
Keesokan harinya, Mita sudah menyiapkan baju-baju Reano untuk pergi ke luar kota. Ya hari ini Reano akan pergi keluar kota.
"Re ini udah aku siapin semua!" ucap Mita.
"Makasih sayang!" ucap Reano sambil mengelus-elus.
"Re, hati-hati ya. Perasaan aku gak enak ni!" ucap Mita.
"Iya sayang, aku selalu hati-hati kok. Kamu jangan khawatir ya!" ucap Reano. Mita pun mengangguk mengerti. Reano dan pun turun untuk sarapan.
"Jadi berangkat Re?" tanya Bima.
"Jadi Pi. Bentar lagi Liam jemput ni!" ucap Reano.
"Hebat juga Liam ya, bisa jadi asisten kamu. Padahal waktu di sekolah dulu, kalian gak terlalu dekat." ucap Bima. Reano pun mengangguk setuju.
15 menit kemudian Liam datang. Ia masuk dan langsung duduk di meja makan.
"Assalamualaikum!!" ucap Liam.
"Waalaikumsallam" jawab semua orang yang berada di meja makan.
"Asik makan!" ucap Liam.
"No, berangkat sekarang woi! gua kaga mau telat ya!" ucap Reano.
"Yaelah pak bos. Makan bentar doang!" ucap Liam.
"Makannya di helikopter aja nanti!" ucap Reano berdiri dari kursinya dan menghampiri Mita.
"Sayang aku berangkat dulu ya. Ingat jangan lupa minum susunya!" ucap Reano mencium kening Mita. Mita juga mencium punggung tangan Reano.
"Iya, kamu juga hati-hati ya!" ucap Mita. Reano megangguk.
"Yok, yam!" ucap Reano. Liam yang baru makan segigit roti langsung menatap Reano dengan tatapan elang.
__ADS_1
"Yaelah, makan di helikopter aja woi. Cepetan!" ucap Reano menarik Liam. Liam pun terpaksa harus makan di helikopter.
Ya allah, semoga Reano gak kenapa-napa perasaan aku gak enak banget! batin Mita.
•••
"Dia sudah berangkat?" tanya seorang laki-laki.
"Sudah tuan!" jawab anak buahnya.
"Ledakkan helikopternya di tengah hutan dan pastikan dia mati dan di makan binatang buas!" ucap laki-laki tadi.
"Baik tuan!" jawab anak buahnya lalu pergi.
"Sudah ku bilang, jangan sakitin Reano!" ucap seorang wanita dari pojok ruangan. Laki-laki tadi pun mendekatinya dan memegang dagunya.
"Jangan ikut campur urusan ku. Masih untung aku mau tanggung jawab. Kalau tidak, kau akan jadi wanita tak berguna!" ucap laki-laki itu lalu menghempaskan dagu wainta itu.
Kenapa aku mau menikah dengan monster seperti dia? bagaimana hidupku selanjutnya! batin wanita itu.
•••
Suara piring jatuh. Ciko yang mendengar itu pun langsung pergi ke dapur untuk memastikan.
"Arumi!" ucap Ciko. Ciko langsung berlari kearah Arumi.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja menjatuhkan piring itu. Jangan marah!" ucap Arumi dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hei-hei. Sudah ku bilang, aku ini Ciko bukan Arzi! Kamu gak apa-apa?" tanya Ciko sambil memegang tangan Arumi.
"T-tapi aku memecahkan piring bunda. Aku takut bunda marah!" ucap Arumi. Ciko pun melepaskan tangan Arumi dan memegang pipinya.
"Bunda bukan orang yang seperti itu. Bunda gak gampang marah kok. Kamu tinggal minta maaf aja pasti di maafin!" ucap Ciko. "Yaudah sini aku obatin. Mana yang sakit?" tanya Ciko.
"Aku gak segaja kepijak kaca piring itu" ucap Arumi. Ciko pun tersenyum. Ia langsung menggendong Arumi ala bridal style.
__ADS_1
"Aaaa!" teriak Arumi.
"Hei, kenapa teriak? kalau kaki mu sakit dari tadi, Kenapa kamu tahan berdiri hm?" tanya Ciko. Ciko pun membawa Arumi ke sofa ruang keluarga dan mengobatinya
•••
Mita sedang membaca majalah kehamilan. Kehamilannya saat ini tengah memasuki bulan ke lima. Saat sedang asyik membaca majalah, Mita mendengar keributan di bawah. Mita langsung turun dan menanyakan ada apa.
"Ada apa ini?" tanya Mita. Semua orang pun berhenti. Mereka diam tak berbicara.
"Ada apa? kenapa berhenti? ada apa?" tanya Mita khawatir karna sedari tadi dia terus memikirkan Reano.
"Jawab aku! Reano gak apa-apa kan?" tanya Mita lagi. Semua orang diam, suasana yang tadinya ribut dan bising mendadak sunyi.
"Jawab aku!!" teriak Mita. Mita pun menghampiri Mami Reano.
"Mi, Reano gak kenapa-napa kan?" tanya Mita. Shinta pun memeluk Mita.
"Yang sabar ya nak!" ucap Shinta.
"Mih, bilang sama Mita, Reano kenapa?" tanya Mita sambil menangis.
"Helikopternya Reano jatuh" jawab Bima.
"Apa?!" ucap Mita kaget. Kepala Mita mendadak pusing dan pandangannya buram.
Buk..
Mita pingsan. Semua orang yang berada di sana langsung gelagapan.
"Tunggu apa lagi?! Siapkan mobil!" ucap Bima. Mereka yang berada di ruangan itu pun segera menyiapkan mobil.
•••Bersambung...
Uwau, Reano jatuh. Kira-kira siapa ya pelakunya?
__ADS_1
Jangan lupa terus dukung author yaaa. Like, comment, Vote, rate, tip dan favorit jangan lupa ya 😆