Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Retwins


__ADS_3

"Rey, Ayah tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu! Ini rumah Ayah, kamu tidak berhak mengusir siapa pun!" ucap Reano


"Dah lah perang lagi!" gumam Mita. Bulan mengerutkan alisnya.


"Udah lah Rey jangan mancing ayah buat berantem sama kamu pagi-pagi!" ucap Reano.


"Ayah yang mulai marahin Rey, kenapa Ayah nyalahin Rey?" tanya Reano


"Plis lah, udah Bunda cape dengar kalian bertengkar terus. Sekali-kali akur bisa gak?" ucap Mita melerai anak dan Ayah itu.


"Gak!" jawab mereka serentak.


"Ngapain Ayah ikutin Rey?" tanya Rey sambil menaikkan alisnya sebelah.


"Kamu yang ikutin Ayah Rey!" ucap Reano.


"Aduhh, stop dulu! Sekarang duduk dan makan! jangan bertengkar!" ucap Mita.


"Dia yang mulai sayang!" ucap Reano


"Gak Bun, Ayah yang marahin Rey duluan. Kenapa Rey yang disalahkan?" tanya Rey.


"Reano Justin Anggara! Reyhan Austin Anggara!" teriak Mita. Mereka berdua langsung terdiam. Kali ini Mita benar-benar marah.


"Reano! kamu tidur di luar sama Rey malam ini!" ucap Mita.


"Apa?!" ucap Reano dan Rey kaget.


"Kalian anak dan Ayah sama aja! Jadi kalian tidur di luar malam ini!" ucap Mita.


"Gak Bun. Nanti ayah ngajak Rey berantem lagi!" ucap Rey.


"Hei, sejak kapan kamu jadi pengadu?!" tanya Reano kesal.


"Diam! Retwins! Diam!" ucap Mita. Retwins adalah sebutan khusus untuk Rey dan Reano.


"Terima hukuman atau kalian gak sarapan!" ucap Mita.


"Iya bun iya!" jawab mereka berdua. Mita tersenyum puas. Jarang-jarang dia bisa mengerjai Retwins seperti ini. Sedangkan Bulan hanya menggeleng melihat kelakuan suaminya yang ternyata seperti anak kecil ketika berhadapan dengan Mita.


Berbeda lagi dengan Risa. Ia makan dengan santainya sambil menonton drama ayah dan anak ini.


"Assalamualaikum!" teriak Zyan.


"Minta makan pasti!" ucap Reano kesal. Reano pun menghampiri Zyan.


"Ngapain lu pagi-pagi kerumah gua?" tanya Reano.

__ADS_1


"Biasa lah!" ucap Zyan langsung menyelonong ke meja makan bersama Elang.


"Wah, asal ambil aja! Emang Verly gak masak?" tanya Mita.


"Kita kabur!" ucap Elang.


"Hah?" ucap Reano.


"Iya om, Mama ngamuk di rumah. Jadi kita kabur aja kesini. Kebetulan kita belum makan!" jawab Elang.


Ini orang berdua kagak ada akhlanya emang! batin Reano.


"Eh Rey lu disini juga?" tanya Elang.


"Hm!" jawab Rey. Elang merangkul pundak Rey.


"Langgeng ya. Hadiahkan gua ponakan. Jangan lupa ya!" ucap Elang. Rey langsung menatap Elang tajam. Sedangkan Risa dan Bulan tersedak makanan yang mereka makan.


"Ngapa lu natap gua gitu? kaga salahkan? Ya kan kakak ipar, gua gak salah kan?" tanya Elang. Bulan hanya tersenyum paksa.


"Menyesatkan!" gumam Rey.


Zyan dan Elang pun duduk. Mereka mengambil semua makanan yang dapat mereka makan. Mita, Reano dan Rey sudah tidak heran lagi melihat perilaku Ayah dan anak satu ini.


"Assalamualaikum!" teriak seorang wanita. Elang dan Zyan langsung bangkit dari kursi dan sembunyi di bawah kolong meja.


"Mit sori ganggu. Liat dua laki-laki nyebelin gak?" tanya wanita itu yang rupanya Verly


"Bawah meja noh!" jawab Mita. Verly pun menggeser kursi kosong di depannya dan berjongkok. Ia langsung mendapatkan Elang dan Zyan yang sedang kaget melihat wajah Verly. Verly langsung menarik telinga mereka berdua dengan kedua tangannya sampai mereka keluar.


"Thanks ya Mita!" ucap Verly.


"Ya sama-sama!" jawab Mita.


"Drama mulu mereka!" ucap Risa.


"Namanya keluarga Bagaskara!" jawab Reano.


•••


"Jadi nama kamu Eliozo Orlando Zaynco" ucap Arzi. Elioz tersenyum kepada Daddynya yang baru.


"Dan kamu cantik, Elizabeth Elips Zaynco" ucap Arzi kepada Eliza. Eliza tersenyum senang.


"Nanti malam kalian akan bertemu dengan saudara kalian. Anak dari kita berdua" ucap Katya tersenyum. Elioz dan Eliza mengangguk tersenyum.


"Eliza kamu akan Daddy kuliah kan di kampus terkenal di London setelah kita pulang nanti!" ucap Arzi.

__ADS_1


"Tapi umurku udah 19 daddy. Apakah aku masih bisa kuliah?" tanya Eliza


"Bisa dong. Mommy aja bisa kuliah lagi kalau mommy mau!" ucap Katya.


"Kamu mau ambil S3?" tanya Arzi.


"Aku bercanda sayang!" jawab Katya. Eliza tersenyum melihat keromantisan dari kedua orang tua barunya.


"Sekarang kalian boleh pergi kemana aja ya!" ucap Arzi. Elioz dan Eliza mengerti kata dari Arzi merupakan kode menyuruh mereka keluar agar dia bisa berduaan dengan Katya. Elioz dan Eliza pun pergi.


"Ayo lanjutkan cerita tentang kakak kamu!" ucap Katya.


"Kakak aku perempuan. Namanya Arziana. Aku manggilnya kak Zia. Kami selisih 3 tahun. Kak Zia jatuh cinta dengan seorang pegawai di perusahaan Daddy. Daddy dan Mommy gak setuju dengan itu tapi kak Zia tetap ngeras buat nikah sama dia. Akhirnya kak Zia di usir sama Daddy. Dia pun pergi dari keluarga Zaynco. Dulu aku sering ngirim dia uang untuk modal usahanya dan suatu hari aku dengar dia dan suaminya udah sukses. Aku ikut senang dengar mereka sukses. Dan setelah itu aku udah gak mendengar kabar tentang kak Zia lagi." jelas Arzi.


"Udah 26 tahun dia menghilang. Terakhir aku dengar kabar dari dia, bahwa dia melahirkan anak laki-laki 25 tahun silam. Mungkin anaknya sekarang sudah sebesar Elioz. Umur mereka sama. Dan ketika aku melihat Eliza ntah kenapa aku teringat sama kak Zia. Mereka mirip banget!" ucap Arzi.


"Gimana kita tes DNA? mana tau mereka beneran anak ka Zia?" usul Katya.


"Tes DNA sama siapa?" ucap Arzi. Katya pun mengerti maksud Arzi.


"Maksud aku te DNA sama Daddy dan Mommy. Kalau positif berarti dia anak kak Zia!" ucap Katya. Arzi pun memgangguk mengerti perkataan dari Katya


•••Bersambung...


Author berterimakasih banyak kepada para pembaca setia 'Menikahi Musuhku'. Maksih juga buat dukungan kalian semua. Author adalah author baru. Dan author gak nyangka aja novel author bakalan seramai ini dan sebanyak ini babnya. Tenttu semua ini tidak lekas dari dukungan yang kalian berikan untuk author.


Author mengucapkan banyak terima kasih kepada para readers semua 😆🙏


Love you All 💞


Ini author kasih visual Elioz dan Eliza bagi kalian yang penasaran.



Eliozo Orlando Zaynco





Elizabeth Elips Zaynco



__ADS_1


__ADS_2