Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 134-Rumah sakit


__ADS_3

"Tidak perlu?? bagaimana tidak perlu! aku akan tetap membawamu kerumah sakit" Alex bersikukuh untuk membawa Nesa kerumah sakit


Setelah Nesa menghabiskan 1 bungkus roti sandwichnya, Alex mengendarai mobil dan berjalan menuju rumah sakit,


"Kak, apa maksud ucapan kaka yang membatalkan kerjasama pada perusahaan Vino? " Tanya Nesa saat mengingat ucapan Alex yang mengganjal hatinya


"Oh, perusahaan suamimu kan bangkrut! dia meminta pertolonganku untuk menstabilkan perusahaannya," Jawab Alex santai


Mata Nesa membulat sempurna "Apa! kenapa aku tidak tahu? dan sekarang bagaimana kondisi perusahaannya" Tanya Nesa dengan ekspresi terkejutnya


"Kaka sudah membantu perusahaan Vino kan? "


"Iya, tapi setelah kejadian ini, aku menyesal telah menolong Vino, menurutku dia sama sekali tidak bertanggung jawab"


"Kak, aku mohon kak, jangan batalkan kerjasama itu, aku tidak mau melihat perusahaan suamiku hancur karna aku, aku seperti ini karna kelalaianku sendiri, bukan karna Vino, bahkan sebelum berangkat Vino sudah memintaku untuk menunggunya, tapi aku yang bersikukuh ingin mengendarai mobil karna aku tak mau merepotkan Vino" Ucap Nesa berbohong, jujur saya dia tidak mau melihat Vino hancur


"Kak aku mohon" ulangnya lagi sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada,


Alex melirim sekilas lalu fokus pada jalanan lagi "Maafkan aku Nes, karna dulu aku pernah berbuat jahat padamu"


"Kamu memang wanita yang baik, tapi pasti sangat susah bagimu untuk memaafkanku" Ujar Alex tulus


"Kak, aku sudah memaafkan kaka, tapi kaka janji ya, jangan batalkan kerjasama kaka dengan perusahaan suamiku,"


"Oh iya sejak kapan kak Alex berdamai dengan Vino? "


Mendengar Nesa berbicara alis Alex mengkerut "Memangnya aku bermusuhan dengan Vino? " Tanya Alex yang diangguki lemah Nesa


"Menurutku begitu kak"


Tak terasa mobil Nesa sudah terparkir di parkiran rumah sakit, Alex langsung membuka pintu lalu berjalan memutar membuka pintu untuk Nesa,


"Terimakasih kak" Ucap Nesa sambil turun dari mobilnya


"Biar aku bantu" Alex berusaha merangkul pundak Nesa, tapi di cegah oleh Nesa, dia tidak mau ada seseorang yang mengenalinya lalu memfitnahnya


"Jangan kak, aku bisa sendiri" Nesa berjalan pelan, tapi tiba-tiba kepalanya terasa pusing, membuat Nesa kehilangan sedikit keseimbangannya


"Biar aku bantu, jangan protes! " Ketus Alex langsung membantu memapah Nesa kedalam rumah sakit,

__ADS_1


Baru saja mereka menginjakkan kaki di lantai rumah sakit, Anton dari arah kejauhan sudah melihatnya dan menghampiri mereka, membuat Nesa tak enak pada Anton, bagaimana jika Anton memberitahukan kejadian ini pada Vino,


"Hei Nes, kenapa kau datang dengan Alex, dimana Vino? dan bagaimana keadaanmu, wajahmu pucat sekali" Tanya Anton saat meneliti setiap inchi wajah Nesa


"Aku menemukannya di mobil sedang meringis kesakitan, beruntung aku melihatnya, jika tidak, mungkin dia akan mengendarai mobil ugal-ugalan karna menahan rasa sakitnya" Ujar Alex memapah tubuh Nesa lalu Anton memberikan jalan untuk menuju ruang perawatan


"Dimana Vino Nes! apa dia menyuruhmu mengendarai mobil sendiri? dan kenapa kamu keluar rumah, aku sudah bicara dengan Vino, kalau kamu harus beristirahat total dirumah,"


"Aku sudah baikan dok" Ucap Nesa sambil merebahkan tubuhnya di atas bangsal lalu Anton mulai mengeceknya


Setelah selesai mengecek keadaan Nesa, Anton berjalan menuju suster yang sedang menulis sesuatu, entah pembicaraan apa yang mereka obrolkan sampai mereka harus berbisik lalu suster menganggukan kepadanya


"Saya pasang infusnya dulu ya" Ucap suster membuat Nesa terkejut


"Dok! " Panggil Nesa pada Anton


"Nes, lebih baik kamu di rawat inap selama beberapa hari disini, kondisimu semakin memburuk, pasti dirumah kau memikirkan banyak pikiran tentang sumimu"


"Istirahatlah, biar aku yang akan bicarakan keadaanmu pada Vino" Jawab Anton


"Dan kai boleh pergi, pasien membutuhkan waktu untuk beristirahat, jika kau masih disini, kau bisa mengganggu ketenangannya" Usir Anton pada Alex, membuat Alex yang diam menjadi menggerutu kesal


Anton menyuruh suster yang sudah selesai memasang infus untuk mengusir Alex dari ruangan Nesa


"Mari pak, anda bisa mengganggu ketenangan pasien" Ucap suster membuat Alex semakin geram, sejak kapan dia dipanggil bapak, apa wajahnya sudah setia bapak-bapak


"Kalian!! awas saja kalian!! " Pekik Alex yang berjalan keluar karna suster mendorong tubuh Alex, persetujuan dari Anton membuat Suster berani melakukan itu terhadap Alex


Setelah melihat suster dan Alex pergi, Anton mendudukkan bokongnya dikursi yang sudah disediakan di samping tempat tidur Nesa


"Ada apa? bukannya kemarin aku melihatmu sudah baikan"


"Apa Vino melukaimu? " Tanya Anton saat berdua dengan Nesa


"Gak dok, aku tadi lupa makan jadi seperti ini" Bohong Nesa sambil memalingkan wajahnya agar tak berhadapan dengan Anton


"Baiklah, aku akan menghubungi Vino kalau kau sedang dirawat di sini" Ucap Anton sambil merogoh saku jasnya lalu mengeluarkan ponselnya


"Jangan dok! " Cegah Nesa saat dokter Anton sudah mendekatkan benda pipih itu ketelinganya

__ADS_1


Kening Anton mengkerut "Ada apa? " Tanya Anton yang masih menunggu panggilannya diangkat oleh Vino


"Jangan dok!! " Pekik Nesa sambil merampas ponsel Anton, membuat Anton semakin bingung, baru kali ini dia melihat kemarahan Nesa istri Vino


Nesa langsung mematikan panggilannya lalu memberikan ponsel Anton pada pemiliknya


"Jangan hubungi dia, aku tidak mau membuat dia khawatir" Ketus Nesa


"Tapi Nesa, dia suamimu, bagaimana jika dia mencarimu?? apa kamu tidak berfikir dia akan cemas mencarimu? dan kamu disini bukan sejam atau dua jam melainkan beberapa hari"


"Dokter boleh bilang, kalau aku pergi ke luar kota untuk mengatasi investor, jangan pernah bilang kalau aku sedang dirawat di rumah sakit ini, aku sedang kecewa dengan Vino"


"Kecewa?? memangnya kalian bertengkar? dan apa jangan-jangan tubuhmu drop karna kalian bertengkar? " Tanya Anton yang menduga-duga


Nesa menganggukan kepalanya, tanpa terasa air matanya menetes membuat Anton mengambil tisu lalu membersihkannya


"Ada apa? coba ceritakan? " Ucap Anton sambil membuang tissue itu ke tempat sampah yang berada di dekatnya


"Aku orangnya baperan dok, hatiku tiba-tiba sakit saat suamiku menaruh perhatian pada seorang wanita, iya aku memang salah, karna aku cemburu dan baper, tapi aku wanita dok, semua wanita memberikan seluruh perasaannya untuk seseorang yang dicintainya"


"Dan dokter, jika Vino tidak mencariku jangan pernah mengatakan apapun padanya ya, aku ingin tenangkan pikiranku dulu, karna aku yakin, setiap aku melihat wajah Vino aku akan teringat masalah itu"


"Apa wanita yang kau maksud Selena? "


"Hahaha, kenapa dokter menyimpulkan sesuatu sendiri, aku bahkan tidak menyebutkan namanya" Jawab Nesa sambil tersenyum getir, terpancar kekecewaan yang mendalam di matanya.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote Dan hadiah🎁)


........ #Happy Reading😘#.....

__ADS_1


__ADS_2