
"Saudara Zyan Ryan Bagaskara, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak perempun saya yang bernama Verly Verdina Jafe Binti Ardian Jafe dengan mas kawin sebuah apartemen mewah dan seperangkat alat solat di bayar tunai!" ucap Ardian.
"Saya terima nikah dan kawinnya Verly Verdina Jafe Binti Ardian Jafe dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" ucap Zyan dengan sekali tarikan napas.
"Para saksi sah?" tanya penghulu.
"Sah!" ucap para Tamu.
"Alhamdulillah. Al-fatihah!" ucap penghulunya. Para tamu pun mengadahkan tangannya dan membaca surah al-fatihah.
"Amin!" ucap para Tamu.
"Silahkan panggil pengantin wanitanya untuk turun." ucap penghulu. Mita dan Verly yang mendengar perkataan penghulu pun keluar dari ruangan dan turun ke bawah.
Mita dan Verly turun dengan anggunnya. Para tamu undangan terus menatap kearah Verly dan juga Mita. Verly pun duduk di samping Zyan. Zyan langsung mengambil cincin dan memasangkannya di jari manis Verly begitupun dengan Verly memasang cincin di jari manis Zyan.
Verly pun mencium tangan Zyan dan Zyan mencium kening Verly. Mereka saling menatap dan menyatukan kening mereka.
"Uu so sweet!" ucap Mita.
"Romantisan aku lah!" ucap Reano.
"Gak, kamu ngasih aku bunga aja gak pernah. Apa lagi makan malam romantis!" ucap Mita. "Jangan-jangan kamu ada cadangan yaa!" tebak Mita.
__ADS_1
"Hah? Gak lah! Ya kali istri aku se sempurna ini di mata aku, aku tinggalin. Aku bodoh banget!" ucap Reano. Mita pun mengangguk dan memeluk Reano.
"Sayang pengen makan jelly yang di ujung situ!" ucap Mita.
"Ya di sini kan ada sayang. Masa mau yang di pojok situ, jauh!" ucap Reano.
"Mau yang di pojok!" ucap Mita keras. Mau tak mau Reano harus mengambilkan jelly itu untuk Mita. Setelah mengambil itu Reano pun kembali dan memberikn jelly itu kapada Mita.
"Ni" ucap Reano sambil memberikan jelly itu.
"Makasih sayang!" ucap Mita. Mita pun memakan jelly itu. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia harus katakan ini kepada Reano.
"Re besok jangan pergi keluar kota ya. Perasaan aku gak enak ni!" ucap Mita.
"Ih, Reano! aku serius. Perasaan aku gak enak ni. Pokoknya jangan pergi!" ucap Mita.
"Mau pergi juga!" ucap Reano sambil tertawa kecil.
"Kamu ini ya!" ucap Mita sambip memcubit perut Reano.
"Sakit sayang. Kamu kenapa suka sekali nyubit aku?" tanya Reano.
"Kamunya ngeselin banget sih!" ucap Mita kesal.
__ADS_1
"Ututu, istri aku cemberut ni yaa!" ucap Reano. "Sayang, kalau aku gak pergi masalah di kantor cabang bakalan semakin rumit. Jadi biarkan aku pergi ya. Jangan khawatirin aku, gak bagus untuk Reano Junior!" ucap Reano sambil mengelus-elus rambut Mita.
"Iya deh, iya. Tapi hati-hati yaa!" ucap Mita. Reano pun mengangguk.
"Woi, Mau di tempat umum, mau di nikahan gua. Tebar mesra mulu kalian! Makan gih!" ucap Zyan.
"Yaelah ferguso, lu ngapain juga di sini. Temanin Verly noh. Kasian di panggung sendiri. Gak berpengalaman sih lu jadi suami!" ucap Reano.
"Gua baru jadi suami dia dodol!" ucap Zyan.
"Ya makanya lu belajar sama gua gimana caranya jadi suami yang baik!" ucap Reano.
"Lah bodo. Kalau gua belajar sama lu, yang ada makin sesat gua!" ucap Zyan kemudian pergi. Ia tidak mau berdebat dengan temannya yang bucin ini.
"Sayang kamu mau makan?" tanya Zyan pada Verly.
"Nanti aja deh!" ucap Verly. Zyan pun mengangguk mengerti.
•••Bersambung...
Maaf dikit dulu ya, nanti author lanjut lagi.
Jangan lupa dukungan untuk author ngalir terus yaa😄
__ADS_1