Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Leon


__ADS_3

Keesokan harinya Bulan bersiap-siap untuk bertemu dengan Leon. Bulan pun turun kebawah. Saat ingin pergi, Bulan di kejutkan dengan suara Rey.


"Mau kemana? Ketemuan sama Leon? mau mengulang kesalahan mu? Cih, sial sekali aku mendapatkan barang bekas Leon!" ucap Rey.


"Kak aku gak melakukan apa pun sama orang itu dan dari mana kakak tau dia kak Leon?" tanya Bulan. Rey pun berdiri dari duduknya dan melemparkan majalah yang ia baca tadi ke meja tamu. Ia berjalan mendekati Bulan.


"Tidak terjadi apa-apa? kau yakin? ku tidak yakin dengan apa yang kau bilang. Karna kemarin saat kita melakukan itu, tidak ada darah yang keluar dari milikmu!" ucap Rey.


"Apa? aku memang tidak melakukannya kak!" ucap Bulan berusaha membela diri.


"Kay tidak melakukannya? jadi kenapa saat kita melakukannya kemarin kau tidak perawan lagi?" tanya Rey dingin.


"Aku memang gak melakukannya kak!" ucap Bulan. Rey pun memasukkan tangannya kedalam saku celananya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Bulan.


"Banyak sekali alasan mu!" ucap Rey dengan tatapan mematikannya. Rey pun langsung menjauhkan wajahnya ketika selesai bicara itu dengan Bulan.


"Sekarang jawab aku kau mau kemana?" tanya Rey.


"Aku mau bertemu kak Leon" jawab Bulan sambil menundukkan kepalanya.


"Benar dugaan ku, kau ingin bertemu Leon!" ucap Rey. Rey pun memegang leher Bulan seakan ingin mencekiknya.


"K-kak sakit!" ucap Bulan. Rey pun melepaskannya.


"Pergilah kalau perlu jangan kembali lagi, aku sudah kecewa berat dengan mu!" ucap Rey. Rey pun langsung pergi dari hadapan Bulan. Bulan termenung mendengarkan perkataan Rey tadi.


Bagaimana ini? Apakah kak Rey akan terus percaya pada ku? batin Bulan. Bulan pun pergi, niat awalnya untuk bertemu Leon tidak akan pernah hilang. Ia akan menyelesaikan masalah ini.


•••


"Hai Risa. Bagaimana rencana ku? bagus bukan?" tanya seorang wanita kepada Risa.


"Kau pintar kak, kau juga berkilau seperti nama mu, Ruby!" ucap Risa


"Hahaha, kau calon adik ipar yang menyenangkan Risa!" ucap wanita itu yang ternyata adalah Ruby.

__ADS_1


"Bagaimana kakak mendapatkan aib Bulan yang besar itu? Awalnya aku tidak percaya pada kakak dan larut dalam kepolosan Bulan. Rupanya anak polos bisa berperilaku seperti ini!" ucap Risa.


"Bukan hanya orang polos, banyak wanita yang suka di puaskan nafsunya Risa. Bagaimana dengan Galang, apakah dia bagus?" tanya Ruby.


"Jangan bermain dengannya kak jika kakak tidak msu berhadapan langsung dengsn kakak ku!" ucap Risa.


"Oke-oke aku hanya bertanya apakah kalian pernah melakukannya?" tanya Ruby.


"Tidak, dia sangat menjaga kehormatan ku!" ucap Risa.


"Hei cobalah kau lakukan sekali, rasanya sangat nikmat!" ucap Ruby.


"Dari mana kakak tau?" tanya Risa penuh selidik.


"Aku pernah melakukannya dengan kakakmu!" ucap Ruby.


"Kak Rey? aku rasa tidak!" jawab Risa.


"Lalu apa ini?" ucap Ruby saat memperlihatkan sesuatu kapada Risa.


"Kau hamil kak?" tanya Risa terkejut.


"Aku masih tidak percaya kak Rey melakukan ini semua dan menghasilkan anak dari mu!" ucap Ria kaget


"Makanya kau bantu aku. Apakah kau tidak kasian kepada keponakan mu jika hidup tanpa ayah?" tanya Ruby.


"Baiklah aku akan bantu kakak ku bertanggung jawab!" ucap Risa.


Bodoh! batin Ruby.


•••


"Kak Leon. Udah lama? maaf ya Bulan telat!" ucap Bulan kepada Leon.


"Its oke, bawa santai. Jadi mau bicara apa?" tanya Leon masih setia dengan nada dinginnya.

__ADS_1


"Aku mau minta tolong sama kakak boleh gak?" tanya Bulan.


"Apa?" tanya Leon.


"Kejadian malam itu. Tolong kakak jelaskan yang sebenarnya kepada kak Rey. Aku mohon!" ucap Bulan.


"Kejadian kapan?" tanya Leon.


"Yang malam itu di grand hotel di London. Waktu itu malam perpisahan kampus aku!" ucap Bulan.


"Terus, kenapa aku harus jelasin masalah itu sama Rey?" tanya Leon


"Ada yang ngambil foto dan vidio waktu kejadian itu dan mengirimnya kepada kak Rey!" ucap Bulan.


Ini kesempatan. Aku harus nyelamatin Bulan dari Rey. Bulan harus tau Rey itu gak serius sama dia! batin Leon.


Flasback On 🍃


Leon sedang berjalan-jalan di lorong hotel. Ia baru saja selesai meeting di restoran hotel dengan kliennya.


"Aku tidak serius dengannya!" ucap seorang pria


Mirip suara Rey. batin Leon. Leon pun mencari sumber suara itu dan mendengarkan percakapan mereka.


"Rey, kamu udah nyakitin hati aku. Ku kirain kamu beneran cinta sama Bulan. Sekarang aku tenang karna kamu gak serius sama Bulan!" ucap seorang Wanita.


Wanita ular licik itu! batin Leon.


"Gak lah. Di hati aku cuman ada kamu!" ucap Rey.


Brengsek kau Reyhan! Baiklah jika seperti ini kau menantang ku. Aku akan mengambil Bulan daei mu dan aku berjanji! batin Leon. Leon pun pergi dari tempat itu.


Flasback Off 🍃


•••Bersambung...

__ADS_1


Wah Rey serius apa gak ni sama Bulan. Gimans menurut kalian?


Gak bosan-bosan author mengingatkan, jangan lupa selalu dukung author ya. Dukungan kalian sangat berarti untuk author dab novel perdanan author 😄


__ADS_2