Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Suami Idaman


__ADS_3

Sedari acara pernikahan Gilang, Rey hanya termenung saja. Tidak tau apa yang ia pikirkan. Bahkan ijab kabul yang baru saja selesai, ia tidak tau.


"Woi Van, si Rey kenapa tu bengong mulu?" tanya Elang kepada Vano.


"Ga tau, kerasukan kali." ucap Vano asal.


"Asal ngomong ni bocah." ucap Elang. Vano memukul paha Elang kuat. Karna posisi duduk seperti ini lebih enak memukul paha seseorang dari pada memukul wajahnya.


"Sakit Bego! Gak mikir-mikir kalau mau mukul gua, lu ah!" ucap Elang.


"Sakit? Sorry, kayanya emang lu gak cocok jadi adek ipar gua, Lemah!" ucap Vano berdiri dan langsung pergi dari tempatnya.


"Eh, Vano tarik ucapan lu woi! Gua suami idaman kali!" ucap Elang, tapi percuma. Vano hanya menganggapnya angin lalu. Zyan duduk di samping Elang.


"Ada apa My Son?" tanya Zyan.


"Elang jomblo Pa, sad banget rasanya." ucap Elang membuat akting sedih. Zyan merangkul pundak Elang.


"Sabar Boy, papa juga gitu dulu. Dapatin mama kamu itu lumayan susah sampai kita berantem hebat dan nyaris putus, eh gak lah, kita emang udah putus." ucap Zyan.


"Kok putus Pa?" tanya Elang. Zyan sangat malas mengungkit kembali masa lalunya yang ia lalui dengan sangat bodoh.


"Em, papa selingkuh." ucap Zyan. Elang mengangguk.


"Kita memang sebelas dua belas Pa." ucap Elang

__ADS_1


"Papa nyelingkuhin mama kamu itu terpaksa, karna papa gak mau buat mama kamu sedih karna penyakit papa dulu. Bukan kaya kamu yang selingkuh karna dia lebih cantik dari pada pacar kamu." ucap Zyan. Elang mengangguk.


"Huum udah tau. Tapi Elang selingkuh ada alasannya Pa." ucap Elang.


Yaelah pantes ngangguk mulu ni bocah. Udah tau rupanya, kalau gitu ngapain gua ceritain panjang kali lebar kali tinggi sama ni bocah, ngabisin waktu gua. Mending gua makan, selagi makanan tersedia. batin Zyan. Ia berdiri dari duduknya.


"Eh Pa, mau kemana?" tanya Elang.


"Makan gratis." jawab Zyan.


"Ikut, selagi gratis mari kita habiskan!" ucap Elang.


"Mari para pejuang makanan. Ada makanan gratis, maka harus kita habiskan!" ucap Zyan.


"Habiskan makanan!" ucap Elang semangat. Mereka pun pergi ke tempat beradanya makanan dan mengambil makanan sesuka hati mereka.


•••


Aduhh, Senyuman Gilang mematikan untuk jantung gue. Aman ni kalau gue tinggal sama dia? gue gak mati muda kan? batin Ruby.


Huh, semangat Gilang. Tamunya banyak banget, rata-rata kolega bisnis dan rekan-rekan dari Diano Corp. Sebagian dari mereka ada yang ku kenal, karna aku baru memimpin Diano Corp seminggu ini menggantikan Galang yang kembali kepada sifatnya yang dulu. Aku jadi penasaran gimana sikap Galang jika dia tidak lupa ingatan. batin Gilang.


Akhirnya pesta besar itu pun berakhir. Semua tamu undangan pulang dan semua yang membantu menyelenggarakan pesta ini tampak lega. Ruby dan Gilang sudah dari tadi pergi, karna mereka tidak membiarkan Ruby dan Gilang membantu mereka membersihkan gedung. Padahal pembersihan gedung yang di pakai untuk acara pernikahan Gilang dan Ruby itu besok.


Ruby dan Gilang sudah sampai di kediaman keluarga Diano, tepatnya kamar Gilang. Ruby sangat kaget melihat kamar Gilang yang bersih dan rapi, berbeda dengan kamar Galang yang lumayan kotor dan berantakan.

__ADS_1


Ruby duduk di ranjang Gilang, sedangkan Gilang mandi. Selesai Gilang mandi, Ruby tekejut melihat tubuh Gilang yang indah. Padahal ia dulu pernah bertemu Gilang sekilas, tubuh Gilang itu kurus tapi tinggi.


"Kamu mandi abis itu ambil wudhu, belum solat isya kan? nanti kita solat bersama." ucap Gilang.


"T-tapi aku lupa cara ngambil wudhu dan cara solat." ucap Ruby menyengir merasa tak berdosa karna tak pernah solat.


Astagfirullah sabarkan hamba ya allah. batin Gilang.


"Yaudah mandi dulu, abis itu nanti aku ajarin wudhu sama solat. Jangan lupa bawa baju ke kamar mandi." ucap Gilang berusaha lembut dan sabar kepada Ruby. Karna ia tau, jika Ruby di kasih tau dengan cara dingin Ruby akan membantahnya.


Ruby pun mengambil bajunya san masuk kedalam kamar mandi untuk mandi. Gilang menyiapkan semua peralatan solat. Ia memakai baju Koko yang khusus ia gunakan untuk solat dan jangan lupakan Peci berwarna hitamnya. Ia membentangkan sejadah untuknya di depan dan untuk Ruby di belakangnya. Ia juga menyiapkan mukenah untuk Ruby.


Tak lama Ruby keluar dari kamar mandi. Gilang langsung menghampiri Ruby dan menariknya masuk kedalam kamar mandi. Di sana, dengan sabarnya Gilang mengajarkan Ruby tata cara berwudhu. Setelah berwudhu, Gilang memasangkan mukenah kepada Ruby. Menurut Gilang, Ruby sangat cantik menggunakan mukenah. Saat Gilang memasangkan mukenah kepada Ruby, mata mereka saling menatap. Mata mereka bertemu dalam satu tatapan.


Liat Gilang dari dekat pakai pakaian muslim gini jadi ganteng banget tauu aa. batin Ruby teriak histeris.


Dia cantik jika pakai mukenah dan jika sifatnya bisa lebih baik lagi. batin Gilang. Gilang pun menurunkan tangannya dari kepala Ruby setelah memakaikan mukenah kepada Ruby.


"Nanti kamu ikutin gerakan aku ya." ucap Gilang. Ruby memgangguk patuh, Gilang pun menjelaskan semua tata cara sholat dengan rinci kepada Ruby. Ruby mengangguk mengerti.


Gilang berjalan menuju sejadahnya dan memimpin sholat serta menjadi imam untuk Ruby.


•••Bersambung....


Aaa Gilang memang suami idaman semua orang. Sabar, lembut, sholeh, ganteng, mapan dan pintar. Paket lengkap banget. Memang suami idaman.

__ADS_1


Jangan lupa dukungan author terus ya. Ada kritikan atau masukan tentang karya author? kalian bisa langsung komen di bawah ya. Jangan lupa juga likenya oke 😄


__ADS_2