
"Cukup yah!! Ini bukan kesalahan Selena"
"Dan Selena berhak atas hal asuh anaknya, aku akan menanggung biaya hidup Selena dan anaknya" Ucap Vino pada Rayhan, dia langsung membawa Selena keluar ruang jenazah dan meninggalkan Rayhan sendiri
"Sial!! kenapa Vino begitu membelanya? apa mereka mempunyai hubungan khusus dibelakang Nesa, kalau tidak salah, dulu mereka pernah saling mencintai"
"Aku tidak akan biarkan ini terjadi, tapi, jika itu benar, rumah tangga Vino akan hancur dan aku bisa menjodohkan Vino dengan Mita"
"Iya betul, aku akan menggantikan Vicky dengan Vino" Gumam Rayhan dalam hati
"Vicky maafkan Ayah, Ayah tidak bermaksud membunuhmu, tapi kau tenang saja, Ayah akan mengambil anakmu dari wanita itu, dan Ayah akan pastikan anakmu tumbuh dengan baik, sekali lagi maafkan Ayah" Ucap Rayhan sambil memeluk Vicky untuk terakhir kalinya
Di pemakaman
Tak henti-hentinya Selena menangis di depan makam Vicky, semua karyawan datang untuk menyaksikan pemakaman presdirnya termasuk dengan Rain, dia sangat shock saat mengetahui boss sekaligus sahabatnya pergi meninggalkannya secepet ini
"Rasanya baru kemarin kita kenal, dan rasanya baru kemarin kita berbincang dan sekarang, kita tidak bisa melakukan itu semua,
" Vicky kau sahabatku selamanya, aku berjanji akan menjaga istri dan anakmu dari kejauhan," Gumam Rain dalam hati, rasanya tak kuasa saat melihat Selena menangis tersedu-sedu,
Melihat sudah tak ada orang hanya ada dia dan Selena, Vino segera membujuk Selena untuk pulang, karna hari pun sudah hampir petang
"Ayo aku antar kamu pulang sel, " Ucap Vino yang mendapat gelengan dari Selena
"Aku masih mau disini bersama suamiku"
"Sel, jangan seperti ini, kasihan baby R sudah menunggumu di mobil" Bujuk Vino sambil mengelus punggung Selena
"Tapi aku masih mau disini Vin, aku tidak bisa meninggalkan Vicky sendiri disini, dia butuh teman"
"Jangan halangi aku, kalau kamu mau pulang, ya sudah pulang,
" Dan aku titip Revan padamu" Sambungnya lagi sambil bersender di batu nisan Vicky
Tak ingin dibantah dan langit sudah mulai gelap dipastikan sebentar lagi akan turun hujan, Vino langsung menggendong tubuh Selena, dia membawa Selena ke mobilnya
"Lepaskan aku Vin!! aku harus menemani Vicky!!
" Kamu tidak berhak memperlakukanku seperti ini!! " Pekik Selena sambil memberontak meminta turun
Seakan tuli, Vino tetap melangkah tak mendengarkan ucapan Selena, dari kejauhan Nesa yang sedang menggendong baby R pun melihat suaminya sedang menggendong mantan kekasihnya Selena
Tiba-tiba fikirannya berfikir negatif, tapi segera dia tepis
"Suamimu hanya menolong Selena Nes!, berfikirlah positif, mungkin apa yang kamu fikirkan tidak seperti yang kamu lihat, tenang Nesa" Gumam Nesa dalam hati
__ADS_1
Pintu belakang mobil terbuka oleh Vino lalu menyadarkan lamunan Nesa
"Duduk! sebentar lagi akan turun hujan! " Ucap Vino sambil mendudukan Selena lalu menutup pintu mobil dengan keras
"Hubby!" Protes Nesa, karna emosi suaminya membangunkan baby R yang sedang tertidur
"Iya sayang, maafkan aku, aku sedikit emosi dengan Selena" Jawab Vino yang sudah masuk kedalam mobil lalu mengecup kening Nesa
"Aku mau menggendong anakku" Kini Selena yang berbicara,
Nesa menganggukkan kepalanya, dia hendak memberikan bayi mungil itu tapi gerakannya ditahan oleh Vino
"Jangan! pakaian Selena kotor terkena tanah, dan tangannya juga,"
"Biarkan baby R bersamamu Nes, aku tidak ingin baby R sakit lagi" Ucap Vino membuat Nesa tak jadi memberikan baby R pada Selena
"Maaf sel, apa yang dikatakan Vino benar, aku akan memberikan baby R saat kita sudah sampai ya"
"Ya sudah"
Setelah sampai di parkiran apartemen Vicky, mereka bertiga langsung berjalan menuju unit apartemen Vicky,
Ting..
Melihat Selena datang, Rayhan langsung menatap tajam Selena
"Om" Sapa Selena
"Bereskan barangmu, mulai hari ini kau tidak berhak tinggal disini, karna Vicky sudah tidak ada dan apartemen ini akan aku kosongkan"
"Cepat buka, dan kemasi barang-barangmu, dan ingat! jangan bawa cucuku, karna aku tidak mau cucuku hidup miskin bersamamu! " Ucap Rayhan
"Tapi om! bukankah Vicky membeli apartemen ini dari hasil kerjanya sendiri, dan Vicky juga pernah berbicara padaku, jika suatu saat Vicky sudah tidak ada, maka semua harta kekayaannya akan diwariskan pada anaknya"
"Jadi om tidak berhak mengusir aku dan anakku" Selena memberanikan dirinya untuk melawan Rayhan, karna sejujurnya dia juga bingung, jika dia diusir, dia akan pergi kemana,
"Aku hanya mengusirmu, aku tidak mengusir cucuku! "
"Om,"
Vino yang sudah muak dengan semua ini pun langsung membentak Ayahnya membuat semua terkejut
"Hentikan!! Ayah tidak sepantasnya memperlakukan Selena seperti itu!! dan benar kata Selena, yang berhak atas harta kekayaan Vicky adalah Revan anak kandung dari Vicky bukan Ayah!! " Ucap Vino
"Ayah juga tidak berhak memisahkan anak dari ibu kandungnya, ingat baby Revan masih kecil, dia membutuhkan ibunya, jika Ayah mengusir Selena, lalu siapa yang akan memberikan cucu Ayah ASI, siapa yang akan berjaga setiap malam jika baby Revan menangis"
__ADS_1
"Apa Ayah pernah menjaga seorang bayi! " Sambung Vino kesal
"Ayah akan menyewa baby sister terbaik untuk cucuku, jadi kamu tidak perlu khawatir"
"Hanya dia peninggalan Vicky, Ayah tidak mau jika anak Vicky menjadi seperti ibunya, seorang pembunuh"
"Dia sama saja seperti Renata ibumu Vin, yang tega membunuh orang demi egonya sendiri" Ucap Rayhan yang berusaha memprovokasi Vino
Tak suka alm. ibunya dihina, Vino langsung maju dan memukul Rayhan emosinya sudah tidak dapat di bendung lagi, beberapa pukulan mendarat sempurna diperut serta wajah Rayhan
Nesa tidak bisa berbuat apa-apa saat suaminya memukul Ayah mertuanya karna baby Revan menangis terbangun dari tidurnya, hanya Selena yang dapat mencegah perkelahian mereka,
Tak sengaja Selena memeluk Vino, dia membisikkan kepada Vino bahwa tindakannya salah
"Sudah Vin, sudah, ayahmu bisa mati jika dipukul seperti ini" Ucap Selena memeluk Vino,
Melihat Ayahnya sudah terkapar dilantai, Vino langsung tersadar, dia membalas pelukan Selena
"Maaf, apa pukulanku mengenai kamu? " Tanya Vino yang mendapat gelengan dari Selena
Tiba-tiba hati Nesa terasa sakit, entah kenapa Nesa berfikir akan ada benih cinta yang tumbuh lagi pada Vino dan Selena
"Jika Ayah tidak mengizinkan Selena tinggal disini, biar aku yang akan menampungnya dirumahku"
"Aku sudah berjanji di jasad Vicky akan menjaga keluarganya semampuku"
"Ayo kita pergi Sel, biarkan dia merenungi kesalahannya" Sambungnya lagi sambil melepas tangannya yang memeluk Selena,
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
...... #Happy Reading😘#......
__ADS_1