi kenapa dia pergi meninggalkan kita secepat ini, apalagi dia meninggalkan bayinya yang baru lahir"
"Kak Vicky, hiks.. hiks.. hiks" Nesa segera berlari masuk kedalam ruangan Vicky sambil menggendong baby R
"Kak"
"Kaka bangun!! apa kakak gak mau lihat anak kaka tumbuh besar"
" Bangun kak, bangun! kasihan Selena kak! " Ucap Nesa sambil menatap wajah pucat Vicky
Tiba-tiba baby R menangis saat Nesa menutup kain putih itu ke wajah Vicky
Oekk.. Oekk..
"Kak! anak kaka nangis, dia mau minta di gendong sama kaka,"
"Kaka bangun kak! " Nesa meletakkan baby R di dekat Vicky dan tangisanpun perlahan mulai hilang,
Melihat Vino dibelakangnya, Nesa langsung memeluknya, dia menangis dipelukan suaminya
"Hubby, lihat! Baby R berhenti menangis saat didekat kak Vicky, dia belum mau kehilangan Ayahnya hiks.. hiks... " Ucap Nesa diselingi isak tangisnya
"Aku tahu rasanya kehilangan, dan itu sangat menyakitkan,"
"Aku tak bisa bayangkan jika baby R rindu pada Ayahnya," Jawab Vino sambil mengelus punggung istrinya
Selena yang baru sadar pun langsung berlari keruangan suaminya, tubuhnya melemas saat melihat putranya diam tak menangis di dekat jasad suaminya
__ADS_1
"Bagaimana aku hidup tanpamu ky, baru saja kita bahagia dengan kehadiran buah hati kita tapi kenapa kamu merengut kebahagiaan itu, kamu pergi meninggalkan kita sendiri disini, bukankah kamu sudah berjanji akan tetap ada disampingku, menjaga dan membesarkan anak kita bersama-sama"
"Aku berjanji ky, aku tidak akan marah-marah lagi, aku akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga ini, tapi kamu cepat bangun ky hiks.. hiks.. " Gumam Selena dalam hati, isak tangisnya tidak bisa dibendung lagi, Vino dan Nesa yang mendengar tangis Selena pun segera memberi ruang untuknya
"Bangun ky, bangun hikss... hiks..
" Aku janji, kalau kamu bangun, aku tidak akan menyuruhmu begadang, aku akan menurut semua perintahmu, bangun..
"Bangun sayang, lihat disampingmu ky, apa kamu tega membiarkan anakmu tumbuh sendiri tanpamu, apa kamu tega membiarkan aku sendirian disini ky, hiks.. hiks.. "
"Sel, ikhlaskan kak Vicky" Nesa mencoba menenangkan Selena, dia mengelus punggung selena
"Gak Nes, Vicky kuat, dia lagi tidur,"
"Iya kan ky, kamu lagi tidur, kamu lagi nge prank aku dan semuanya"
"Bangun ky!! bilang kesemua orang kamu sedang tidur, bangun!! "
"Lihat anakmu ky! lihat!! " Pekik Selena membuat baby R terbangun tapi tidak menangis, mungkin sekarang baby R sedang menikmati masa-masa terakhirnya dengan Ayahnya
"Nes, aku gak bisa hidup tanpa Vicky,"
Vin, suruh Vicky bangun! aku sudah merelakan semuanya demi dia Vin,"
"Suruh dia bangun Vin!! " Teriak Selena lalu menghampiri Vino dan mengguncang tubuh Vino dengan kencang, Nesa tak tega dengan Selena, dia membiarkan Selena melampiaskan kesedihannya pada Vino
"Suruh dia bangun Vino hiks.. hiks.. " tangan Selena memukul dada Vino, dan Vino hanya diam saja, dia juga bingung harus melakukan apa, rasa kehilangan pun ada di dalam diri Vino
"Aku akan balas kematianmu sayang, aku akan cari siapa yang berani-beraninya mencelakai kita" Ucap Selena langsung menghapus air matanya matanya dan melangkah keluar, membuat Vino mau tak mau mengejar Selena, dan Nesa, dia mengambil baby R dari dekat Vicky
.
.
.
.
.
.
Hay gaes Mohon maaf, jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
....... #Happy Reading😘#......