
Di dalam mobil, Vino mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia benar-benar tidak percaya bahwa Ayahnya sendiri yang mencelakai Selena,
"Sejujurnya aku masih ragu makanya aku memancing Ayah dengan cara membongkar pembunuhan Vicky, tapi setelah aku tahu semuanya, aku semakin benci dengan Ayah!
" Bagaimana bisa, pria yang seharusnya menjadi panutan, kini justru melakukan perbuatan yang sangat menjijikan " Gumam Vino sambil menyetir
Setelah bergelut di jalanan yang ramai, kini Vino sudah sampai di depan kantornya, beberapa hari mengurus istrinya yang sakit membuat dia tak sempat mengecek keadaan kantornya
"Selamat siang Tuan Vino" Ucap security yang menjaga pintu masuk kantor
Tak ada jawaban dari Vino, dia tetap berjalan berwibawa, walaupun matanya masih memancarkan amarah yang mendalam,
Sekertaris Sean terlihat sangat kesal dengan bossnya, dia baru saja sampai di kantor dan ingin memaki bossnya, tapi setelah melihat wajah bossnya yang tak enak dipandang membuat Sean mengurungkan niatnya untuk memaki bossnya
"Kau sudah pulang Sean? oh iya Selena sudah di temukan" Ucap Vino santai yang berjalan menuju kursi kebesarannya
"Saya sudah tahu Tuan, maka dari itu saya pulang" Jawab Sekertaris Sean dengan senyum yang dipaksakan
"Bagus, sekarang kembalilah bekerja, dan ini! " Vino mendorong tumpukan dokumen yang tinggi ke arah Sean
Sean mengkerutkan keningnya "Ini, untuk apa Tuan? " Tanya Sean dengan wajah bingung
"Untuk dikerjakan bodoh! kerjakan semuanya! fikiranku sedang kacau dan aku tidak bisa bekerja untuk hari ini" Ucap Vino yang merogoh ponselnya lalu memiringkan ponselnya dan bermain game online
Dada sekertaris Sean terasa sesak saat melihat tumpukan dokumen yang menjulang tinggi, dan lebih tak percaya lagi saat dia melihat bossnya bermain game online
"Cepat!! bawa semua ke ruanganmu! hari ini harus selesai! " Titah Vino dengan pandangan fokus ke ponselnya, jari jempolnya sudah memijat layar ponselnya
"Lalu pekerjaan Tuan apa? " Rasa lelah dan kesal bercampur aduk di dada Sean, membuat Sean berani berbicara seperti itu pada atasannya
"Apa pekerjaan Tuan hanya bermain game? " Sambungnya lagi saat Vino mengabaikan ucapannya malah fokus pada game nya
"Kau! " Vino melirik sekilas Sekertarisnya lalu kembali menatap ponselnya lagi
"Apa kau sudah berani padaku! "
"Aku ini bossmu Sean, dan kau harus menuruti semua perintah dari bossmu"
"Apa kau tahu! "
"Huh! kesabaran saya sudah habis Tuan, Tuan mempermainkan saya untuk masuk kedalam hutan dan sekarang saya baru saja sampai malah diberi pekerjaan sebanyak ini, memang saya robot? yang bisa Anda suruh-suruh! "
"Dan apa itu? Tuan menyuruh saya untuk selesai hari ini mengerjakan ini semuanya, apa Tuan sudah gila! saya mempunyai tugas sendiri"
Mendengar Sekertarisnya berbicara panjang lebar, Vino meletakkan ponselnya dan bangkit dari duduknya
"Apa kau tahu! aku mempunyai masalah yang jauh lebih besar, dan baru saja aku menyelesaikan masalah itu!"
__ADS_1
"Sekarang aku hanya ingin bersantai merilekskan badan! "
"Tapi tidak seperti ini Tuan, kau akan membunuhku jika seperti ini! " Ucap Sean dengan frustasi
"Okeh! baiklah! jika kau tak ingin mengerjakan semuanya kau boleh pergi dari sini, aku tugaskan kau... untuk mengecek perusahaan istriku"
"Berikan salinan laporan mingguan dan bulanan padaku! dan ingat! cek semua berkas yang masuk dan keluar"
"Jangan membuat istriku bingung saat masuk ke kantor" Ucap Vino pada Sean
"Itu sama saja Tuan, kau memberiku pekerjaan yang menguras otak dan tenaga" Keluh Sean kesal
"Lalu kau ingin seperti apa? kau ingin bekerja sebagai apa hah!"
"Sean kau sudah kuanggap seperti saudara sendiri dan aku hanya mempercayaimu"
"Tapi gaji saya? saya mau gaji saya naik, karna jika terus menerus seperti ini, saya akan rugi tenaga dan fikiran" Terang Sean,
"Rupanya kau sudah berani padaku ya! "
"Hebat!! " Vino menepuk pundak Sekertarisnya pelan
"Baiklah, karna aku berbaik hati padamu, gajimu akan aku naikan 2 kali lipat untuk bulan ini" Ucap Vino membuat hati Sekertaris Sean senang
"Dan seterusnya Tuan" Jawab Sean asal,
Vino memukul Sekertarisnya "Memangnya aku gudang uang! sudah kembali bekerja! " Titah Vino pada Sean
"Baik Tuan" Sean berjalan menuju pintu keluar tapi langkahnya terhenti karna Vino memanggilnya
"Hei tunggu! " Vino mencegah Sekertarisnya itu pergi
Sean menoleh pada Vino "Iya Tuan, ada apa memanggil saya?" Jawab Sekertaris Sean yang terlihat bingung, baru saja dia bahagia karna gajinya naik sekarang tiba-tiba wajah bahagianya sudah memudar
"Ini! bawa ini semua! percuma saja aku menaikan gajimu" Titah Vino membuat Sean menghembuskan nafasnya kasar
"Aku fikir dia lupa, tapi ternyata tidak" Gumam Sean lirih
"Apa yang kau bicarakan! aku tidak mendengarnya jelas" Ucap Vino saat Sekertarisnya menggerutu tak jelas
"Eh bukan apa-apa Tuan," Jawab Sean sambil mengambil tumpukan dokumen itu
"Seharusnya aku saja yang menjadi presdir di perusahaan ini bukan dia, apa gunanya dia menjadi presdir jika tidak membantu para bawahannya"
"Nasib menjadi Sekertaris pria seperti Tuan Vino"
..........
__ADS_1
"Sel, ada hal yang perlu aku bicarakan" Ucap Nesa saat sudah berada diruang TV
Selena mendongakkan wajahnya kearah sumber suara "Eh Nesa, ada apa? sinih duduk, kita bicara sambil duduk" Titah Selena yang melihat Zena dibelakangnya
Nesa tersenyum lalu duduk di samping Selena "Maaf mungkin ini pertanyaan yang sangat menyinggungmu, aku hanya ingin bertanya tentang perasaanmu pada Vino?
" Secara kalian kan mantan pasangan kekasih" Ucap Nesa tersenyum kikuk
"Aku tidak ada apa-apa dengan Vino, percaya padaku Nes" Jawab Selena tersenyum
"Jangan cemburu, cinta Vino hanya untukmu"
"Aku tahu itu" Sambungnya lagi
"Emm aku juga mau bertanya lagi tapi ini pertanyaan yang sangat menyinggungmu, " Ucap Nesa ragu, tapi dia sangat penasaran dengan jawaban dari pertanyaan yang akan dilontarkan ini
"Katakan saja, kalau aku bisa jawab pasti aku akan menjawabnya"
"Emm tapi aku mohon kamu jangan marah atau mengadu pada Vino ya, cukup hanya kita yang tahu"
"Iya, memang apa yang mau kamu katakan Nes"
"Kelihatannya pertanyaanmu ini sungguh rahasia dan penting hehe" Kekeh Selena, dia berusaha mencairkan suasana agar tidak tegang karna ucapan Nesa
"Tapi kalau kamu masih ragu untuk mempertanyakan lebih baik jangan Nes" Sambungnya lagi
"Tapi aku penasaran dengan pertanyaanku sel"
"Haha ya sudah, cepat... apa yang ingin ditanyakan" Ucap Selena yang tak sabar dengan pertanyaan yang akan dilontarkan Nesa
"Emmm.. apa kamu dan Vino pernah melakukan hal yang menjerumus unsur dewasa saat pacaran, maksudku seperti lebih dari ciuman gitu? " Tanya Nesa lirih tapi sangat jelas didengar Selena
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit komen, vote dan hadiah🎁)
.. #Happy Reading😘#......
__ADS_1