
Keesokan harinya, Rey dan Bulan tidak jadi jalan-jalan karna Ezra datang ke Apartemen mereka. Mereka sedang duduk di sofa ruang tamu dalam suasana yang hening.
"Ngapain lu kesini?" tanya Rey memecahkan keheningan.
"Ngajak Bulan balik sama gua. Kenapa?" tanya Ezra.
Sialan ni cowo. Buta apa dia? Udah ada Ken masih aja mau ngambil Bulan dari gua! batin Rey.
"Bro mimpi jangan ketinggian." ucap Rey. Rey pun menatap tajam Ezra. "Mending lu sekarang pulang, mandi, trus balik tidur lagi. Mimpi lu udah kelamaan. Ini udah jam sembilan pagi. Masa belum bangun juga." ucap Rey
"Oh lu suruh gua pulang?" tanya Ezra. Rey mengangguk. "Lu usir gua? Gua tamu lu!" ucap Ezra.
"Lu jalangkung! Datang gak diundang pulang gak diantar!" jawab Rey.
"Bodo amat. Yuk Lan, ikut gua balik. Lu gak mau masuk kedalan kehidupan kelam lu dulu kan? Kali aja dia belum berubah kayak yang ada di pikiran lu. Mending balik lagi sama gua." ucap Ezra.
Ntah kenapa pada saat seperti ini otak Rey selalu saja bekerja. Ia mendapatkan ide cemerlang.
Bulan hendak menjawab perkataan Ezra tapi Rey meletakkan tangannya di pinggang Bulan dan menariknya. Wajah Rey dan Bulan sangat dekat, Rey langsung mengecup bibir Bulan lembut.
Ezra yang melihat adegan itu langsung melebarkan matanya. Ia tidak terima bibir suci Bulan di sentuh oleh bibir Rey yang menurutnya kotor.
Rey melepaskan lumatannya dari bibir Bulan dan melihat kearah Ezra.
"Gila lu!" ucap Ezra mengambil jaketnya yang ia letakkan di sampingnya lalu keluar dari apartemen Rey.
Mamam tu adegan! batin Rey.
"Kak Rey!!" teriak Bulan malu.
"Apa?" tanya Rey sambil melihat Bulan. "Wah blush on kamu canggihnya bisa nyala sendiri." ucap Rey sambil menoel pipi Bulan dan tertawa. Bulan memukul dada bidang Rey lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rey. Rey tertawa puas karna perbuatannya itu.
"Ken masih tidur?" tanya Rey
"Masih, kenapa?" tanya Bulan.
"Buat adik untuk Ken yuk, pasti dia senang." ucap Rey berharap. Ia sudah berpuasa beberapa bulan ini.
Bulan memukul tangan Rey kuat.
__ADS_1
"Puasa!" ucap Bulan lalu pergi ke kamar Ken.
"Sampai kapan?" tanya Rey. "Bulan! Sayang! Chagia! Honey!" panggil Rey sambil mengikuti langkah Bulan.
•••
"Mau cincin yang mana?" tanya Galang.
"Menurut kamu yang mana yang bagus?" tanya Risa.
"Semuanya." ucap Galang
"Gimana aku makenya kalau kamu bilang semuanya bagus Galang!" ucap Risa. Galang tersenyum dan mencubit pipi Risa.
"Makanya pilih sayang. Biar aku yang bayar." ucap Galang.
"Oke!" ucap Risa. Risa memilih cincin yang menurutnya simple tetapi cantik.
"Nah yang ini cantik." ucap Risa. Galang melihat pilihan calon istrinya itu. Galang mengangguk setuju.
"Mbak bungkus ya." ucap Galang. Pegawai toko itu pun mengangguk dan mengambil cincin itu dari Risa lalu membungkusnya dan memberinya kepada kasir di toko itu.
"Sayang, kayaknya ini kemurahan deh. Coba cari lagi." ucap Galang dengan nada sombong.
"Oh ya kah?" tanya Risa. Galang mengangguk.
"Yaudah deh aku pilih yang lainnya!" ucap Risa. Akting mereka sangat bagus jika bekerja sama. Kalau berhasil, ini korban mereka yang ketiga. Korban pertama mereka adalah seorang pemilik deller mobil dan korban mereka yang kedua adalah seorang kasir di butik tempat mereka memesan baju pengantin.
"Ini gimana?" tanya Risa.
"Mbak itu berapa?" tanya Galang.
"Tujuh puluh lima juta gak bisa di diskon maaf." ucap kasirnya.
"Oh, tukar sayang kemurahan." ucap Galang.
Ni orang sok-sokan banget. Paling-paling nanti beli yang satu atau dua jutaan. Modus awalnya ini ni, pilih-pilih cincin limeted edition. batin kasir itu.
"Ini?" tanya Risa
__ADS_1
"Yang itu berapa?" tanya Galang sambil menunjuk cincin yang di pegang oleh Risa.
"Seratus sepuluh juta! Udah deh cepetan ini udah makan siang!" ucap kasirnya.
"Aa sayang aku mau yang ini juga!" ucap Risa.
"Yang itu?" tanya Galang.
"Cincin wanita tiga puluh tujuh juta. Cincin pasangan seratus sepuluh juta. Udah?" tanya Kasir itu.
"Ga mau yang ini sayang. Cincin nikah yang ini aja gimana? trus hadiahnya kamu belikan cincin ini untuk aku!" ucap Risa. Saat Galang mau menanyakan harga cincin itu, kasir tadi langsung menyebutkannya tanpa menunggu pertanyaan Galang.
"Kalau yang itu limited edition dari perusahaan Diano Grup. Untuk cincin wanitanya satu miliar cincin pasangannya satu setengah miliar!" ucap kasirnya. Galang tersenyum. Itu memang produk terbaru pengeluaran dari perusahaannya.
"Mau itu?" tanya Galang. Risa mengangguk.
"Ga bagus, nanti aku buatin khusus untuk kamu." ucap Galang. "Mbak cincin pesanan Galang Diano." ucap Galang. Kasir itu sepertinya sudah sangat kesal dengan sikap Galang. Ia keluar dari meja kasirnya dan membuka topi Galang. Galang langsung menunduk.
"Sok kaya! di buka topinya langsung nunduk!" ucap kasir itu. Galang menegakkan kepalanya.
"Kamu saya pecat!" ucap Galang sambil tersenyum sinis. Risa pun juga membuka topi pantai yang ia pakai.
"T-tuan muda Galang. N-nona muda Clarissa." ucap kasir itu.
"BAWAKAN PESANAN KU! APA KALIAN TIDAK DENGAR?!" tanya Galang pura-pura marah.
"Apa kau tidak dengar? kau pergi dari sini karna kau, ku pecat!" ucap Galang memang kesal dengan sikap karyawannya ini. Kasir itu pun pergi, ia tau Galang akan tetap mengusitnya karna ia tau bahwa Galang Diano itu kejam tidak seperti kembarannya, Gilang Diano.
"Ini tuan muda." ucap pegawai itu.
"Mana sketsa yang ku berikan? Jika itu tersebar maka habis lah kalian! Kalian tau ini adalah rancangan ku. Jangan sampai ini tersebar karna rancangan ku ini khusus untuk calon istri ku!" ucap Galang.
"Tuan muda silahkan periksa ruang kerja kami. Jika ada yang bermaksud untuk meniru rancangan tuan muda, Tuan muda bisa langsung memusnahkannya." ucap pegawai itu. Galang pun masuk dan memeriksa ruang kerja mereka dan tidak ada yang mencoba untuk meniru rancangannya.
"Oke, jangan ada yang menjual cincin ini. Jika kalian menjualnya dan Aku atau saudara kembar ku tau, maka habislah kalian!" ucap Galang. Pegawai itu menunduk.
Galang pun menarik Risa untuk pergi dari toko perhiasan terbesar yang dimiliki oleh keluarga Diano itu. Sesampainya di parkiran mereka berhigh five karna berhasil mengumpulkan tiga korban dari kejahilan mereka dan ini semua adalah ide Risa.
•••Bersambung...
__ADS_1
Oke, jangan lupa dukungan untuk author ngalir terus agar author semakin semangat untuk Up yaaa 😄