Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 86- Kembali kedalam pelukan


__ADS_3

"Aku sudah menemukan istriku, dan aku harap ibu tidak akan menjodohkan aku dengan Bella lagi, karna aku tahu dia bukan wanita baik-baik, bahkan dia berani menggodaku secara terang-terangan"


"Ayah tidak setuju jika kau kembali bersama istrimu! dia wanita murahan Vin, kau tahu kan kelakuannya sangat menjijikan! " Rayhan berjalan dan duduk di kursi kebesarannya


Renata yang mendengar penolakan tersenyum puas dalam hati, akhirnya mantan suaminya terpengaruh juga dengan kata-kata yang dia karang


"Ternyata bakatku mengarang cerita sangat sempurna hahaha, lain kali aku bisa mengarang lebih dari ini supaya Rayhan semakin percaya bahwa Nesa selingkuh" Batin Renata


"Ayah kau sudah salah paham, istriku tidak seperti itu!! "Geram Vino


"Apa katamu! tidak seperti itu! lalu yang Ayah lihat divideo itu bagaimana! "


"Hentikan!!! apa yang dikatakan Vino benar! Nesa tidak seperti itu" Ucap Vicky


"Hei kau! lebih baik kau diam saja, jangan membela gadis tidak tau diri itu, aku tahu kau sangat menyukainya tapi tidak seperti ini caranya! " Renata semakin memprovokasi hati Rayhan


"Anda yang lebih baik diam dan jangan banyak bicara jika tidak tahu kejadiannya seperti apa! "


"Hentikan!!!


" Ibu pulang! dan kau Vicky diam! "


Kali ini Vino benar-benar emosi, yang Vino inginkan hanya sebuah keluarga harmonis, bukan pertengkaran seperti ini.


"Jika ibu tidak pergi, biar aku saja yang pergi! " Sambung Vino kembali, dia berjalan keluar ruangan Rayhan


Seluruh karyawan tidak berani menatap anak bossnya, bahkan banyak karyawan yang lebih baik menghindar daripada bertemu dengan Vino


"Aku benci keluargaku! " Batin Vino


"Aku akan bawa istriku pergi dari kehidupan ibu dan Ayah, aku sudah muak dengan kondisi ini"


Di toko bunga milik Zeva terlihat Nesa sedang melamun sambil meminum es bobanya, ntah mengapa setelah bertemu Vino dia menjadi hobi melamun, apa karna ucapan Vino yang membuat dia melamun


"Hey ada apa? " Tanya Zeva yang melihat Nesa melamun


"Nes! "


"Hei Nes!! "Teriak Zeva


Nesa menutup kedua telinganya, dia melototkan matanya" Aku tidak tuli! "


"Siapa yang bilang kalau kau tuli ha! "


"Lalu untuk apa kau berteriak di dekat telingaku"


"Ada apa? coba ceritakan, sedari tadi aku melihatmu melamun"


Nesa menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan "Suamiku, suamiku mengajaku pulang-"


"Bagus dong, harusnya kamu tersenyum bukan bersedih" Jawab Zeva memotong ucapan Nesa


"Ish kau, jangan potong ucapanku! aku belum selesai berbicara"


"Hehehe maaf, ya sudah lanjutkan lagi"

__ADS_1


"Suamiku mengajak aku pulang, tapi aku menolaknya, karna aku pikir aku lebih suka disini, kau tahu mertuaku sangat membenci aku,"


"Kenapa? menurutku kau orang yang baik"


"Karna aku belum mempunyai anak, dan--"


"Dan apa? " Tanya Zeva penasaran


"Dan aku difitnah berselingkuh dengan kak Vicky"


"Huft lelah aku menjalani hidupku yang tak ada ujungnya"


Zeva memegang tangan Nesa, dia menguatkan teman yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri


"Ada aku, sekarang kembalilah pada suamimu, jika kau disakiti lagi, kau boleh datang kemari, toko dan rumahku slalu terbuka untukmu"


"Aku bersyukur mempunyai teman sebaik kamu Zev, terimakasih " Nesa memeluk Zeva, tiba-tiba air matanya menetes, dia sangat bahagia, disaat semuanya tidak mempercayai dia, Zeva tetap mempercayai Nesa


"Aku akan pindah hari ini, Vino akan menjemputku, dia bilang ada urusan sebentar dengan kak Vicky"


"Sekali lagi aku berterimakasih padamu, jika kamu butuh bantuan hubungi aku saja, " Nesa mengeratkan pelukannya dan Zeva membalas pelukan Nesa


"Aku akan berpamitan dengan teman-teman lainnya"


Nesa melepaskan pelukannya, dan Zeva mengangguk


Tiba-tiba dari arah luar toko, terlihat mobil Vino sudah terparkir,kali ini dia datang sendiri tanpa sekertarisnya


Vino langsung masuk kedalam toko mengabaikan semua karyawan yang sedang menatapnya


Nesa dan Zeva melihat sumber suara, seketika kedua perempuan itu tersenyum, Nesa sekali lagi memeluk temannya lalu berdiri menggandeng mesra lengan Vino


"Boleh aku berpamitan dengan teman-temanku dulu? "


Vino mengangguk, mereka berjalan keluar ruangan diikuti Zeva dibelakangnya


Setelah berpamitan, Vino dan Nesa masuk kedalam mobil, dan mobil berjalan membelah ibukota


Cukup lama berada di perjalanan membuat sepasang kekasih kelaparan


"Apa kau lapar sayang? " Tanya Vino yang diangguki oleh Nesa


"Baiklah, istri kecilku, mari kita mampir ke restoran terdekat"


"Siap suamiku"


Di sisi lain


"Bagaimana Rain, apa kau berhasil menangkap bajingan itu! " Tanya Vicky saat sudah dikantornya


"Dia berhasil lolos, ada kemungkinan dia pergi menemui saudaranya, aku sudah menyuruh anak buahku untuk menguntai apartemennya, tapi belum ada hasil"


"Bodoh!, kenapa bisa kecolongan sih! "


"Hei sabar ky, memangnya ada masalah apa,?

__ADS_1


" Tidak mungkin aku menangkap seseorang yang tidak aku ketahui kesalahannya "


"Oh iya swalayan yang kita bangun sudah siap 100%, tinggal kita adakan pembukaan"


"Bagus, cari waktu yang tepat untuk membuka swalayan itu, dan ingat! ketatkan keamanan, karna aku akan mengundang Nesa dan Vino"


"Baik, aku akan cari waktu luangmu"


"Dan masalah Alex, aku minta sedikit waktu,"


"Hemm.. "


"Pergilah" Usir Vicky dengan gerakan tangannya


Setelah melihat sekertarisnya keluar ruangan, Vicky mencari foto ibunya, dia menatap lekat kertas kecil yang menjadi obat rindu dikala dia merindukan sosok ibu


"Aku tahu bu, jika kau salah, kau merebut Ayah dari wanita pembunuh itu, tapi jika kalian saling mencintai apa boleh buat bu,"


"Hinaan selalu aku dapat dari si pembunuh itu, aku bahkan tidak pernah dikenalkan kepada rekan bisnis Ayah sebagai anaknya, tapi aku diam bu, aku bersyukur walaupun aku diperkenalkan sebagai keponakan Ayah, dari dulu aku membenci Vino, karna dia selalu lebih unggul dari aku, tapi kini aku sadar, Vino anak yang baik, yang pantas mendapatkan perlakuan buruk dari aku adalah pembunuh itu"


"Aku janji akan membalas pembunuh itu, karna bagiku nyawa akan dibayar dengan nyawa" Kedua sudut bibir Vicky tersenyum, dia benar-benar sakit hati atas ucapan Renata yang mengatakan bahwa dirinya anak haram


"Akan kubuat dia memohon dan mengemis maaf dariku"


"Untuk Vino dan Nesa, akan aku usahakan mereka tidak mengetahui kejahatanku, aku tidak mau mereka membenciku, aku merasakan hidupku berwarna saat mereka ada didekatku"


Segera Vicky menyambar ponselnya, dia menelfon Vino untuk memastikan keadaannya


"Hallo Vin, kau dimana? " Ucap Vicky saat panggilan itu sudah terhubung


"Aku sedang direstoran bersama Nesa, memang ada apa? "


"Apa kau berhasil membawa istrimu kembali? "


"Iya, bahkan hubunganku dan istriku semakin membaik" Jawab Vino sambil menggenggam tangan Nesa


"Baiklah, aku akan memberikanmu hadiah"


.


.


.


.


.


.


.


Hay gaess Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


...... . #Happy Reading😘#.... .


__ADS_2