Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Tes Dna


__ADS_3

Arzi dan Katya pergi ke lab di rumah sakit keluarga Zaynco untuk melakukan Tes Dna. Arzi dan Katya masuk kedalam lab itu. Mereka membawa rambut dari ibu Arzi dan rambut Elioz.


"Tuan Arzi dan Nyonya Katya, ada apa kalian datang kesini?" tanya salah satu dokter.


"Lakukan Tes Dna dengan kedua rambut ini." ucap Arzi sambil memberikan pack kecil berisi rambut ibunya Arzi dan rambut Elioz.


"Baik Tuan." jawab Dokter tadi.


"Kapan kamu bisa mengambilnya?" tanya Katya.


"Seminggu lagi Nyonya." jawab Dokter itu. Katya pun mengangguk menyetujui.


"Kami akan tunggu." ucap Arzi. Dokter itu pun mengangguk dan tersenyum. Arzi pun mengajak Katya untuk keluar dari lab rumah sakit itu.


"Aku harap Elioz memang anaknya kakak kamu, kak Zia." ucap Katya sambil berjalan keluar dari rumah sakit bersama Arzi.


"Ya, aku bukan hanya berharap tapi sudah merasakan." ucap Arzi


"Maksudnya?" tanya Katya


"Liat aja sendiri, Elioz lebih dekat dengan Bulan. Mereka seperti adik kakak yang sudah lama terpisah. Hubungan mereka seperti mengalahkan hubungan persaudaraan kandung. Dan lihat Eliza, dia sangat dekat dengan mu." ucap Arzi


"Iya, aku juga senang dengannya. Anaknya asik tau." ucap Katya.


"Cie dapat pengganti Mita, Verly dan Arumi." ucap Arzi sambil mencolek hidung Katya.


"Gak lah, mereka bertiga tidak akan tergantikan!" ucap Katya.


"Ah mosok!" goda Arzi lagi.

__ADS_1


"Zi, kok kamu ngeselin sih!" ucap Katya.


"Aku bukan ngeselin, tapi ganteng." ucap Arzi.


"Ish gak nyambung. Aku bilang kamu nyebelin bukan bilang kamu ganteng." ucap Katya meninggalkan Arzi.


"Chagiaaa, Sayangg, My Honey, My Dear wait for me Chagi, Chagiaa!" panggil Arzi lebay sambil berlari untuk menyusul Katya yang berjalan di depannya.


Seminggu kemudian...


Rey tidak dapat menemukan Bulan walau sekeras apapun ia mencari Bulan di London ini. Bulan senang karna akan berangkat ke Amerika bersama Elioz untuk melanjutkan kuliahnya. Berbeda dengan Elioz. Ia merasa hidupnya akan menjadi repot karna tujuh bulan lagi ia akan di buat repot oleh keponakannya yang di lahirkan oleh Bulan. Berbeda lagi dengan Katya dan Arzi, mereka senang karna tes Dna Elioz keluar hari ini, mereka juga sedih karna Bulan akan pergi.


Kondisi Galang di indonesia masih sama saja. Galang kembali ke Galang yang liar dulu, sekuat apapun Risa mencoba untuk membantunya mengingat semua masa lalunya, Galang selalu saja menganggap itu remeh. Ada kabar baik juga dari Leon, dua hari yang lalu ia baru saja menikah dengan Vina. Leon sudah tidak kuat lagi menyembunyikan perasaannya dari Vina. Akhirnya mereka menikah dua hari yang lalu.


Sedangkan Revan sengaja datang ke London hanya untuk bertemu dengan Eliza. Sementara Vano dan Elang masih setia dengan kejombloannya.


Banyak perubahan dari minggu lalu hingga hari ini. Arzi dan Katya pulang membawa kabar bahagia. Mereka sengaja menyuruh Bulan berangkat siang karna hasil Tes Dna itu.


Bulan pun membuka kertas itu, sudah ada Elioz di samping kanannya dan Eliza di samping kirinya. Mereka bertiga membaca itu dengan teliti.


Elioz, Eliza dan Bulan terkejut.


"Kita sepupuan?!" ucap mereka bertiga serentak.


Katya dan Arzi mengangguk semangat.


"Jadi Mama Elioz kakaknya Daddy?" tanya Elioz.


"Yap, Kalian masih boleh kok manggil kita Daddy dan Mommy. Atau mau tukar jadi Uncle dan Aunty terserah." ucap Arzi.

__ADS_1


"Mama kakaknya Daddy?" tanya Eliza lagi.


"Iya Eliza. Nama ibu kalian itu Arzia Zaynco, jadi nama belakang kalian memang seharusnya Zaynco." jelas Arzi. Bulan pun melihat Eliza dan Elioz yang masih bingung.


"Udah gak usah bingung. Yang penting kalian masih keluarganya Bulan!" ucap Bulan sambil memeluk Elioz dan Eliza.


"Kak Elioz, ayo berangkat nanti telat!" ucap Bulan.


"Astagfirullah, iya kakak lupa. Ayo berangkat." ucap Elioz.


"Eliza mau ikut juga tapi gak bisa Eliza harus kuliah." ucap Eliza. Elioz pun mendekati adiknya dan mengelus kepalanya lembut.


"Nanti kalau liburan, Ajak Uncle sama Aunty ke Amerika oke." ucap Elioz. Eliza tersenyum dan mengangguk.


Arzi dan Katya tersenyum mendengar Elioz mengganti nama panggilan mereka menjadi Uncle dan Aunty. Bulan dan Elioz pun berpamitan kepada Katya dan Arzi. Mereka merelakan Bulan pergi ke Amerika.


•••


"ARGHHH!" teriak Rey. Ia membanting dan memukul apa yang dapat di pukulnya. Sudah seminggu ia mencari Bulan tapi hasilnya nihil. Tidak peduli sekeras apa ia berusaha. Ia bahkan sudah mencari Bulan kerumah keluarga Zaynco, tapi yang ia dapat malah penolakan dari satpam. Mereka berani menolak Tuan Muda Anggara? siapa mereka berani menolak Rey?


Dengan mudahnya Rey memukul cermin sampai pecah dan tangannya terluka parah. Kenzo hendak membantunya tapi ia tidak bisa membuka kamar Rey, sandi yang ia masukkan terus menerus salah. Memang sebelum masuk kamar dan melimpahkan semua amarahnya di dalam kamar, dia sudah mengganti pin kamarnya agar tidak ada satu orang pun yang menganggunya.


Elioz Zaynco, aku akan memenangkan permainan ini. Lihat saja, sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Suatu hari aku akan bertemu dengan Bulan! batin Rey. Jujur saja, selama ia berpura-pura baik dengan Bulan, hatinya mulai merasakan benih cinta tertanam di hatinya. Rasa seperti saat ia bersama Fiona dulu, rasa yang tidak pernah ada di dalam diri Ruby malah ia temukan di diri Bulan. Bodoh sekali dia membuang berlian begitu saja.


"TIDAK BERGUNA! SAMPAH!" teriak Rey lagi. Ia frustasi dengan semua masalah ini. Ia tidak dapat mencari jalan keluar dari masalahnya ini.


Sedangkan di luar kamar Rey, Kenzo berdiri dan mencoba mengetuk pintu kamar Rey, namun itu sia-sia karna kamar Rey kedap suara. Seberapa kuat pun Kenzo mencoba mengetuk pintu itu, Rey tidak akan mendengarkannya.


•••Bersambung....

__ADS_1


Maaf author tukar covernya. Kalau kalian lebih suka cover lama author bisa tukar lagi. Author anaknya bosanan, mohon maaf yaa 🙏🙏


Jangan lupa like, comment, rate, dan kasih author hadiah yaa 😄


__ADS_2