
Pagi hari yang indah. Rey bangun dari tidurnya. Ia melihat dan jam weker di samping tempat tidurnya. Saat melihat jam ia kembali tertidur.
Tak lama, pintu kamarnya di buka paksa oleh adiknya Rey.
"Inilah kerbau yang sesungguhnya!" gumam Risa. Risa pun mendekati tempat tidur kakaknya itu.
"Gimana bangunin singa lagi tidur ya?" gumam Risa lagi. Ia pun memukul Rey dengan guling yang mungkin terjatuh oleh Rey saat tidur.
"Kak bangun ih! Udah pagi!" ucap Risa tapi tak di respon oleh Rey.
"Kak Rey! Bangun gak sebelum aku siram!" ucap Risa.
"Bisa diam gak Dek?" tanya Rey dingin. Risa menelan ludahnya dengan kasar. Ini lah hal yang tidak di inginkannya saat membangunkan Kakaknya, si balok es.
"Yaudah deh terserah. Nanti aku panggil Bunda kesini biar kakak di marahin sama bunda!" ucap Risa.
"Iya kakak bangun" jawab Rey sambil berusaha bangun dari tidurnya.
"Gitu kek dari tadi, kan aku gak susah-susah. Yaudah mandi gih Kak. Adikmu yang cantik ini mau kuliah dulu. Babay kakak balok es!" ucap Risa langsung kabur dari kamar kakaknya, takut kakaknya marah.
Rey pun hanya diam dengan sikap usil adiknya. Ia sudah terbiasa dengan itu. Rey pun berjalan ke kamar mandi dan segera mandi. Setelah selesai mandi, Rey menggunakan Stelan kantor yang biasa ia gunakan saat bekerja. Hari ini ia naik jabatan, menggantikan Ayahnya sebagai Presdir Anggara Crop.
Rey turun dari kamarnya dan langsung duduk di meja makan.
"Eh ada Rey. Kok lama banget bangunnya?" tanya Mita.
"Ya Bun. Ayah udah berangkat?" tanya Rey dingin.
"Hei sayang, bisakah sikap dingin mu itu di kurangkan sedikit? Bunda jadi takut!" ucap Mita.
"Tidak bisa" jawab Rey.
"Emang jiplakan Reano waktu SMA!" gumam Mita.
"Itukan dulu sayang!" ucap Reano datang dari belakang dan langsung memeluk Mita.
"Astagfirullah ada setan!" ucap Mita.
"Aku ganteng-ganteng gini di bilang setan. Udah rabun kamu sayang?" tanya Reano.
"Kamu datang tiba-tiba sih!" ucap Mita.
"Yah, berangkat?" tanya Rey. Reano pun mendekati anak sulungnya itu.
"Kok bisa kamu sama persis seperti Ayah dulu?" tanya Reano.
__ADS_1
"Terserah. Rey mau berangakat!" ucap Rey langsung mengambil tas yang berisi dokumen pentingnya.
"Emang jiplakan kamu dulu!" ucap Mita.
"Iya tapi alu gak sedingin itu dulu!" ucap Reano.
"Mana aku tau. Ni bekalnya jangan lupa dimakan!" ucap Mita sambil memberikan kotak bekal kepada Reano.
"Terima kasih sayangku!" ucap Reano. Mita pun mengangguk. Reano langsung menyusul Rey yang sudah berada di mobilnya.
"Ayo Rey kita berangkat!" ucap Reano. Rey pun mengangguk dan melajukan mobilnya menuju kantor Ayahnya.
•••
"Kita pergi sekarang Dad? Mom?" tanya Bulan.
"Iya, kamu kan juga udah wisuda tinggal kerja lagi kan?" tanya Katya.
"Iya Mom!" jawab Bulan.
"Lets go, Kita pergi ke Indonesia!" ucap Arzi.
"Indonesia I'm Coming!" ucap Bulan senang. Arzi dan Katya pun tertawa melihat kelakuan anak semata wayang mereka. Karna suatu kecelakaan, rahim Katya harus rela diangkat yang menyebabkan dia tidak bisa memiliki keturunan lagi. Tapi Arzi selalu di sampingnya membuat Katya menjadi dua kali lebih kuat.
Mereka langsung mengambil koper dan berjalan di lobby selagi menunggu jemputan.
"KATYA!" panggil Mita. Katya pun menoleh dan tampak lah kedua sahabatnya, Mita dan Verly. Katya langsung melepaskan kopernya dan berlari kearah dua sahabatnya. Mereka langsung berpelukan erat. Sudah 10 tahun mereka tidak ketemu. Walau mereka bisa berkomunikasi melewati Videocall, tapi mereka juga kangen untuk kumpul bareng.
"Kangen kaliann!" ucap Katya.
"Samaa!" jawab Mita dan Verly. Mereka pun melepaskan pelukan mereka.
"Mit, mana anak ganteng dan cantikmu?" tanya Katya.
"Oh Rey lagi dalam perjalanan sama Reano. Kalau Risa ada kerja kelompok" jawab Mita.
"Anak mu, Elang?" tanya Katya.
"Itu dia, sedang mabar dengan ayahnya. Aku bosan dengan mereka berdua. Sifat Elang 11 12 dengan Zyan!" ucap Verly sembari menunjuk kearah dua orang laki-laki sedang berkutat dengan handponenya yang di pegang miring. Arzi pun menyeret kopernya dan memukul bahu Zyan keras.
"Anjir ganggu lu!" ucap Zyan.
"Yaelah, anak lu udah segede ini masih aja sifat lu kaya bocah! tobat lah Zyan, tobat woi!" ucap Arzi.
"Brisik lu Zi!" ucap Zyan.
__ADS_1
"Pah, kalah ni!" ucap Elang.
"Kamu lah gak liat di belakang ada musuh!" ucap Zyan.
"Oke, biarkan mereka ribut!" ucap Verly.
"Ini anak mu Kat? Tambah cantik!" ucap Mita.
"Kaya Mommynya dong!" ucap Katya.
"Engga sih!" ucap Verly.
"Hai sayang!" ucap Reano sambil mencium pipi Mita.
"Oke ini dia pasutri yang gak pernah merasa tua!" ucap Katya.
"Yo, selo. Mana Arzi?" tanya Reano.
"Tu lagi nonton perang dunia!" ucap Katya. Reano pun mengangguk. Ia mengahampiri Zyan, Arzi dan Elang.
"Rey, sini sayang!" panggil Mita. Rey pun menghampiri Bundanya.
"Hm?" tanya Rey singkat.
"Ini balok es keluarga Anggara." ucap Mita. "Sayang kenalan dulu sama anaknya tante Katya!" ucap Mita. Rey pun mengulurkan tangannya dengan malas.
"Reyhan Austin Anggara. Panggil Rey!" ucap Rey dingin kepada Bulan. Bulan pun membalas uluran tangan Rey.
"Bulan Verissa Zaynco. Panggil aja bulan!" ucap Bulan. Rey pun melepaskan tangannya tanpa mengatakan apapun.
"Bun, Rey nyusul ayah." ucap Rey.
"Oke!" jawab Mita. Rey pun berjalan tenang menuju kearah Ayahnya yang tampak sedang menonton perdebatan antara Zyan dan Elang.
"Tiang listrik + Balok es!" ucap Katya.
"Ntah dari mana dia dapat sifat sedingin itu. Reano dulu aja gak sedingin itu. Kalau tiang listrik, dia ambil dari Reano. Ya kali Reano yang tingginya 180 Cm, bisa kalah tinggi sama Rey yng tingginya 187 Cm." Jelas Mita.
"Setinggi itu?" tanya Bulan.
"Iya sayang. Kamu aja liatnya harus mendonggak kan?" tanya Mita. Dengan polosnya Bulan mengangguk.
•••Bersambung..
Oke, udah ada yang dapat penggambaran Rey bakalan di jodohkan dengan siapa? Kalau sudah silahkan komen yaaa 😉
__ADS_1