
"Apa yang kamu lakukan ky, tulang tanganmu bisa retak! " Pekik Selena, dia menyeret Vicky untuk duduk disampingnya
"Kenapa hah! Kenapa masih peduli denganku!! Bukannya kamu ingin menggugurkan anak kita, "
"Kau sama saja seperti Renata, seorang pembunuh, aku benci seorang pembunuh!!!"
"Bagus lah kalau kamu benci aku"
"Aku akan tetap menggugurkan kandungan ini, aku sudah mantap dengan keputusanku"
"Jika kamu lakukan itu, kamu lihat saja! apa yang akan ku perbuat padamu! "
"Berikan alasan yang jelas, kenapa kamu mau menggugurkan anak kita,"
"Cepat katakan alasannya,cepat!!!" Pekik Vicky
"Baiklah, aku..aku kita tidak bisa membiarkan dia hidup diantara kita ky, aku tahu kamu tidak pernah mencintaiku, dan aku tahu kamu hanya memanfaatkanku untuk kepentingan pribadimu,
"A-aku hanya menginginkan yang terbaik untuk anakku" Jawab Selena dengan pandangan fokus kedepan
"Apa katamu??
"Apa membunuh itu yang terbaik hah! " Tanya Vicky sambil tersenyum sinis, tangannya sudah terkepal di bawah meja
"Bukankah aku berniat untuk mempertanggungjawabkan kesalahanku dengan cara menikahimu, apa menurutmu ucapanku itu becanda hah! atau
"Arrrggggkkhhhhhh" Teriak Vicky sambil melempar vas bunga yang berada di meja terjatuh kelantai dan berserakan
Jantung Selena seakan ingn copot saat melihat kemarahan Vicky, dari dulu Selena tidak pernah melihat Vicky semarah ini sampai melempar benda yang berada disekitarnya,
"Kenapa? Kau takut saat aku marah seperti ini hah! " Ucap Vicky saat melihat Selena berdiri lalu memundurkan langkahnya, tubuhnya gemetar saat Vicky berjalan maju mendekat pada Selena
"Kau tidak bisa membunuh anakku Sel!! " Teriak Vicky sambil mencengkram dagu Selena,
"Ky," Selena memejamkan mata, dia tidak berani menatap wajah dan mata Vicky yang berada dihadapannya
"Tatap mataku, apa ucapanku saat ini serius atau becanda"
"Tatap mataku!!!! " Teriak Vicky yang semakin erat cengkramannya
Selena menatap wajah dan mata Vicky, wajah yang sebelumnya tersenyum, mata yang sebelumnya menatap teduh, kini semuanya hilang diganti dengan amarah yang memuncak
__ADS_1
"A-aku akan pergi dari kehidupanmu, dan kau bisa menikah dengan wanita yang kau cintai, tapi lepaskan aku, biarkan aku melakukan keputusan yang menurutku terbaik"
"Omong kosong! " Terbaik darimana hah! Dasar wanita bodoh! Coba jelaskan keputusan terbaik dari segi mana! katakan!!!!
"Kau akan menghilangkan nyawa anakku, dan dengan entengnya kau bilang itu terbaik! Dimana hati nuranimu Sel!! Dimana!" Ucap Vicky melayangkan tangannya lalu selena memejamkan matanya, dia menangis dihadapan Vicky
"Hentikan ky!! " Pekik Vino sambil berlari diikuti Nesa dibelakangnya, beruntung Vicky tidak mengunci apartemennya
"Dia ketakutan, apa kau sudah gila! Dia sedang mengandung anakmu ky! " Sambungnya lagi,
Cengkraman itu terlepas, Vino membawa Vicky duduk di balkon lalu Nesa membawa Selena yang ketakutan kedalam kamar Vicky, dia mendudukan Selena diranjang lalu membuka paperbag yang sudah diatas ranjang
"Pakai pakaianmu dulu Sel, jangan takut, sudah ada aku dan Vino, dan Vino akan berbicara dengan Vicky" Ucap Nesa sambil mengelus punggung Selena
Selena tersenyum lalu berterimakasih pada Nesa, dia menghapus air matanya dan berjalan ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya yang diberikan Vicky
Di balkon, Vicky dan Vino duduk, tak ada yang berbicara, Vino sengaja diam karna amarah Vicky belum reda, jika Vino berbicara dia takut ucapannya salah
"Dia tetap pada pendiriannya, dia akan menggugurkan kandungannya, " Ucap Vicky sambil menatap lurus kedepan
"Apa karna ini kamu marah seperti tadi ? " Tanya Vino yang diangguki Vicky
"Aku sengaja membawa Nesa kemari untuk berbicara dengan Selena, tapi kau malah mengacaukan semuanya"
"Siapa yang mengacaukan hah! Aku hanya ingin dia sadar, pikirannya terbuka, bahwa tindakannya salah, jika dia tidak ingin bayi itu, setidaknya biarkan bayi itu lahir dan aku akan merawatnya dengan kasih sayang"
"Jika dia tidak ingin menikah denganku, aku terima, tapi jangan gugurkan anak aku!
" Aku tidak bisa berdiam diri, anakku terancam dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri Vin!!"
"Tapi, bukankah Selena mencintaimu, lalu kenapa kamu bisa berfikiran bahwa dia tidak mau menikah denganmu?" Tanya Vino yang bingung
"Haha tidak ada keseriusan dihubungan aku dan Selena, mungkin perkataan Selena yang mencintai aku hanya omong kosong, buktinya dia meminta aku membuka lembaran baru masing-masing"
"Tapi menurutku ini aneh ky, apa kamu tidak bisa memahami Selena??, bukankah kalian sudah mengenal lama? "
"Memangnya aku mengenal dia berapa lama? Bukankah kau yang cinta pertama untuk Selena dan aku merebut cinta pertamamu itu, "
"Berarti kau lebih memahami mantan kekasihmu itu" Senyum sinis Vicky kembali terlihat saat menatap wajah kesal Vino
"Kenapa? Kau kesal? " Sambungnya lagi
__ADS_1
"Apa kau cemburu ky, kenapa harus mengingat masa lalu,aku cinta pertama bagi Selena di masa lalu, dan masa depannya mungkin kau, jadi jangan emosi seperti ini, paham!!!! " Bentak Vino, dia berdiri lalu menatap wajah Vicky, seketika emosi Vicky kembali memuncak, dia berdiri lalu menatap mengejek Vino
"Hahaha cemburu?? Iya memangnya kenapa kalau aku cemburu! " Bisik Vicky didekat telinga Vino, lalu melayangkan sebuah bogeman di perut Vino
"Aw, " Vino terdorong sampai membentur tembok
"Kendalikan emosimu ky! " Teriak Vino saat Vicky melayangkan bogeman lagi di perut Vino
Nesa yang sedang menunggu Selena keluar dari kamar mandi pun terkejut saat mendengar teriakan suaminya, seketika dia berlari ke balkon, dia bisa melihat suaminya sudah terduduk lemas di lantai sambil memegang perutnya
"Kenapa kau tidak membalas pukulanku hah! Kenapa hanya dia saja!! " Teriak Vicky saat melihat Vino diam saja
"Aku tahu, aku tahu kau sedang emosi dan cemburu, kalau aku membalasnya sama saja aku membangunkan singa yang sedang marah,"
"Hentikan ky, apa kau ingin Selena melihatmu memukulku lalu dia ketakutan saat di dekatmu! "
"Tenangkan dirimu ky"
Vicky berfikir lalu menghembuskan nafasnya kasar, dia menghampiri dan meminta maaf pada Vino, bahkan Vicky memapah Vino sampai duduk di kursi balkon, Nesa yang melihat dari kejauhan pun tersenyum, dia sengaja tidak menghampiri suaminya,
"Nes! " Panggil Selena, dia baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Nesa sedang bersembunyi melihat arah balkon, Nesa tersadar dia kembali dan menyuruh Selena duduk diatas ranjang
"Apa yang sebenarnya terjadi, aku tahu kamu Sel, kenapa kamu mau menggugurkan kandungan ini, bukankah kamu senang jika Vicky mau bertanggungjawab dan menikahimu, kau akan mendapatkan pria yang kau cintai" Ucap Nesa yang duduk disamping Selena,
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#......
__ADS_1