Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Kepergian Bulan


__ADS_3

"Baru kali ini Bunda menyesal melahirkan kamu. Apa kamu tau, kalau saja bunda mau, dulu bunda bisa saja menggugurkan mu karna kondisi Ayah mu yang kritis! Tapi, bunda tetap mempertahankan kamu karna Bunda punya harapan sama kamu untuk membangunkan Ayah kamu. Tapi apa sekarang? kamu menjadi anak durhaka Reyhan!" teriak Mita. Rey pun terdiam.


"Apa kamu tau itu hah?!" lanjut Mita. Rey tetap diam.


"Jawab Bunda Rey! Apa kamu tau itu?!" teriak Mita sambil menangis.


"Mit." panggil Reano.


"Aku gak apa-apa Re. Anak seperti Rey harus di kasih tau yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Lihat lah sudah sebesar ini saja dia masih tidak tau masa depannya!" ucap Mita.


"Diam bun diam!" ucap Rey. Mita terkejut, baru kali ini Rey berani melawan Mita.


"Apa kamu bilang? kamu melawan Bunda hah?! Bunda yang telah melahirkan kamu dengan penuh perjuangan? Yang rela kesakitan demi kamu lahir?! Anak seperti apa kamu ini Rey?!" tanya Mita sambil menangis. Rey diam. Sebenarnya ia tidak tega melawan Mita, tapi ntah dorongan dari mana ia berani melakukan itu.


"Oke Rey salah. Rey tau Rey salah. Rey bakalan nikahin Ruby!" ucap Rey.


"Reyhan! Apa kau tau Ruby itu anak keluarga Arlata. Anak dari Kevin Arlata. Apa kau tau itu?! Apakah kau ingin menghancurkan keluarga Anggara?! Kalau benar kau ingin menghancurkan keluarga Anggara, sebaiknya kau angkat kaki dari kediaman keluarga Anggara!" ucap Reano dengan nada marahnya.


"Ayah mengusir Rey?!" tanya Rey.


"Ya! Ada apa? Kau keberatan?! Jika kau keberatan, maka dengarkan kami. Jangan menikahi Ruby!" ucap Reano. "Selidiki dulu dia!" ucap Reano.


"Apa? om gak percaya sama Ruby?" tanya Ruby kepada Reano.


"Kau itu wanita licik. Bisa saja kau hamil anak orang lain dan menuduh Rey yang telah melakukannya!" ucap Reano.


"Tes Dna. Rey harus melakukan tes Dna dengan bayi itu!" ucap Mita.


"Baiklah Aku setuju dengan usulab kalian!" ucap Rey.

__ADS_1


Bisa mati aku! batin Ruby.


•••


"Kenapa?! Kenapa aku harus mengalah terus menerus?! Kenapa hidupku di takdir kan seperti ini?!" teriak Bulan di tengah jalan sambil menangis.


"Bulan!" panggil seorang pria.


"Kak Elioz!" ucap Bulan langsung berlari ke pelukan Elioz.


"Kenapa kamu siang-siang gini teriak di tengah jalan? Kamu jadi pusat perhatian orsn di jalan Lan." tanya Elioz.


"Kak aku kau pulang ke rumah sama kakak. Aku kangen Mommy dan Daddy." ucap Bulan.


"Oke, masuk dulu. Tapi nanti di mobil bicarakan semua sama kakak ya. Kali aja kakak bisa bantu kamu!" ucap Elioz. Bulan pun mengangguk. Bulan masuk kedalam mobil Elioz. Elioz pun masuk dan mengendarai mobilnya.


"Ada apa dek? Cerita sama kakak!" ucap Elioz.


"Iya kakak janji!" ucap Elioz membalas uluran kelingkin adiknya itu.


"Kak Rey.. " belum selesai Bulan bicara, Elioz langsung membuat kesimpulan.


"Oh jadi semua salah Reyhan itu! Dia ngapain kamu dek?" tanya Elioz.


"Ya makanya dengerin dulu Bulan cerita kak. Jangan di potong!" ucap Bulan.


"Hehe iya, maafin kakak ya. Sok lanjut ceritanya." ucap Elioz. Bulan pun menceritakan semuanya dari masalah pesan misterius itu sampai ke Rey yang pura-pura kepadanya.


Sialan kau Rey. Lihat saja nanti, jika kau meminta adikku kembali kepada mu, aku akan langsung membunuh mu! batin Elioz.

__ADS_1


"Udah gak usah balik lagi ke rumah itu. Tinggal aja sama kakak dan yang lainnya" ucap Elioz.


"Tapi kak, nanti Daddy sama Mommy tau!" ucap Bulan.


"Ceritakan semua sama mereka. Mommy, Daddy, kakak dan Eliza juga mau balik ke london. Kali aja kamu bisa ikut dan nenangin diri kamu di sana. Kalau kamu udah tenang baru kamu ajukan surat perceraian. Kakak gak mau punya adik ipar brengsek kayak dia!" ucap Elioz.


Kruyuk.. kruyukk..


"Hahaha, kamu lapar dek? Belun makan?" tanya Elioz.


"Hehehe gara-gara nangis sama lari tadi aku jadi lapar kak!" ucap Bulan.


"Yaudah kita makan dulu ya. Itu ada restoran korea. Mau mampir gak?" tanya Elioz.


"Mau kak. Aku mau ttebokki!" ucap Bulan. Elioz pun tersenyum melihat adiknya kembali tertawa. Walau pun bukan adik kandung seperti Eliza, Elioz juga sangat menyayangi Bulan seperti adik kandungnya sendiri.


•••


"Rey apa yang kamu tunggu?! Cari Bulan!" ucap Mita.


"Biar aja bun, palin bentar lagi balik!" ucap Rey.


"Rey, hati kamu terbuat dari batu? Dia itu perempuan Rey. Gimana bisa kamu biarin dia jalan sendirian!" ucap Mita.


"Biarin Bun, lagian ini masih siang, jadi gak bakalan ada yang ganggu dia bun!" ucap Rey langsung memasuki kamarnya.


"Apa kamu liat-liat! Ini semua gara-gara kamu Ruby!" ucap Mita.


"Ups maaf calon bunda mertua. Ruby cuman bicara fakta kok. Kalau gitu Ruby pulang ya. Bye-bye!" ucap Ruby langsung pergi dari rumah Rey.

__ADS_1


•••Bersambung...


Jangan lupa dukubgan buat author bgalir terus yaa. Author berterima kasih sama kalian karna udah mau ngedukung author. Author sangat senang mendapatkan renspon positive dari kalian 😊


__ADS_2