Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Harvard University


__ADS_3

8 Jam sudah Elioz dan Bulan mengudara di langit. Sekarang mereka sudah bisa bernapas lega karna mereka sudah berada di International Airport John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat. Perjalanan mereka belum selesai mereka harus menaiki mobil kurang lebih 3 jam untuk sampai ke kawasan Harvard University.


Bulan dan Elioz sangat berharap Rey masih di London dan mencari Bulan. Ia tidak akan bertemu dengan Bulan di sana karna Bulan sudah ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan kedokterannya agar Bulan bisa mendapatkan gelar dokter spesialis.


3 jam berlalu mereka sudah sampai kota Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Alasan Bulan ingin sekali masuk ke universitas ini adalah, karna Harvard University masuk kedalam 5 universitas terbaik di dunia. Makanya Bulan sangat ingin melanjutkan kuliahnya di sana.


Mereka pun langsung diantar ke apartemen yang sudah di siapkan oleh Arzi dan Katya. Elioz mendapatkan sandinya dari resepsionis apartemen. Bulan dan Elioz pun langsung naik ke lantai 5 apartemen, karna di sanalah mereka tinggal.


Sesampainya di lantai 5, Elioz membuka pintu apartemen menggunakan sandi yang di berikan resepsionis. Saat pintu terbuka, Elioz langsung mengganti sandi apartemennya dan Bulan.


"Dek, sandinya kakak ganti jadi bulan lahir adek di gabung tanggal lahir kakak." ucap Elioz memberitahu hal tersebut kepada Bulan.


"Oke, berarti 0920 kan?" tanya Bulan.


"Kebalik, 2009 jadinya." jawab Elioz.


"Oke deh, Kak Bulan ngidam ni." ucap Bulan.


"Ngidam kok bilang-bilang." ucap Elioz.


"Ya Bulan bilang sama kakak lah biar bisa bantuin Bulan beli barang yang Bulan mau. Kak Elioz gimana sih?" tanya Bulan kesal.


Sabar Elioz, sepupu lu noh, bukan orang lain. Kalau orang lain dah gua retakkan ginjalnya! batin Elioz.


"Oke Bulan mau apa? Sini kakak belikan." ucap Elioz.


"Bulan pengen kakak masak." ucap Bulan. Elioz terbelakak. Ia sama sekali tidak pandai memasak. Masak air saja gosong apa lagi masak yang lain.

__ADS_1


"Kakak gak bisa masak dek." ucap Elioz.


"Bulan gak mau tau. Kakak harus masak atau Bulan nangis!" ancam Bulan.


Astagfirullah sabarkan hamba Ya allah batin Elioz.


"Yaudah mau di masakin apa?" tanya Elioz.


"Ttebokki!" ucap Bulan.


"Ga boleh!" ucap Elioz.


"Kenapa gak boleh?" tanya Bulan.


"Astagfirullahhalazim, itu pedas, kamu gak boleh makan." ucap Elioz.


Sabar Elioz, sabar. Demi ponakan lu, lu pasti bisa. Awas besok kalau anak Bulan lahir cowo, gua ajak baku hantam! batin Elioz.


"Otw buat!" ucap Elioz langsung pergi ke dapur. Bulan tertawa kecil. Ia mengikuti kakaknya dan melihat cara dia memasak.


•••


"Pak bos. Kayaknya pak bos di tipu deh. Udah seminggu kita di sini tapi nona mudah belum ketemu juga. Apa Tuan ingin menyerah saja? Keluarga Zaynco sangat sulit di kalahkan kalau kita berada di London, New York, LA, dan Swiss." ucap Kenzo.


"Aku tidak akan menyerah. Seminggu lagi kita di sini dan lebarkan pencarian. Kalau Bulan tidak ketemu juga, kita cari di Swiss." ucap Rey. Kenzo pun mengangguk.


"Tapi tuan, sebaiknya kita mencari di Amerika dulu, karna di sana banyak kampus-kampus incaran orang-orang. Kali saja nona sedang melanjutkan pendidikannya untuk mendapat gelar dokter spesialis. Dan di Amerika ada Universitas terbaik di dunia, Harvard University." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Ku bilang cari di Swiss maka kita cari di Swiss. Apa hanya tempat-tempat itu saja keluarga Anggara kalah dari keluarga Zaynco?" tanya Rey.


"Ada lagi Tuan di Jepang, tepatnya di Osaka. Karna di Tokyo, Keluarga Zaynco dan Anggara sederajat sama seperti di Daegu, Korea Selatan. Sedangkan di Seoul, keluarga Arlata yang mengalahkan keluarga Anggara dan Zaynco. Dan saat ini keluarga Zaynco dan Anggara mempunyai posisi yang sama di Seoul." ucap Kenzo.


"Baiklah, ini menjadi semakin rumit." ucap Rey. "Zo, cari seseorang buat beresin kamar saya dan ganti semua perlengkapan yang saya pecahkan." ucap Rey. Kenzo pun membungkuk dan pergi dari ruangan kerja Rey.


"Kau membuat ini semua semakin rumit Elioz. Tapi kau lihat saja, aku yang akan menang dari permainan ini. Aku akan menang dan mendapatkan kembali hati Bulan! Reyhan Anggara tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cintanya!" gumam Rey.


Rey pun terdiam. Apa yang baru saja ia gumam kan? Cinta? benarkah Bulan sudah menanam benih cinta di dalam hatinya? Apakah benar ia mencintai Bulan?


Semua pertanyaan itu muncul di pikiran Rey begitu saja tanpa di minta. Rey memegang kepalanya. Ia merasa kepalanya sangat pusing.


Ada apa dengan kepala ku? Kenapa sangat pusing? batin Rey.


"Arghhh! Kenzo!" teriak Rey.


"Kenzo!" teriak Rey lagi namun Kenzo tak kunjung muncul.


Buk..


Rey terjatuh dan langsung pingsan karna tidak dapat menahan pusing yang ia alami. Kenzo yang mendengar jeritan Rey langsung menghanpiri Rey.


"Tuan Muda!" ucap Kenzo kaget.


•••Bersambung....


Ada apa dengan Rey? Wah Rey kenapa?

__ADS_1


Jangan lupa dukungan untuk author selalu mengalir yaa. Like, Comment, hadiah dan yang lainnya oke 😉


Sampai jumpa di Eps Berikutnya 🙌


__ADS_2