Menikah Dengan Sahabat Kekasihku

Menikah Dengan Sahabat Kekasihku
Episode 83- Pertikaian


__ADS_3

"Tidak perlu, aku bisa menyetir sendiri" Ketus Nesa


Nesa mulai menyalakan mesin mobil, sekali lagi Vino dibuat terkejut saat istrinya sangat pandai menyetir mobil


"Siapa yang mengajarkanmu menyetir sayang? atau kamu mengikuti latihan setir mobil? "


"Tidak"


"Sayang"


"Hem"


"Maafkan aku"


"Aku salah, ucapanku sudah membuat hatimu sakit, sekali lagi maafkan aku sayang"


Tiba-tiba tanpa ada perintah dari siapapun, Nesa menghentikan mobilnya di pinggir jalan, membuat mobil yang dikendarai Sean mengerem mendadak dan menyebabkan kendaraan dibelakang mobil Sean bertabrakan


Caci maki dan umpatan para pemilik mobil terdengar begitu riuh, ada yang sampai memaki dan menendang mobil Sean


"Kenapa kita berhenti disini sayang? "


"Turun! "


"Sayang, aku minta maaf"


"Dan aku tidak mau turun, aku akan ikut kemanapun kamu pergi, aku tidak ingin kehilangan kamu lagi"


Vino berusaha meraih tangan Nesa yang berada di stir mobil, belum sempat meraih, ponsel Nesa bergetar dan langsung saja Nesa mengambil ponselnya


Lagi-lagi Vino terheran-heran, ponsel istrinya bukannya tidak aktif sudah lama, tapi kenapa dia melihat ponsel istrinya aktif, sekali lagi dia melihat ponselnya lalu mencari chat yang dia kirim tetapi masih ceklis satu, tapi bentukan ponsel Nesa yang dipegang Nesa sekarang sama persis dengan ponsel yang Sean belikan


"Sayang, kamu ganti nomor? " Akhirnya rasa penasaran Vino tak bisa di tahan lagi, dia mencoba bertanya pada istrinya


"Tidak"


"Hallo.. "Ucap Nesa saat dia sudah menggeser tombol hijau


"Kamu dimana Nes!, toko sudah ramai dan Tia kewalahan, secepatnya kamu pulang"


"Apa!, maafkan aku, aku akan segera pulang, tapi sedikit terlambat ya, ada sesuatu yang aku urus" Ucapnya sambil melirik sekilas Vino


Vino semakin menajamkan pendengarannya, dia berusaha menguping, perlahan kepalanya dia dekatkan dengan telinga Nesa


Nesa yang melihat itu langsung menjauhkan kepala suaminya yang sedang menguping membuat Vino cengengesan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Aku harus mendapatkan hati istriku kembali, aku tidak boleh terlihat tidak mempercayai istriku lagi" Batin Vino


Setelah melihat Nesa memasukan ponselnya kedalam tas, Vino berusaha meraih tangan istrinya


"Maafkan aku sayang"


"Jangan hukum aku seperti ini, aku tidak bisa berjauhan denganmu lama-lama"


"Maaf, cepat turun, aku ada urusan, aku tidak bisa mengantarmu ke kota"


"Aku tidak akan turun, aku akan bersamamu kemanapun kamu pergi"


Setelah mendapatkan penolakan dari suaminya, Nesa turun dari mobil, dia melangkah menghampiri sekertaris Sean


"Kunci mobil? " Tangan Nesa menengadah meminta kunci mobil milik Vino


"Kunci mobil? " Ulang sekertaris Sean


"Iya cepat, berikan kunci mobil mu!! "

__ADS_1


"Aku harus pergi!! "


"Ta-tapi anda bukannya sudah membawa mobil Nona? "


"Cepat!! "


Sekertaris Sean yang melihat aura membunuh dari istri bossnya tiba-tiba menjadi ketakutan, bagaimana bisa manusia lembut bisa menjadi monster yang menyeramkan, tapi setelah melihat perintah Vino yang berada di belakang istrinya, dia menganggukan paham.


"Ada di dalam Nona"


Akhirnya Nesa masuk kedalam mobil dan mengendarai mobil Vino lalu meninggalkan kedua pria yang sedang saling pandang


"Kita ikuti istriku! "


Sekertaris Sean mengangguk, dia berjalan masuk kedalam mobil Nesa, satu hal yang membuat Sean takjub tak berkedip memandang mobil istri milik Tuannya


"Ternyata Nona pecinta pinky, hihihi" Gumam Sean yang masih bisa didengar oleh Vino


"Cepat jalan! Jangan sampai kita kehilangan jejaknya, tapi jangan terlalu dekat, pastikan istriku tidak mengetahui bahwa kita mengikutinya dari kejauhan "


Sekertaris Sean mengangguk, dia menyalakan mesin mobil lalu mengikuti mobil yang dikendarai istri tuannya


Sampai disaat mobil yang dikendarai Nesa terparkir mulus di depan toko bunga Zeva, sejenak Sean berfikir, beberapa hari yang lalu dia pernah kemari tapi kenapa dia tidak bertemu istri Tuannya, dan saat Sean memarkirkan mobilnya yang tidak jauh dari mobil Nesa, dia mendapatkan hal yang tak di duga lagi, Zeva keluar dari toko lalu berbincang akrab dengan Nesa


"Mereka saling kenal? " Batin sekertaris Sean


"Dia siapa? Apa dia teman istriku? " Tanya Vino pada sekertarisnya, Sean hanya mengedikan bahunya,


"Tidak tahu Tuan, tapi jika dilihat dia memang dekat dengan Nona, mungkin dia yang sudah menolong Nona disaat Nona kabur"


"Jika itu benar, aku akan berterimakasih padannya,"


"Apa kita turun atau menunggu disini? " Tanya sekertaris Sean pada Vino


"Baik Tuan


Ting...


Bunyi bel pintu terbuka, Vino dan sekertaris Sean masuk, Tia yang sedang meminum boba tiba-tiba reflek, dia menjatuhkan bobanya sehingga mengakibatkan Nesa terkejut, Nesa yang sedang menghadap Tia pun tidak melihat kehadiran suaminya, dia fikir dia sudah lolos dari kejaran suaminya


" Ganteng banget Nes,


"Aku mau dong jadi istrinya" Gumam Tia menatap Vino yang sedang menatapnya, sejujurnya bukan menatap Tia tapi menatap istrinya yang sedang menghadap Tia


"Ganteng? Siapa? "


"Itu" Tunjuk Tia dengan dagunya, Nesa segera berputar, seketika dia menjatuhkan minuman bobanya dia bukan terhipnotis dengan ketampanan Vino melainkan keterkejutannya melihat Vino ada didalam toko bunga milik Zeva


"Kenapa dia ada disini, bahkan tadi aku sudah mengecek kaca spion mobil, dan aku tidak melihat mobilku yang dipakai Vino mengikutiku"


"Jika sudah begini, artinya rencanaku dan kak Vicky gagal total"


" Dia mendekati kita Nes, Nes! Coba lihat, apa penampilanku sudah cantik, oh iya apa bedaku sudah luntur atau lipstiku, apa lipstikku sudah hilang "


Tia sibuk bercermin dia merapikan penampilannya sekali lagi, dia memoles sedikit lipstik merah mudanya agar terlihat lebih terang dan menyala


"Ada yang bisa saya bantu.. " Tia mengambil alih posisi Nesa, Nesa pun tak perduli dia mengambil boba lalu membuangnya di tong sampah dekat meja kasir, dia berusaha melayani pembeli yang akan membayar


"Maaf Nona, saya ada urusan dengan Nona Nesa" Sekertaris Sean maju paling depan, dia risih dengan tatapan mata Tia yang tak berkedip menatap Tuannya


"Nesa? " Gumam Tia


Tia memundurkan langkahnya lalu menyeret tubuh Nesa, tatapan tajam dan menusuk dari sekertaris Sean sangat dan sangat membuat Tia merinding


"Dia mencarimu, biar aku saja yang menggantikan kamu"

__ADS_1


Hembusan nafas kasar dari Nesa terdengar di telinga Vino saat Vino sudah berdiri di depan Nesa membuat Tia merasa bingung dengan hubungan Nesa dan dua pria di depannya


Nesa menyambar slingbag lalu mengeluarkan kunci mobil dan meletakkan diatas meja lalu mendorongnya ke sekertaris Sean


"Aku kembalikan, dan cepat kembalikan kunci mobilku, eh maksudnya kunci mobil temanku"


"Kunci mobilnya ada disaku celanaku," Ucap Vino membuat Nesa kesal


"Oh, "


"Sayang, sudah dong marahnya, ayok kita pulang, aku sangat merindukanmu dan aku tidak bisa hidup tanpa kamu"


Pendengaran Tia tidak salah dengar kan, dia mendengar pria tampan yang dia kagumi memanggil Nesa dengan sebutan sayang


"Sekertaris Sean, bawa dia pulang, aku takut ibunya sedang mencarinya"


"Sayang.. " Vino tiba-tiba memeluk Nesa, dia menangis menyesali perbuatannya


"Maafkan aku, maafkan aku"


Banyak pasang mata yang memandang kearah Nesa dan Vino apalagi Vino menangis di hadapan umum


"Kau, aku baru melihatmu menangis lemah seperti ini Tuan" Batin Sean tak percaya, dia juga merasakan kesedihan saat Tuannya menangis


Perlahan Nesa mengelus punggung suaminya, dia tidak tega mendengar isak tangis suaminya


"Jangan menangis, aku tidak ingin semua orang menatapku dengan tatapan menyelidik, aku takut semua orang berfikir bahwa aku orang yang kejam karna membuatmu menangis"


"Tidak, aku tidak menangis, maafkan aku" Vino makin mempererat pelukannya, dia merasa hangat dan nyaman saat Nesa membalas pelukannya


"Lepas, aku malu" Lirih Nesa, dia tak berani menatap orang yang sedang menatapnya


"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu, sebelum kamu memaafkan aku"


Zeva yang baru saja keluar dari ruangannya pun terpaku saat melihat adegan sedih dari sepasang kekasih ini


Tapi saat pandangannya bertemu dengan mata sekertaris Sean, Zeva justru terlihat kesal, dia langsung memalingkan wajahnya


"A-aku sudah memaafkanmu, jadi tolong lepaskan, aku tidak bisa bernafas"


Mendengar istrinya sudah memaafkannya, Vino langsung melepaskan pelukannya dia mencium kening istrinya berulangkali dan menyenderkan kepada istrinya kedada bidangnya


"Terimakasih sayang"


"Ayo kita pulang, kita akan tinggal di apartemen"


.


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


........ #Happy Reading😘#......

__ADS_1


__ADS_2