
Hari yang sama tetapi berbeda tempat dengan Gilang, Galang masuk ke keluarga Gerdion sebagai pelamar kerja. Ia ingin melamar sebagai satpam di rumah besar bak istana itu.
"Maaf pak, adakah lamaran kerja untuk satpam di sini?" tanya Galang, ralat Ryan. Ryan mengatakan itu kepada satpam rumah itu.
"Sepertinya ada dek, sebentar ya." ucap satpam rumah itu kepada Ryan. Satpam itu pun masuk kerumah utama dan keluar darinrymah itu. Ia membawa Becca bersamanya.
"Ini buk yang mau melamar sebagai satpam." ucap satpam itu. Becca pun melihat wajah orang yang mau melamar pekerjaan itu.
"Galang?!" ucap Becca terkejut. "Tapi kamu kan udh meninggal!" ucap Becca lagi.
"Maaf bu, nama saya Ryan bukan Galang. Saya ke sini untuk melamar kerja sebagai satpam bu." ucap Ryan.
"Ha? ekhm. Maaf Ryan tapi kami lagi gak membutuhkan Satpam. Maaf sekali ya." ucap Becca.
"Oh baik, terima kasih bu. Maaf mengganggu." ucap Ryan membungkuk lalu pergi.
"Itu Galang Aku harus telpon Mita!" ucap Becca sambil berjalan kedalam rumah.
•••
"Gimana?" tanya Elioz yang sedari tadi mengawasi Ryan.
"Ryan gak di terima bang." ucap Ryan.
"Its oke, kita culik Leon aja. Jangan lupa janjian juga sama Gilang. Abang perlu kalian berdua buat nyulik Leon!" ucap Elioz.
"Ya bang, nanti Ryan hubungi Gilang!" ucap Ryan. Elioz mengangguk. Ia mengambil handponenya lalu menelpon seseorang.
"Persiapkan keamanan markas. Kita akan membawa sandera yang sangat penting!" ucap Elioz.
"Siap tuan muda!" jawab anak buah Elioz dari seberang sana. Arzi membagi dua kelompoknya. Satu bersamanya dan satu lagi bersama Elioz, semua itu bertujuan agar Elioz dan dirinya dapat memperkuat pertahanan keluarga Zaynco, dilihat dari gaya bertarung dari Elioz yang bisa di katakan hebat.
"Bang, gimana kalau Bulan kita jadikan umpan." ucap Ryan.
"Maksudnya?" tanya Elioz.
"Leon Gerdion tidak akan keluar dengan mudahnya kalau ia tidak janjian dengan seseorang. Nah sekarang masalah Bulan adalah dengan Leon. Pasti Leon mau bertemu dengan Bulan!" usul Ryan. Elioz tersenyum.
"Pintar kamu!" ucap Elioz. Ryan memgangguk.
"Tapi bang, nama Leon kaya gak asing bagi Ryan." ucap Ryan.
"Oh mungkin temen kamu dulu ada namanya Leon. Nama Leon kan banyak bukan satu atau dua orang." ucap Elioz. Ryan pun percaya. Mereka berdua pergi dari kediaman keluarga Gerdion dan pulang.
__ADS_1
•••
"Waalaimualaikum, Ya kak?" tanya Mita saat menerima telpon dari Becca.
"Mita, tadi ada yang ngelamar keja di rumah kakak sebagai satpam!" jawab Becca dari seberang sana.
"Terus?" tanya Mita.
"Dia mirip banget sama Galang. Seratus persen no bohong!" ucap Becca. Mita terkejut.
"Dia masih di sana?" tanya Mita.
"Gak, gadi udah pergi. Emang Galang masih hidup?" tanya Becca.
"Galang menghilang kak! Udah ya aku mau kasih tau yang lain. Makasih kakak iparku sayang!" ucap Mita langsung mematikan telponnya secara sepihak.
"Cik! Cika! Dave!" panggil Mita.
"Kenapa Mit?" tanya Cika
"Barusan kak Becca nelpon. Ada seorang pemuda ngelamar jadi satpam di rumah nya dan itu seratus persen mirip Galang!" ucap Mita.
"What?!" teriak mereka semua terkejut.
"Galang siapa?" tanya Gilang.
"Dia kembaran kamu. Dia mirip banget sama kamu!" ucap Cika.
Mirip? Jangan-jangan Ryan. Aku harus kasih tau Bang Elioz! batin Gilang.
"O-oh. Emh Ma, Gilang ke toilet bentar ya." ucap Gilang. Cika pun mengangguk.
"Tadi kak Becca bilang Galang udah pergi gak tau kemana." ucap Mita.
"Zyan, coba lu cek Cctv di rumah kakak gua. Ciko lu coba ke TKP sama Dave. Gua bakalan lacak mereka." ucap Reano. Mereka semua pun mengangguk setuju dan langsung mengerjakan tugasnya masing-masing.
"Elang, bantu aku lacak Ruby. Ntah kenapa Feeling ku mengarah padanya!" ucap Rey. Elang mengangguk. Ia mulai mengambil laptopnya.
"Aku akan melacak Kevin. Kali aja dia juga terlibat!" ucap Revan. Rey mangangguk.
•••
Gilang mengambil handponenya dan segera menghubungi Elioz.
__ADS_1
"Bang, keluarga Diano dan keluarga lainnya sedang mencari keadaan Ryan!" ucap Gilang.
"......."
"Rencana menyekap Leon Gerdion? Malam ini?" tanya Gilang tidak percaya.
"......"
"Baiklah aku akan berusaha keluar dari rumah ini." ucap Gilang. Elioz pun mematikan sambungan telponnya. Setelah mematikan handponenya ia keluar dari kamar mandi dan kembali ke ruang tengah tempat mereka berkumpul.
•••
Dave, Reano, Zyan, dan Ciko datang ke kediaman keluarga Gerdion guna menyelidiki tempat kejadian perkara. Tetapi sudah 2 jam mereka mencari dan men-chek Cctv yang ada, hasilnya tetap nihil.
"Oke dia pintar, jadi pengen ketemu gua ama dia. Mau diajarin petak umpet sama tu orang. Heran gua, dari seminggu lalu nyari kaga ketemu-temu. Ngedukun di mana ni orang!" ucap Zyan kesal.
"Kalau lu ketemu dia mau lu apain lagi?" tanya Ciko.
"Mau gua bakar. Terus gua makan pake sambel terasi. Wuh pasti enak!" ucap Zyan.
"Au ah, waktu pembagian otak pasti lu bangun kesiangan!" ucap Ciko.
"Dih ngapa dah ni anak?" tanya Zyan heran.
"Awas aja gua ketemu pelakunya bocah ingusan. Gua bakar sumpah!" ucap Reano kesal.
"Eh kalimat gua asal ambil aja lu!" ucap Zyan.
"Hah? suka-suka gua lah. Emang ada ngelanggar hukum?" tanya Reano.
"Ada! Pencemaran kalimat seseorang!" ucap Zyan.
"Lah sejak kapan ada undang-undang kaya gitu? kok kaga tau gua?" tanya Dave.
"Sejak gua jadi presiden!" jawab Zyan.
"Hahahaha, lu jadi presiden? jadi kepala rumah tangga aja masih remedial. Mau jadi presiden? Apa kabar indonesia di tangan lu?" tanya Ciko.
"Kok lu malah mihak mereka Ko?" tanya Zyan.
"Lah suka-suka gua! Situ siapa?" tanya Ciko. Muka Zyan berubah masam. Kenapa ia mendapatkan ketiga sahabat yang suka meledeknya. Apa lagi jika di tambah Arzi, ia akan semakin terpuruk.
•••Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa dukungan Author ya. Maaf kemarin gak up, kuota author habis 😂. Jadi maafkan author sekalk lagi yaa 🙏