
Mereka berempat pun memperluas jangkauan untuk mencari Galang lebih luas lagi. Dan sebagian dari tim mereka menyelidiki tentang Gilang.
"Udah ada kabar?" tanya Dave
"Sory men. Anak buah gua belum dapatin petunjuk apa pun. Bahkan dari cctv!" ucap Reano.
"Gua udah cek cctv dan cctvnya udah di blokir sama orang yang nyulik Galang!" ucap Zyan. Ciko pun segera pergi ke ruang cctv untuk melihat lebih teliti lagi.
"Aha, dapat!" ucap Ciko. Ciko pun kembali ke tempat berkumpul mereka.
"Zyan, lu kurang teliti. Gua dapat rekamannya!" ucap Ciko. Mereka pun tersentak kaget.
"Yang benar lu? Gua udah ngechek tiga kali men. Lu cuman ngechek sekali langsung dapat! Ajaib!" ucap Zyan. Ciko pun mengangguk. Ia memberikan rekaman itu.
"Eh kok warnanya lain?" tanya Reano.
"Ya karna gua dapatnya cctv waktu bang Kevin nyulik Gilang. Bukan cctv waktu Galang menghilang." ucao Ciko.
"EH ANAK DIRGANTARA!" teriak mereka bertiga. Ciko yang di teriaki malah tertawa dan merasa tidak berdosa.
"Ya yang penting ada jejak Gilang!" ucap Ciko.
"Kalau cctv Gilang mah belum gua liat Ko! Ya gua kaget kalau lu ketemu rekaman cctv waktu Galang hilang. Rupanya dugaan gua salah, gagal gua muji lu!" ucap Zyan.
"Ya liat dulu napa cctvnya!" ucap Ciko. Mereka pun melihat rekaman Cctv itu dengan teliti.
"Di bawa kemana tu?" tanya Reano sambil menunjuk layar laptop Zyan.
"Gua bakalan selidikin cctv yang di jalan!" ucap Zyan
"Eh tunggu, Kalau Cika gak tau dia punya anak kembar, lah emang waktu Usg kaga keliatan?" tanya Reano.
"Nah iya!" ucap Ciko.
"Gini-gini. Cika tau dia punya anak kembar. Tapi dokter bilang yang masih hidup cuman Galang. Nah gua curiga ama ni dokter. Jadi gua selidikin kejadian itu. Dan dugaan gua benar, Kevin yang nyulik Gilang. Tapi gua gak tau tujuan Kevin nyulik Gilang itu apa!" jelas Dave
"Jadi lu gak percaya karna sebelumnya lu liat Gilang masih hidup?" tanya Zyan.
"Tumben pinter lu!" ucap Dave.
"Gua mah Zyan. Lelaki tampan yang selalu pintar!" ucap Zyan memuji diri sendiri.
"Iya lu pinter, di sekolah dulu aja dapat rank 2!" ucap Ciko.
__ADS_1
"Dari belakang!" teriak Ciko, Reano dan Dave serentak. Mereka sangat suka mengerjai Zyan yang tingkat kepercayaan dirinya diatas rata-rata.
Apa dosa gua punya sahabat minim akhlak gini! batin Zyan.
•••
"Siapa kau?" tanya Galang kepada seorang laki-laki yang tengah terduduk di depannya sambil membaca majalah.
"Oh kau sudah bangun?" tanya pria itu. "Aku kakak mu, jangan takut." ucap Pria itu.
"Kakak ku?" tanya Galang.
"Ya, aku adalah Eliozo. Kau bisa memanggilku Kak Lio." ucap Pria itu yang ternyata Elioz.
"Kak Lio? Kenapa aku tidak mengingat mu?" tanya Galang.
"Karna kau lupa ingatan." jawab Elioz.
"Lalu siapa nama ku?" tanya Galang.
"Nama mu adalah Bryan Alister." jawab Elioz
"Bryan Alister? Tapi aku tidak mengingat apapun tentang nama itu!" ucap Galang, ralat Ryan.
"Ryan, kau lupa ingatan. Kan sudah ku bilang tadi!" ucap Elioz.
"Kau lapar? Aku akan mengambilkan makanan mu di bawah." ucap Elioz.
"Ya kak" jawab Ryan. Elioz pun berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan Ryan.
"Bryan Alister?" gumam Ryan.
•••
Elioz pun berjalan dengan santai. Ia menghampiri suster yang ada di sana dan meminta makanan untuk Ryan.
"Kami akan mengantarkannya ke ruangan tuan Ryan!" jawab Suster itu. Elioz pun mengangguk. Elioz kembali ke ruangan Ryan.
Saat di tengah jalan menuju ruangan Ryan, Elioz menabrak seseorang.
"Oh maaf, saya tidak lihat anda!" ucap Elioz menolong pria yang ia tabrak.
"Tolong saya!" ucap Pria itu.
__ADS_1
Kenapa dia mirip sekali dengan Galang? batin Elioz.
•••
"Bulan, kamu jadi ikut kamu ke London?" tanya Katya.
"Iya Mom. Bulan udah tenang ninggalin indonesia." jawab Bulan.
"Trus kamu kesini sendiri? sama Elioz gak?" tanya Katya.
"Iya mom sama kak Elioz. Tapi kami pisah di bandara, katanya ada urusan penting." ucap Bulan.
"Oh, mungkin tentang perusahaan. Kamu udah makan?" tanya Katya.
"Belum mom. Bulan lapar ni!" ucap Bulan.
"Ayo makan!" ucap Katya. Mereka pun pergi ke ruangan makan di sana sudah tersedia banyak makanan.
"Wau, its so perfect!" ucap Bulan. Katya tersenyum. Bulan pun mengambil makanannya. Saat mau menyuap makananya, Bulan merasa perutnya muak. Ia langsung berlari ke kamar mandi.
"Bulan, kamu kenapa nak?" tanya Katya.
"Bulan kenapa?" tanya Arzi. Katya hanya mengangkat bahu tak tau. Arzi pun menyusul Bulan ke kamar mandi.
"Sayang, kamu kenapa nak? Bulan?" panggil Arzi. Tak lama kemudian Bulan keluar dari kamar mandi.
"Bulan mual Dad." ucap Bulan.
"Jujur sama Mommy, kamu hamil kan?" tanya Katya. Bulan kaget mendengar Katya mengatakan itu. Dari mana Katya tau Bulan tengah hamil? Apakah dari Elioz?
"Mom, Mommy jangan marah ya." ucap Bulan.
"Berapa usia kandungn kamu? 4 Minggu?" tanya Katya.
"8 Minggu mom" jawab Bulan jujur.
"8 Minggu? kamu baru nikah sama Rey aja 2 bulan lalu, gak mungkin langsung jadi!" ucap Katya. "Ceritakan semuanya, dan kasih tau kita siapa Ayah dari anak kamu!" ucap Katya. Bulan hanya menundukkan kepalanya. Ia takut kalau Katya sudah marah.
"My dear you calm down first." ucap Arzi sambil memegang bahu Katya agar dia tenang.
"Ceritakan semuanya!" ucap Katya. Bulan pun menceritakan semuanya, dari kejadian di hotel sampai kejadian dimana Elioz menggambar wajah orang yang menodai Bulan.
•••Bersambung...
__ADS_1
Maaf author upnya lama. Kemarin author lupa.
Jangan lupa dukungan kalian ngalir terus yaa readers 😄