Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
Extra Part 2


__ADS_3

"Assalamualaikum!" teriak Elang. Rey dan Bulan pun langsung menghampiri Elang yang teriak-teriak.


"Brisik." ucap Rey.


"Yaelah gua ucapin salam, di jawab kek." ucap Elang.


"Waalaikumsallam." ucap Rey dan Bulan.


"Makanan abis, tadi aku gak masak." ucap Bulan.


"Ini ni, kalian berdua Suuzon mulu sama gua. Gua kesini mau main bukan mau makan." ucap Elang.


"Iya nanti ujung-ujungnya makan juga." gumam Rey. Tanpa di suruh, Elang masuk begitu saja. Tak lama menyusul lah Stella dengan anak kembarnya.


Saat ingin menutup pintu, Rey terkejut karna ada Vano, Leon, Galang dan Gilang di rumahnya.


"Yo men, pesta berbaque kita!" ucap Vano.


Bangkrut gua! batin Rey. Rey pun kembali membuka pintu. Mereka berempat masuk bersama istri dan anak mereka. Tak lama Kenzo pun ikut masuk karna di panggil oleh Rey.


"Kenapa mereka gak bilang-bilang kalau mau pesta berbaque?" tanya Bulan.


"Tau tu, anak alien semua!" kesal Rey. Sementara Aira dan Ken sangat senang karna bisa bermain dengan teman mereka.


Rey berjalan bersama Bulan menuju ruang tamu. Mereka terkejut dengan ruang tamu yang berantakan dengan mainan anak-anak. Ken, Aira dan yang lainnya sedang bermain di sana, sedangkan orang tua mereka tengah menunggu Bulan dan Rey di taman belakang.


Sabar Bulan. batin Bulan


Rey dan Bulan pun pergi ke taman belakang. Mereka menitipkan anak-anak dengan Kenzo.


"Yaelah, baru aja mau jalan sama cewe karna malam minggu, eh malah kejebak gua. Di suruh jagain anak-anak lagi." ucap Kenzo kesal.


"Oke anak-anak, perkenalan dulu ya sama om Kenzo. Om Kenzo lupa sama kalian, kecuali Aira sama Ken." ucap Kenzo. Anak-anak pun berkumpul di depan Kenzo.


"Hai om, aku Arkan anaknya papa Gilang." ucap Arkan sambil mengulurkan tangannya yang mungil kepada Kenzo. Kenzo menganggul dan menjabat tangan mungil Arkan.


"Hai boy!" ucap Kenzo.


"Halo om, aku Logan." ucap seorang anak laki-laki.


"Aku Morgan." ucap anak laki-laki di sampingnya.


"Kami anak Papa Elang." ucap mereka serentak.


Wah anaknya Elang ni. Enak kali gua kerjain. Tapi lupa yang mana Logan yang mana Morgan, mirip banget mereka berdua. batin Kenzo.


"Hai Boy selamat bermain!" ucap Kenzo. Mereka berdua pun mengangguk.

__ADS_1


"Halo om, aku Raisa anaknya Papa Galang dan Mama Risa." ucap Raisa.


"Hai girl. Selamat bermain." ucap Kenzo.


"Halo om, aku Maura. Anaknya papa Leon." ucap Maura.


"Hai Girl." ucap Kenzo. "Nah si ganteng yang terakhir." ucap Kenzo.


"Masih ada aku om." ucap seorang anak laki-laki.


"Oh ya, kalian berdua perkenalan dulu sama Om ganteng." ucap Kenzo.


"Aku Verrel anaknya papa Vano om." ucap Verrel.


"Levin Zayyan Gerdion. Levin." ucap Levin dingin.


Buset ni anak Leon kan? Dinginnya sebelas dua belas sama Rey. Ketukar kali ama Ken. batin Kenzo.


"Yaudah main lagi sana." ucap Kenzo.


•••


"Kenapa tiba-tiba. Kita capek kali, baru juga balik kerja." ucap Rey.


"Yaelah besok kan hari minggu, nah kita kan libur. Mumpung hari ini malam minggu juga, jadi udah kita janjian pesta berbaque di rumah lu." ucap Elang.


"Kita maunya sekarang. Sekalian kita mau nginap di sini." ucap Vano.


"Ahh!" ucap Rey sambil mengacak-acak rambutnya. "Lu kira rumah gua hotel apa?!" ucap Rey kesal.


"Eh buset ada gembel." ucap Leon yang baru saja bergabung, karna ia habis membantu Vina dan yang lainnya.


"Diam lu pada!" ucap Rey.


Akhlak mereka pada kurang! Jelas besok minggu, ya tau lah gua mau ngapain. Malah diajak pesta berbaque. Frustasi gua! batin Rey kesal.


•••


"Kenapa kalian gak bilang-bilang kalau mau datang?" tanya Bulan.


"Suprise." ucap Vina.


"Emang kenapa sih?" tanya Risa.


"Masalahnya kita belum siap-siap. Kalau kalian bilang kan aku bisa siapin semuanya." ucap Bulan.


"Gausah, kita lebih suka lakuin semuanya dari awal." ucap Stella.

__ADS_1


"Yaudah, Bulan yang manggang dagingnya, aku yang ngoles bumbunya, biar Risa sama Stella yang buat bumbunya." ucap Vina.


"Setuju!" ucap mereka berempat.


"Aku ngapain?" tanta Ruby.


"Kamu ngidangin aja. Nanti kalau kamu ikutin kita masak, kita di marahin lagi sama si bucin." ucap Risa.


"Hahaha, iya deh." ucap Ruby tertawa.


•••


"Itu mainan Aku! mainan kamu kan yang itu!" ucap Verrel.


"Ini punya Logan bukan punya kamu!" ucap Morgan.


"Kapan aku bisa tenang." ucap Levin dengan nada datarnya.


Yaelah ni bocah pake segala berantem pula. Gua laper bocah! Belum makan! Gak kasian apa sama gua, udah jomblo, kelaparan pula! batin Kenzo.


"Assalamualaikum." ucap Revan.


Datang lagi satu! batin Kenzo.


"Eh Van. Masuk aja mereka ada di taman belakang." ucap Kenzo.


"Trus lu ngapain di sini?" tanya Revan.


"Jadi rentenir! Nanya lagi lu, gua ngapain!" ucap Kenzo kesal.


"Udah jomblo, jadi babysitter, kelaparan pula. Komplit banget penderitaan lu Zo. Oh ya jagain Eric juga ya. Gua mau kebelakang dulu sama Eliza." ucap Revan.


"Woi Van!" panggil Kenzo tapi Revan pura-pura tidak dengar. "Kampret tu orang, nambah penderitaan gua aja!" ucap Kenzo.


"Awas gua abis ini gak naik gaji, gua bakalan ngundurin diri!" ucap Kenzo.


"Hei udah gak kuat ya? Untung gua masih kuat!" ucap Revan dari jauh.


"Diam lu anak alien!" teriak Kenzo sambil melempar salah satu bantal sofa tapi tak mengenai Revan karna jarak mereka yang jauh.


•••Bersambung...


Mohon bersabar Kenzo. Ini ujian, usahakan dapat seratus ya, biar naik gaji 😂


Banyak ni yang suruh Author buat bikin cerita tentang Ken. Jadi tunggu aja ya 😉


Setelah Extra Part selesai Insyaallah author buat oke 😃🙌

__ADS_1


__ADS_2