
Setelah berdiskusi panjang dengan Jonah, akhirnya Ally menyetujui tawaran Madam untuk menjadi Model Iklan di peluncuran produk-nya nanti. Ia senang sekaligus gugup akan hal itu. Gadis itu bahkan menonton video-video tutorial dalam hal permodelan, seperti bagaimana cara berpose yang indah di depan kamera. Ia memperagakan pose-pose yang model itu tampilkan di dalam video sambil berjemur di samping kolam renang. Ia bahkan membawa sebuah cermin besar dari dalam rumah agar dapat melihat dirinya sendiri saat berpose.
"Aish, kenapa pose nya susah sekali." keluhnya.
Dari dalam rumah, ia melihat Jonah berjalan ke arahnya sambil memegang segelas minuman berwarna merah, yaitu jus strawberry yang sebelumnya ia buatkan memang untuk Jonah. Seperti yang Jonah katakan sebelumnya bahwa di akhir pekan yang cerah ini ia ingin berenang. Pria itu hanya mengenakan celana pendek selutut tanpa atasan, hal itu membuat Ally sedikit canggung ketika pria itu makin mendekat.
"Ya, pose macam apa itu?!" tanya Jonah dengan nada tinggi.
"Apa masalahmu?" kernyit Ally heran melihat Jonah menatap tak suka ke arahnya.
"Kau hanya akan melakukan pemotretan untuk iklan sebuah tas, bukannya pemotretan untuk majalah dewasa." jelas Jonah dengan nada kesal.
"Apa ini salah?" tanya Ally polos.
"Jelas saja salah. Untuk apa kau menggunakan pose menantang dan ekspresi wajah sangat menggoda hanya untuk iklan sebuah produk?!" protes Jonah yang tanpa disadari menjelaskan bagaimana cara ia melihat Ally.
Ally hanya melongo menatap Jonah dengan ekspresi heran. Pasalnya ia tidak merasa tengah berpose menantang seperti apa yang Jonah sebut barusan.
"Ah, ma-maksudku itu terlalu berlebihan jika hanya untuk foto sebuah iklan." Jonah meletakkan jus nya di atas meja bundar yang ada di situ. Pipinya terasa panas karena salah tingkah. Ia langsung menceburkan diri ke kolam renang untuk menyembunyikan pipi merahnya.
Ally menghela napas sambil menatap punggung Jonah yang tengah berenang, lalu atensinya kembali berpindah pada layar ponselnya untuk kembali menyimak video yang ia tonton sejak tadi. Ia kembali mencoba memperagakan beberapa pose yang menurutnya menarik.
"Hei! aku benci pose itu." celetuk Jonah berteriak dari tengah kolam renang yang memperhatikan gerak-gerik Ally sejak tadi.
"Ck, diamlah." sahut Ally dengan nada kesal karena sejak tadi Jonah selalu mengeluh perihal pose yang ia coba peragakan.
__ADS_1
Jonah berdecih sebal karena gadis itu tak mendengarkannya dan terus-terusan mencoba pose yang tak Jonah suka. Sebenarnya pose yang Ally tirukan hanyalah pose biasa yang sering model-model umum lakukan, tapi entah mengapa Jonah melihatnya sangat berbeda ketika Ally memperagakannya. Gadis itu benar-benar terlihat seksi dengan wajah natural menggodanya. "Astaga aku jadi memikirkan hal-hal aneh." gumam Jonah sambil membasuh wajahnya dengan kasar. Pria itu kembali berenang memutari kolam, sesekali berehenti untuk mengambil napas.
"Ya, bisa kau ambilkan handuk untukku?" seru Jonah pada Ally. Dapat ia lihat gadis itu sedikit mendengus namun tetap bangkit dan berjalan masuk ke dalam rumah, lalu tak lama gadis itu kembali lagi dengan membawa handuk puntih besar di tangan kanannya.
"Ini." Ally mengulurkan tangannya untuk menyerahkan handuk itu pada pria yang tengah duduk di tepi kolam itu.
"Keringkan rambutku." perintah Jonah. Ally ingin sekali menolak, namun ia malas jika pada akhirnya mereka hanya akan berdebat panjang. Gadis itu berjalan sedikit menuju ponselnya di atas kursi, untuk menekan tombol pause agar video modeling itu terhenti.
Perlahan ia berlutut untuk mensejajarkan tingginya dengan Jonah, kemudian menyelimuti kepala Jonah dengan handuk dan mulai menggosokkan handuk itu.
"Kau bisa berenang?" celetuk Jonah tiba-tiba.
"Hm." sahut Ally singkat.
Sebenarnya ia bisa berenang, tapi karena Jonah tiba-tiba menariknya ke dalam air hal itu mebuatnya jadi terkejut dan panik. Ally berusaha berenang naik ke permukaan tapi entah kenapa kemampuan berenangnya seperti hilang tiba-tiba. Ia mulai kehabisan napas, air mulai memasuki tubuhnya melalui mulut dan hidungnya.
Tiba-tiba ia merasa pinggangnya seperti di rangkul, tangan itu membantunya muncul ke permukaaan air. Ally lega, akhirnya ia bisa bernapas. Gadis itu terbatuk-batuk dengan napas tersengal hebat.
"Ally kau tak apa?!" Jonah panik bukan main melihat Ally.
Gadis itu hanya diam dengan tangannya yang berpegang pada pundak Jonah. Batuknya sudah berhenti, ia mengatur napas yang memburu.
"Ally, katakan bahwa kau baik-baik saja?" Jonah meraih pipi gadis di hadapannya agar wajah cantik itu mendongak dan ia dapat melihatnya.
Tiba-tiba saja Ally langsung menangis dan memukul-mukul dada Jonah. Suara tangisnya persis seperti anak kecil yang kena marah Ibunya.
__ADS_1
"Kau jahat! kau ingin membunuhku!" gadis itu terus saja memukul dada bidang pria di hadapannya.
Jonah tercengang hampir tertawa. "Aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku."
"Bohong! kau pasti ingin membunuhku!" isakan tangisnya makin menjadi-jadi.
Jonah lalu menarik tubuh ramping itu ke dalam dekapannya. "Aku minta maaf. Aku tak ada niat ingin membunuhku. Sumpah." pria itu sekuat tenaga menahan tawa demi menghormati tangisan lucu Ally.
Cukup lama mereka berdua terdiam dengan posisi Jonah memeluk Ally. Napas gadis itu sudah mulai stabil, hanya tinggal segukan kecil sisa tangisnya.
"Ally..." panggil Jonah halus.
Ally lalu mendorong badan Jonah tiba-tiba, membuat pelukan pria itu terlepas serta badannya terhuyung hampir jatuh. "Menyebalkan!" decih Ally sambil menyeka ujung matanya yang berair. Gadis itu lalu berjalan menuju tepian kolam dan naik keluar kolam. Ia mencari-cari handuk yang tadi ia gunakan untuk mengeringkan rambut Jonah yang ternyata ikut tercebur ke dalam kolam.
Ia kembali menatap sinis Jonah yang masih berada di dalam kolam, pria itu juga sedari tadi selalu menatapnya tanpa lepas. Ally akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah dengan kondisi basah kuyup. Tanpa ia sadari baju tipis yang ia kenakan menjadi transparan karena basah, hal itu membuat lekuk tubuhnya begitu jelas terlihat. Jonah tersenyum miring memperhatikan gadis itu berjalan sampai menghilang di balik pintu.
***
Siapa disini yang pernah hampir tenggelam di kolam renang? wkwk
Sebenernya bab ini gajelas banget tapi karena lagi senggang up aja deh hehe
Anyway, kalian lebih suka langsung ke konflik biar ceritanya ringkas atau mau banyak uwu-uwu dulu nih? bantu jawab ya di kolom komentar ><
Btw, disini ada yang Mangatoon nya error kayak author ga? setiap mau buka pasti "aplikasi terhenti" gitu?
__ADS_1