Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Tertangkap Basah


__ADS_3

Bulan sedang bersantai di tepi kolam renang rumahnya. Melihat adiknya sedang bersantai, Elioz berniat menanyakan apa yang terjadi pada adik kesayangannya itu.


"Hai Bulan januari, februari, maret, april sampe desember!" sapa Elioz.


"Kak Elioz!!" teriak Bulan kesal.


"Hehe, kan itu nama-nama Bulan!" ucap Elioz.


"Aku kan bukan Bulan itu, bukan Bulan satelit bumi! kan jadi pelajaran ipa!" ucap Bulan.


"Ga apa dong, kamu kan anak kedokteran. Berarti pelajarannya berhubungan ke Ipa." jawab Elioz.


"Iya juga. Kakak mau ngapain kesini?" tanya Bulan. Elioz pun duduk di samping Bulan.


"Apa yang terjadi sama kamu? kenapa kamu bisa hamil, tapi buka Rey itu Ayahnya. Maaf kakak langgar privasi kamu." ucap Elioz.


"Gak apa kok kak. Hari itu hari kelulusan Bulan. Jadi teman-teman Bulan ngadain pesta di hotel. Malam harinya, Bulan datang kesana sama temannya Bulan. Trus ada senior Bulan ngasih Bulan minum jus. Tapi ntah kenapa setelah minum jus itu, Bulan jadi pusing." ucap Bulan.


"Di letakkan obat bius gak dek?" tanya Elioz.


"Iya, kalau dari efeknya. Itu obat bius!" ucap Bulan


"Terus, kamu diapain sama dia?" tanya Elioz.


"Bulan gak tau. Bangun-bangun udah ada di kamar trus dia udah buka bajunya dan nindih Bulan. Dia liat Bulan dengan penuh nafsu. Trua Bulan tampar dan Bulan lari. Eh dia dapat Bulan. Gak lama setelah itu ada seorang pria datang nyelamatin Bulan. Tapi saat Bulan mau berterima kasih, Bulan di pukul sama dia sampai Bulan pingsan. Waktu bangun Bulan udah di kamar trus ada cowo tidur di samping Bulan. Bulan waktu itu gak bisa mikir apa-apa. Baru bangun, Bulan pingsan lagi karna masih ada pengaruh obat bius. Trus Bulan buka mata lagi udah gak ada lagi cowo itu!" jelas Bulan.


"Kamu liat wajahnya?" tanya Elioz.


"Gak terlalu jelas kak!" ucap Bulan

__ADS_1


"Bentar!" ucap Elioz. Elioz pun masuk ke dalam rumah. Ia mengambil canvas dan pensil untuk menggambar. Setelah merasa cukup, ia pun kembali ke tempat Bulan.


"Coba sebutin ciri-cirinya!" ucap Elioz. Bulan pun menyebut ciri-ciri orang tu. Dengan cekatan Elioz menggambar orang itu.


"Eh dek kok mirip sama seseorang!" ucap Elioz setelah melihat hasil lukisannya.


"Siapa? Bulan mau liat!" ucap Bulan. Bulan pun melihat lukisan Elioz dan langsung membulatkan matanya.


"Kakak gak salah gambar kan? Kok jadi kak Rey!" ucap Bulan kaget.


"Kakak gambar seperti apa yang kamu kasih tau sama kakak. Ya ini hasilnya!" ucap Elioz.


"Gak mungkin. Orang kak Leon bilang, dia yang tidur sama aku!" ucap Bulan.


"Leon? Leon Gerdion?" tanya Elioz. Bulan pun mengangguk.


•••


Rey, Vano, Elang, Galang dan Kenzo pergi ke tempat orang yang di lacak oleh Kenzo tadi. Mereka tiba di sebuah cafe yang terbilang cukup mewah. Mereka berlima pun masuk ke dalam cafe itu.


"Dimana mereka?" tanya Rey.


"Meja nomor 7 tuan." jawab Kenzo. Mereka pun mencari meja nomor 7. Setelah mendapat meja nomor 7, mereka segera menghampiri orang yang berada di meja itu. Saat Elang menyapanya, Mereka semua terkejut melihat Risa dan Ruby sedang berbicara.


"Clarissa Laira Anggara!" panggil Rey.


"Kak Rey!" kaget Risa.


"Jadi kamu penghianat keluarga Anggara. Pantas saja kamu membenci Bulan!" ucap Rey.

__ADS_1


"Kak dengarin Risa dulu. Kak Ruby kasih semua bukti tentang kebusukan si Bulan. Ya Risa percaya karna ada buktinya." ucap Bulan


"Kalau Ayah dan Bunda tau kamu pasti di hukum berat Risa!" ucap Rey.


"Kak, Risa ngelakuin ini semua karna kakak! Risa gak mau kakak di sakitin sama Bulan!" ucap Risa.


"Apa kejadian di Grand hotel kamu juga yang memanipulasinya?" tanya Rey.


"Kalau masalah itu Risa gak tau kak!" jawab Risa.


"Kamu berusaha berbohong lagi?!" tanya Rey.


"Gak kak, Risa gak bohong sama sekali!" ucap Risa. "Kenapa kakak gak percaya sama Risa?!" teriak Risa. Risa pun berlari pergi dari cafe itu. Galang yang tak tega melihat kekasihnya sedih seperti itu pun mengejar Risa. Vano juga ikut, takut mereka kenapa-napa.


"Sayang, Risa! tunggu aku!" ucap Galang sambil berlari mengejar Risa. Risa sengaja tak mengubris dan mempercepat langkahnya. Ia bahkan menyebrang jalan begitu saja.


Tiba-tiba..


Tinn!! Tin!!!


Sebuah truk melaju dengan cepat kearah Risa.


"Risa awas!" teriak Galang sambil berlari menghampiri Risa.


•••Bersambung...


Wah apa lagi yang terjadi selanjutnya ya? Yang tau jangan lupa comment yaa 😆


Dukungan Author harus ngalir terus biar author tambah semangat!

__ADS_1


__ADS_2