Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Gagal Ke Singapore


__ADS_3

"Nama mu siapa?" tanya Katya.


"Elioz Adnan Bu" jawab Elioz.


"Kamu punya adik?" tanya Katya.


"Ya, adikku perempuan. Namanya Eliza Nadin" jawab Elioz. "Berhenti pak, ini rumah saya!" ucap Elioz. Arzi pun berhenti di sebuah rumah kayu kecil yang tak layak huni. Mereka pun turun dan mobil dan masuk ke dalam rumah Elioz.


"Maaf rumah ku seperti ini pak." ucap Elioz tersenyum. Arzi dan Katya pun mengangguk.


"Sebentar, aku akan memanggilkan Eliza" ucap Elioz. Katya dan Arzi tersenyum.


Tak lama, muncullah Elioz dengan seorang perempuan seumur dengan Bulan. Arzi dan Katya terkejut. Eliza menyalim Arzi dan Katya.


"Saya Eliza Pak, bu." ucap Eliza.


"Kamu umur berapa?" tanya Katya.


"19 tahun Bu." jawab Eliza.


"Gak kuliah?" tanya Katya. Eliza menggeleng.


"Gak ada dananya bu." jawab Eliza. Katya pun menatap Arzi. Arzi mengangguk.


"Gimana kalau kalian jadi anak kami? Kami hanya punya satu anak dan dia sudah menikah. Jadi di rumah kami merasa sepi. Bagaimana?" tanya Katya


Elioz menggeleng kepada Eliza. Mata Eliza menjadi sedih sendu. Melihat adiknya menjadi sedih Elioz pun harus mengalah.


"Tapi saya sudah banyak merepotkan anda Bu" ucap Elioz.


"Kalia gak mwrepotkan kami. Kami hanya mencari teman untuk di rumah." ucap Arzi. Elioz pun menghembuskan nafasnya.


"Baiklah, maaf sekali saya sudah merepotkan bapak dan ibu!" ucap Elioz. Katya tersenyum lebar.


"Oke sekarang kalian panggil saya Mommy dan suami saya Daddy!" ucap Katya.


"Ya mom!" jawab Eliza.


"Gimana kalau nama kalian di ganti?" tanya Arzi. Katya mengerutkan keningnya.


"Jangan salah paham, maksud saya mengubah nama kalian itu agar kalian nyaman dan bisa melupakan masa lalu untuk fokus ke masa depan" jawab Arzi. Eliza dan Elioz mengangguk.


"Nanti asisten Daddy bakalan nyiapin berkasnya. Sekarang kalian beres-beres ya!" ucap Arzi. Mereka mengangguk.


"Kamu udah bilang sama Mommy kan?" tanya Katya.

__ADS_1


"Aman mah sama aku!" ucap Arzi. Katya pun tersenyum lebar.


"Tapi, mereka gak bisa meneruskan Zaynco Crop" ucap Arzi.


"Aku tau, nanti kita pikirin." ucap Katya.


"Sebenarnya bisa aja. Aku istirahat biar Elioz yang nerusin. Nanti kalau anaknya Bulan udah dewasa baru kita kasih ke anaknya Bulan!" ucap Arzi.


"Kenapa kamu percaya banget sama Elioz?" tanya Katya.


"Dia mirip kakakku!" ucap Arzi.


"Hah, kamu punya kakak?" tanya Katya.


"Punya, nanti aku jelasin di rumah ya!" ucap Arzi. Katya mengangguk.


Tak lama Elioz dan Eliza pun sudah siap dengan barang-barang yang akan di bawa. Mereka pun langsung pergi dari rumah itu dan pulang.


•••


Pagi yang cerah untuk hari ini. Bulan sudah siap untuk pergi ke singapore.


"Kamu gak siap-siap?" tanya Bulan.


"Gak jadi perginya. Udah bener proyeknya!" ucap Rey yang masih setia dengan bantalnya.


"Kamu mandi duluan lah!" ucap Rey.


"Mandi Kak!" ucap Bulan. "Kakak juga belum. solat subuh. Liat itu udah jam 6!" ucap Bulan.


"Skip ajalah. Kakak ngantuk!" ucap Rey.


"Ih dosa kak. Masa gak solat subuh! Kakak udah besar, masa kalah sama anak kecil. Anak kecil ada udah berbondong-bondong ke masjid!" ucap Bulan.


"Mereka itu cuman ikut-ikutan. Udah ah ceramahnya kakak mau lanjut tidur!" ucap Rey.


"Seorang laki-laki yang sudah menjadi imam di suatu rumah tangga, tidak boleh kalau melewatkan solat. Itu suatu dosa besar. Kita aja gak pernah solat berjamaah!" ucap Bulan.


"Darimana kamu tau?" tanya Rey yang langsung terbangun.


"Dari Ustad Abdul Somad. Aku kemarin baru dengar cermahnya!" ucap Bulan.


"Udah solat?" tanya Rey.


"Udah!" jawab Bulan. Rey pun langsung turun dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Tak lama Rey pun keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya di ruang ganti. Setelah memakai baju ia mengambil pecinya dan sajadahnya. Ia pun solat subuh. Bulan tersenyum melihat Rey yang akhirnya mau solat.


Bulan keluar dari kamar dan pergi ke dapur untuk membantu Mita.


"Gak jadi ke singapore nak?" tanya Mita.


"Enggak bun. Kata kak Rey proyeknya udah bisa di handle dari sini!" ucap Bulan.


"Rey udah solat kan?" tanya Mita.


"Baru aja solat di kamar bun!" jawab Bulan.


"Emang anak satu ini keras kepala. Susah gak kamu banguninnya? kalau susah siram aja pakau air!" ucap Mita kesal karna sikap Rey yang tidak berubah.


"Jangan bun kasian. Mudah kok bangunin kak Rey. Cuman perlu ceramah aja dia langsung bangun!" ucap Bulan.


"Masa? Bunda ceramah tiap pagi dia gak bangun juga tuh" ucap Mita. Bulan pun tertawa.


"Pagi!" ucap Risa. Raut muka Risa berubah saat melihat Bulan tersenyum kepadanya. Ia berbalik dan duduk di meja makan.


"Tumben gak bantuin Bunda?" tanya Mita.


"Kan ada Bulan. Masak aja sama Bulan. Risa males, nanti kecipratan minyak!" ucap Risa.


"Kamu gak boleh ngomong gitu!" ucap Reano yanf baru saja turun dari tangga.


"Ya emang gitu kan. Dia merubah sifat kak Rey. Dulu kak Rey sayang banget sama Risa. Sekarang ka Rey cuek banget sama Risa. Pasti gara-gar Bulan!" ucap Risa. Baru saja Bulan mau berbicara, Rey datang dan langsung memukul meja makan.


Tak!


Suara pukulan kuat yang di hasilkan oleh tangan Rey.


"Kak, Risa kaget!" ucap Risa


"Atas dasar apa kau mengatakan itu?" tanya Rey dingin


"Ya kan emang benar kak, Bulan itu.. "


"Cukup, sekali lagi kau bicara, angkat kaki dari rumah ini!" ucap Rey. Reano, Mita, Risa dan Bulan terkejut.


"Rey, Ayah tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu! Ini rumah Ayah, kamu tidak berhak mengusir siapa pun!" ucap Reano


"Dah lah perang lagi!" gumam Mita. Bulan mengerutkan alisnya.


•••Berambung..

__ADS_1


Maaf ya author 2 hari ini gak up, baru nyadar kuota habis jadi gak bisa buka noveltoon. Ada pun kuota author cuman bisa untuk WA aja. 😫


Jangan lupa dukungan author yaa. Author minta dengan baik-baik, kalian ngasihnya juga yang iklas yaa 😉


__ADS_2