
"Hujan.. " Gumam Vino saat melihat air yang menetes membasahi jendela kamarnya
"Nesa, istriku.. "
Vino keluar dari kamarnya lalu mencari keberadaan istrinya di setiap sudut,
"Bi, lihat istriku?? " Tanya Vino pada salah satu pelayan yang melintas dihadapannya
"Maaf Tuan, saya melihat Nona keluar dari rumah sambil menangis.."
"Bodoh!! kenapa bibi tidak mencegahnya!! apa bibi tidak tahu jika diluar sana sedang hujan hah!! "
"Istriku takut dengan petir bi!!!! " Maki Vino pada pelayan rumahnya
"Ma-maaf Tuan.. "
"Dasar tidak bejus!! "
Duarr.....
Suara petir terdengar ditelinga Vino, membuat Vino semakin khawatir, dia takut terjadi apa-apa dengan istrinya, walaupun dia kecewa tapi tidak bisa dipungkiri dia sangat mencintai Nesa dan tidak mau kehilangan Nesa
Segera Vino berjalan menaiki anak tangga, lalu masuk kedalam kamarnya untuk mengambil kunci mobil dan jaket kulitnya
lalu turun lagi dan berlari menuju garasi mobil.
Dari balkon kamarnya Renata bisa melihat anaknya pergi mengendarai mobil.
"Vin!!! mau kemana!!! hujannya sangat deras nak!! " Teriak Renata dari atas balkon, tapi Vino sama sekali tidak mendengarnya karna suara hujan beserta mesin mobil yang saling beradu
Di dalam perjalanan Vino berusaha menyusuri pinggir jalan, dia berharap bisa menemukan istrinya, dia hanya kecewa dengan Nesa dan bukan berarti dia akan meninggalkan Nesa
"Kamu kemana Nes?? aku memang kecewa padamu, karna kamu merahasiakan ini padaku, jika saja kamu menceritakan ini semua padaku pasti aku tidak akan sekecewa ini, dan aku akan buat perhitungan pada Alex.. "
Sudah beberapa putaran mobil Vino mengelilingi kompleks rumahnya tetapi dia belum juga berhasil menemui istrinya
"Vicky! mungkin saja Nesa berada disana, beruntung aku masih mengingat alamatnya.. "
Mobil Vino berjalan cepat menuju apartemen Vicky
Setelah sampai di parkiran apartemen Vicky, Vino turun lalu berjalan menuju apartemen Vicky
Tingg.. Tongg
Tingg... Tonggg
Tingg.... Tonggg
Bel terus berbunyi membuat Vicky yang sedang mandi terganggu
"Sebentar!! " Vicky melilitkan handuk di pinggang nya
Klek...
"Eh Vin, masuk!! Tumben.. "
"Dimana istriku!! "
"Nes!! Nesa!!! " Teriak Vino berusaha masuk kedalam apartemen Vicky
"Vin, kamu tidak boleh sembarangan masuk kedalam apartemen orang!! " Teriak Vicky
__ADS_1
"Berisik!! aku sedang mencari isteriku"
"Pasti dia ada disini!! "
"Nes!! Nesa!!! "
"Dia tidak ada disini, lebih baik kau pergi saja.. "Cegah Vicky dari dalam, dia tidak mungkin mengizinkan Vino masuk kedalam apartemennya
"Jangan halangi aku!! "
"Aku semakin curiga! jika kamu menghalangi aku!! "
"Istrimu tidak ada disini!! " Teriak Vicky
Bughh..
Bughh
Vino memukul wajah Vicky keras, mengakibatkan Vicky tersungkur kelantai
"Apa-apaan ini, kenapa kau memukulku hah!!.. " Ucap Vicky bangkit lalu membenarkan handuk yang hampir terjatuh
Sejenak Vino ingin menahan tawa karna handuk Vicky sudah merosot
"Dimana istriku!!
"Nes!! "
Vino masuk kedalam kamar Vicky, dia dapat melihat seorang wanita tertidur di kamar Vicky
Segera Vicky menarik paksa Vino agar keluar dari kamarnya,"Sudah aku bilang, istrimu tidak ada disini!! " Geram Vicky, akhirnya aktivitas malamnya ketahuan oleh Vino
"Pergi!! jangan ikut campur urusanku!! " Tangan Vicky menyeret Vino keluar dari apartemennya
Sebelum benar-benar keluar Vino menayakan keberadaaan istrinya, berharap Vicky mengetahui dimana suaminya
"Kau kan suaminya, mana aku tahu dimana istrimu!! " Ketus Vick langsung menyeret dan mendorong tubuh Vino dari depan pintu apartemennya
Braakkk..
pintu tertutup keras, membuat Vino memegang dadanya,
"Kamu dimana Nes?? "
"Setahuku temanmu hanya Vicky dan Selena, jika mereka tidak bersamamu, lalu kamu ada dimana.. " Vino bergumam sambil berjalan, dia keluar menuju parkiran dan masuk kedalam mobilnya
Aarrrrgggkkkkhhh........
Vino memukul stir mobil dengan keras "Bodoh!! Bodoh!!! "
"Ini pasti ulah Alex, pasti Alex yang membawa istriku.. " Dia kembali memukul stir mobil
................
"Terimakasih sudah mau menolongku.. " Nesa tersenyum manis, dia duduk sambil memegang gelas yang berisi teh hangat
"Kita kan teman, jadi sudah sepantasnya jika kita saling membantu.. " seseorang itu membalas senyum Nesa
"Anggaplah ini rumahmu sendiri, tapi maaf rumahku terlalu sempit dan kecil.. " seseorang itu tersenyum kecut
Srruuupptt...
__ADS_1
Nesa menyeruput tehnya lalu meletakan di meja, "Aku bahagia mempunyai teman sepertimu, mau menolongku dalam keadaan susah, dan aku tidak mempermasalahkan rumah, bagiku ukuran rumah tidak mempengaruhiku.. "
"Bekerjalah diperusahaanku,.. " Bujuk Nesa, dia berdiri lalu duduk di dekat seseorang itu
"Maaf Nes, bukannya aku menolak, tapi kau tahu sendiri kan aku lulusan apa? dan aku juga mempunyai bisnisku sendiri.. " digenggamnya tangan Nesa
"Maaf.. " Ucapnya sekali lagi
"Tidak apa-apa, tapi jika kau membutuhkan sesuatu, bicaralah padaku, jika aku bisa mengabulkannya aku pasti akan mengabulkan untukmu.. "
Seseorang itu mengangguk, dia menyuruh Nesa untuk tidur karna malam sudah sangat larut,
"Ini kamar tamu, kau bisa menempatinya sesukamu, dan urusan pakaian, kau bisa memakai pakaianku, aku pikir tubuh kita sama hehe.. "
Nesa tersenyum, dia masuk kedalam kamar tamu dan duduk di tepi ranjang "Terimakasih, maaf aku sudah merepotkanmu, aku janji aku tidak akan lama disini, besok aku akan mencari rumah sewa.. "
"Jangan dipikirkan,, ya sudah aku kembali ke kamar dulu, selamat malam, selamat tidur Nona.. " Setelah mendapatkan anggukan dari Nesa, seseorang itu menutup pintu kamar dan berjalan menuju kamarnya.
Malam semakin larut, tapi Vino masih disibukkan dengan mencari keberadaan istrinya, hujan yang mengguyur deras sudah berhenti sejak tadi, jalanan di ibukota masih terlihat ramai, ekor mata Vino selalu melirik pinggir jalan berharap sang istri cepat ditemukan.
"Kemana kamu Nes, apa kamu baik-baik saja? atau terjadi sesuatu padamu,.. "
"Ponselmu juga tidak aktif, kamu membuatku gila Nes!! " Racau Vino didalam mobilnya
Sudah beberapa kali dia menelfon istrinya tapi hanya terdengar suara operator yang memberitahu bahwa nomor istrinya sedang berada diluar jangkauan.
Tiba-tiba Vino teringat dengan sekertaris istrinya, dia meminta nomor sekertaris Vier pada Sean
"Cepat berikan nomor sekertaris istriku!! "
Mata Sean masih terpejam, dia sangat lelah, "Untuk apa Tuan?, apa yang terjadi?? " Tanyanya lagi
"Jangan banyak bicara bodoh!! istriku hilang! dan kau!! cepat bantu cari istriku, aku takut jika istriku mengalami hal buruk!? "
akhirnya mata Sean terbuka sempurna, disambar jaket yang berada di gantungan baju, tangannya satu lagi menari di layar ponselnya, dia sedang mengirim nomor sekertaris Vier pada bossnya
"Sudah Tuan.. " Ucapnya tapi panggilan itu sudah diakhiri oleh Vino
"Boss kurangajar, aku belum selesai berbicara dan dia sudah mematikan telfonnya, " Maki Sean lalu menendang tong sampah yang berada dikamarnya, membuat beberapa sampah berserakan di lantai
Sean semakin kesal "Ah sial!! bodohnya aku!! kenapa aku menumpahkan sampah itu!! "
"Sudahlah aku harus mencari Nona, .. " Sean meninggalkan kamarnya dalam keadaan kotor
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
............. #Happy Reading😘#.............
__ADS_1