
........................
"Sampai kapan kamu akan seperti ini ky!! "
Vicky tersenyum lalu meneguk kopinya.
"Kenapa dia selalu beruntung?? " Tanyanya sambil meletakkan secangkir kopinya lalu beralih pada laptopnya
"Ayolah..masih banyak wanita di dunia ini selain dia.. "
"Tapi aku hanya menginginkan dia.. "
"Hei kau sudah tidak waras ya!! Ingat dia istri dari adikmu!! " Rain bangkit lalu meletakan beberapa berkas dimeja Vicky
"Pantas saja gadis itu menyebutmu orang gila, memang kau sudah gila!! " Batin Rain geram,
"Dia bukan adiku! " Bantah Vicky
"Terserahmu, aku hanya ingin mengingatkanmu saja, bila perlu kau ajak adikmu bicara, siapa tahu dia mau memberikan istrinya untukmu hahaha.. "
Pulpen yang berada ditangan Vicky mendarat tepat di kepala Rain,
"Tidak akan pernah.. "
"Dengar-dengar perusahaan Reza company sudah dipindah alihkan ky... " Rain mengambil pulpen itu lalu berjalan menghampiri bossnya
"Lalu aku harus apa? Aku tidak bekerjasama dengan perusahaan itu.."
"Apa kau tidak ingin tahu siapa yang memegang perusahaan itu sekarang?? " Tanya Rain yang sudah duduk manis dihadapan Vicky yang sedang fokus pada laptopnya, sesekali dia menaik turunkan alisnya
Vicky memutar bola matanya dengan malas, dia menutup laptopnya lalu berfikir sejenak, tiba-tiba pikirannya teringat Nesa
"Apa ini ada hubungannya dengan gadis itu? " Tanya Vicky yang diangguki oleh Rain
"Benar, aku mendengar isu bahwa setelah kematian presdir, perusahaan dipegang oleh mantan kekasihnya.. "
"Wah wah, kabar bagus!!! "
"Kita harus mengadakan kerja sama dengan perusahaan itu.. " Sambung Vicky tersenyum bahagia, dia membayangkan pertemuan selanjutnya dengan gadis impiannya
"Tapi ky, bisnis kita berbeda.. "
"Lalu?? "
"Aku tidak bisa melakukan kerjasama antar perusahaan dia.. "
Vicky mengerti apa maksud sekertarisnya, dia berfikir lalu berkata "Kita akan tanam saham di perusahaan Reza"
"Itu ide yang bagus, aku akan buatkan jadwal pertemuan antar kamu dan dia.. "
"Baiklah, secepatnya kau beritahu.. "
Rain keluar ruangan, dia kembali ke ruang kerjanya dan mengecek jadwal boss sekaligus sahabatnya
........
"Apa yang kau lakukan di pagi hari ini.. "
"Dan kenapa pakaianmu sangat rapih.. " Ucap Vino lalu mengecup kening istrinya yang sedang memakaikan dasi.
"Emm.. "
"Aku akan ke desa A memeriksa perkebunan lalu ke kantor mengecek perkembangan kantor.. "
"Aku temani.. "
"Okeh by.. "
Drtt.. Drrtt...
Ponsel Vino berbunyi, segera dia merogoh sakunya dan mengangkatnya
"Ada apa? Apa kau tidak bosan menghubungiku berulang kali hah! "
"Ma-maf Tuan, saya hanya memberitahu bahwa Ayah Tuan yang akan menghandle semua meeting dan pekerjaan anda.. "
"Jangan biarkan dia melakukan itu, aku akan pergi kesana dan usir dia, aku tidak ingin melihat wajahnya.. "
__ADS_1
Panggilan itu berakhir, Vino menghembuskan nafasnya kasar
"Ada apa by?? " Tanya Nesa saat melihat wajah kesal suaminya.
"Tak ada apa-apa, maaf sepertinya aku tidak bisa mengantarmu,.. " Vino lalu mencium kening istrinya lagi dan lagi
"Aku akan memerintahkan pak Diman untuk mengantarmu.. " Sambungnya lagi
"Lalu kamu?? " Tanya Nesa yang sudah selesai memakaikan dasi suaminya
"Jangan pikirkan aku, aku bisa menyetir sendiri.. "
"Makasih hubby... " Nesa menjijit dan mencium sekilas bibir suaminya, Vino tak tinggal diam, dia menekan punggung Nesa agar lebih dekat dan membalas ciuman istrinya, ciuman sekilas mendadak menjadi ciuman panas karna keduanya saling membalas dan bermain lidah
"Cukup hentikan, kakiku pegal dan nafasku ... " Nesa berucap setelah berhasil melepaskan diri dari suaminya
"Kamu yang memulai sayang.. "
"Tidak, aku tidak memulainya... " Elak Nesa
Mereka keluar dari kamarnya lalu menuju meja makan, disana sudah ada Renata yang sedang menunggu kedatangan anak serta menantunya
Kali ini Renata tidak bisa berbuat apa-apa karna semua sudut rumah sudah dipasang CCTV kecuali kamar dan kamar mandi,
"Pagi nak.. "
"Hemm... "
"Sayang, aku tidak ada waktu untuk sarapan,.. "
"Ta-tapi kenapa by??"
"Tak apa-apa, hanya saja Sean menyuruhku untuk segera pergi ke kantor... "
Vino mengecup kening Nesa lalu dia memandang ibunya sekilas dan pergi
"Biar aku antar ke depan.. " Ucap Nesa yang diangguki oleh Vino
"Vin, ... " Panggil Renata saat mereka ingin melangkah keluar rumah
"Ayo, abaikan saja.. " Bisik Vino yang tetap berjalan dan menggandeng istrinya
Sambil berjalan keluar rumah Nesa bertanya-tanya tentang perang dingin antar anak dan ibunya
"Apakah kalian sedang ada masalah?? "
"Tidak, aku hanya ingin memberi dia pelajaran saja.. "
"Ya sudah aku berangkat,.. "
Nesa menganggukan kepalanya dan berkata "Hati-hati.. "
"Pak, tolong antar istriku, biar aku membawa mobil sendiri.. "
"Baik Tuan.. "
Vino masuk kedalam mobil, sebelum dia benar-benar pergi, dia sempatkan untuk tersenyum dan melambaikan tangan kepada istrinya
Setelah melihat suaminya pergi, dia segera mengambil tas dan berangkat ke desa A
"Mau kemana kamu! " Renata berbicara dengan nada yang sinis, dia melihat menantunya membawa tas dan berpakaian rapih.
"-_-"
"Apa seperti ini caramu menjadi istri Vino,... " Renata bangkit dari duduknya lalu menghampiri menantunya
"Setelah suamimu pergi bekerja, kamu juga pergi bersenang-senang,..," Sambung Renata kembali
"Maaf Bu, tapi aku sudah meminta izin pada suamiku.. " Ucapnya lalu melangkah dan pergi meninggalkan mertuanya yang sedang kesal
"Dasar menantu tidak berguna, bisa-bisanya kamu menghabiskan uang putraku.. " Teriak Renata pada Nesa
Nesa menghentikan langkahnya, dia tersenyum saat mertuanya menganggapnya sebagai menantu,
"Terimakasih.. "
Setelah mengucapkan kata terimakasih, dia langsung melanjutkan langkahnya
__ADS_1
"Ish, sudah berani dia!!! " Gumamnya yang meremas jarinya lalu pergi ke kamarnya
Didalam perjalan menuju desa A, Nesa bisa melihat pemandangan sekitar dari balik kaca jendela mobil, dia juga bisa melihat banyak kendaraan yang melintas,
"Pak.. "
Pak Diman menatap istri dari bossnya melalui kaca spion mobil.
"Ada apa Nona... " Tanyanya tersenyum sambil menyetir mobil
"Bolehkah kita mampir dulu ke toko bunga dekat sana, aku ingin membeli sesuatu.. "
Pak Diman menganggukan kepalanya, "Baik Nona.. "
Mobil terparkir di depan ruko bunga yang tidak terlalu besar
"Bapak tunggu disini, saya hanya sebentar.. "
Setelah mendapat jawaban dari pak supir, Nesa membuka pintu dan keluar dari mobil, dia berjalan memasuki toko bunga "Flower store"
Ting...
Nesa masuk kedalam dan mencari bunga yang dia cari.
"Ada yang bisa saya bantu?? " Wanita berambut panjang datang dengan terpogoh-pogoh..
Nesa tersenyum lalu menjawab "Aku sedang mencari buket bunga untuk berziarah, apa kau bisa membantuku?? "
Wanita yang bernama Zeva menganggukan kepalanya, dia menyuruh customernya mengikuti langkahnya dan berhenti di beberapa sample buket bunga.
"Silahkan Nona, ini ada beberapa sample, jika Nona tidak cocok atau menginginkan jenis bunga yang lain, kami bisa membuatkannya.. " Zeva tersenyum saat melihat Nesa tersenyum
"Saya pilih ini saja.. "
"Baik, mohon tunggu sebentar, saya akan siapkan pesenan anda.. "
Nesaa mengangguk, dia melihat sekitar ruangan, banyak berbagai macam bunga, tanpa sadar dia melihat bunga mawar putih,
"Indah.. " Gumamnya yang bisa di dengar jelas oleh Zeva
"Apa Nona menyukainya?? "
Nesa berbalik badan, dia bisa melihat wanita yang melayaninya sedang membawakan pesanannya
"Aku sangat menyukainya.. " Jawab Nesa tersenyum
"Perkenalkan nama saya Zeva,.. " Tanganya terulur memberikan buket bunga pesanan Nesa
"Namaku Nesa, .. " Nesa menerima buket bunga itu
"Dimana kasirnya, aku ingin membayar.. "
"Disana Nona.. " Zeva menunjukkan tempat dekat pintu keluar.
"Terimakasih.. " Nesa berjalan dan membayar buket bunga lalu pergi dan memasuki mobil..
"Maaf sudah menunggu lama pak.. "
"Tidak apa-apa Nona, ... " Pak diman tersenyum
..........
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ #Happy Reading😘#.......