Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Kemana Galang?


__ADS_3

Mereka pun membawa Risa dan Cika ke dalam IGD. Mereka pun keluar saat suster menyuruh mereka keluar.


Dave menangis dalam telapak tangannya. Baru kali ini Reano, Zyan, dan Ciko melihat Dave menangis. Mereka pun menghampiri Dave dan berusaha membuatnya tegar.


"Dave gua tau lu sedih. Galang meninggal, padahal dia anak lu satu-satunya. Gua paham dia pewaris keluarga Diano." ucap Reano.


"Iya Dave, gua yakin lu pasti kuat!" ucap Zyan.


"Gua minta maaf kalau kembaran gua buat lu susah Dave. Gua tau lu pria yang kuat!" ucap Ciko.


"Gua harus cari kembaran Galang!" ucap Dave


"Hah?! Galang punya kembaran?!" ucap mereka bertiga serentak.


"Bisa diam gak lu bertiga. Galang itu punya kembaran tapi di sembunyiin Kevin! Cika gak tau masalah ini. Kalau aja dia tau, dia pasti benci sama Kevin!" ucap Dave.


"Kenapa lu baru bilang kalau Kak Kevin yang nyembunyiin kembaran Galang dan apa tujuannya?" tanya Ciko.


"Gua juga gak tau Ko. Gua udah coba cari selama ini tapi gak pernah terlacak. Dia ini adiknya Galang, namanya Gilang. Mereka kembar. Galang 5 menit lahir lebih cepat dari pada Gilang." ucap Dave.


"Kita pasti bakalan bantu lu cari Gilang!" ucap Reano.


"Makasih ya. Gua juga gak mikirin pewaris keluarga Diano, yang gua pikirin keselamatan kedua anak gua!" ucap Dave.


"Tuan Dave!" teriak dokter.


"Ada apa?" tanya Dave.


"Tuan muda Galang menghilang!" ucap Dokter itu.


"Apa?! bagaimana bisa?" tanya Dave.


"Tadi kami sedang melaksanakan prosedur pemulangan jenazah tuan muda. Tapi saat saya masuk ke ruangan tuan muda, Jenazah tuan muda sudah hilang. Maafkan kelalaian saya Tuan." ucap Dokter itu.


"Argh! Sial!" ucap Dave. Dave pun mengambil telfonnya dan menyuruh orangnya untuk melacak Galang.


"Kau boleh pergi!" ucap Dave marah.


"Maafkan saya tuan!" ucap dokter itu. Dokter itu pun langsung pergi.

__ADS_1


"Dave, kita bakalan bantu lu cari Galang!" ucap Ciko.


"Gua bantu lacak keberadaan Galang!" ucap Zyan.


"Makasih, kalian udah banyak bantuin gua!" ucap Dave. Mereka bertiga pun mengangguk.


"Kita ikut bantuin Dave boleh gak?" tanya Mita.


"Ga usah. Kamu, Arumi sama Verly jagain Cika sama Risa aja. Ini biar jadi urusan kita!" ucap Reano. Mita pun mengangguk.


•••


"Lakukan operasi transplantasi jantung kepadanya segera!" ucap seorang laki-laki. Para dokter ahli itu pun masuk ke ruang operasi dan langsung mengoperasi orang yang di bawa laki-laki tadi.


Semoga lu bisa bantu gua, Galang. Karna lu akan sangat berguna untuk gua! batin laki-laki itu.


2 jam kemudian operasi selesai. Galang di pindahkan ke ruang rawat inap.


"Bagaimana kondisinya?" tanya laki-laki itu.


"Ini operasi yang besar tuan muda. Kemungkinan ia akan lupa semua masa lalunya!" ucap dokter itu.


"Jantung adalah organ yang sangat Penting. Ia juga mengendalikan otak dan organ lainnya. Dalam kasus ini, Ingatan pasien akan hilang sepenuhnya." ucap Dokter.


"Apakah itu akan kembali?" tanya laki-laki itu.


"Jika anda menunjukkan dirinya di masa lalu, mungkin ia akan ingat. Tapi, jika anda tidak menunjukkan jati dirinya, ia mungkin tidak akan mengingat semua masa lalunya!" ucap Dokter itu.


"Baiklah aku mengerti. Kau boleh pergi!" ucap laki-laki itu. Dokter itu pun pergi. Laki-laki itu masuk ke dalam ruangan Galang.


"Bagus juga lu lupa ingatan. Dengan lu lupa ingatan, gua semakin bisa manfaatin lu!" ucap laki-laki itu melihat Galang yang masih dalam pengaruh obat bius.


•••


"Zyan, apa lu dapat lokasinya?" tanya Reano.


"Sory men, gua gak dapat lokasinya!" ucap Zyan. "Pertahanannya terlalu kuat. Pasti ada orang berpengaruh di belakangnya!" ucap Zyan.


"Kayaknya iya. Orang-orang gua juga gak nemuin Galang. Gua lagi memperluas pencarian!" ucap Ciko.

__ADS_1


"Gua mohon sama kalian tetap cari Galang. Gua gak mau Galang gak di makamin dengan layak!" ucap Dave. Mereka bertiga pun mengangguk.


•••


"Bun kenapa Galang bisa hilang?" tanya Risa menangis.


"Sayang jangan nangis. Galang pasti ketemu kok. Kamu jangan kayak gitu ya!" ucap Mita.


"T-tapi Galang kayak gini karna nyelamatin Risa Bun. Risa bodoh banget nyebrang jalan gak liat kanan kiri hiks." isak Risa. Mita pun memeluk Risa.


"Udah sayang cup cup. Galang udah tenang kamu gak boleh gitu sama dia. Kalau Galang liat kamu kayak gini dia pasti bakalan sedih." ucap Mita.


"Risa, gara-gara kamu Galang meninggal! Tante gak bakalan maafin kamu!" ucap Cika.


"Cika, lo bisa diam gak hah?! Ini rumah sakit!" ucap Verly.


"Diam lo Verly. Gua gak mau tau, gua bakalan tuntut Anaknya Mita! biar dia masuk penjara! Dia udah buat anak semata wayang gue meninggal!" ucap Cika menangis.


"T-tante maafin Risa ya. Risa gak bermaksud ngebunuh Galang. Risa gak ada niat tante hiks." isak Risa.


"Gak usah pakai drama deh!" ucap Cika menghapus air matanya


"Udahlah Cika. Disini bukan hanya lo yang berduka tapi kami juga, terlebih lagi Risa. Dia dekat banget sama Galang!" ucap Mita.


"Mita lo tau apa hah? Coba aja Rey meninggal, apa yang lo lakuin hah?!" ucao Cika.


"Lo doain anak gua meninggal? Jangan balas dendam deh Cik!" ucap Mita.


"Udah stop!" ucap Arumi.


"Ini rumah sakit. Aku sebagai dokter merasa terganggu. Kalian tau ini rumah sakit kan?" tanya Arumi.


"Sori Rum!" ucap Mita. Berbeda dengan Cika yang kembali diam dengan tatapan kosong. Masih terngiang-ngiang kesalahan yang di lakukannya 17 tahun silam. Ia sangat merasa bersalah pada Galang, anak semata wayangnya.


•••Bersambung...


Siapa ya laki-laki yang membawa Galang? Yang tau wajib comment ni. Yang punta feeling kuat.


Nah hari Rabu ini pengecualian ya. Karna kemarin author upnya tergolong sedikit, Nah sekarang author tambahin. Jangan lupa dukungan untuk author ya 😆

__ADS_1


__ADS_2