
Setelah sampai di rumah Rey langsung naik ke kamarnya tanpa menyapa Reano dan Mita yang sedang menonton di ruang keluarga.
"Ada apa dengan Rey ya? Aku khwatir sama dia Re." ucap Mita.
"Tenang sayang. Aku yakin Rey gak apa kok. Jangan terlalu di pikirin ya, dia udah dewasa." ucap Reano kepada Mita.
"Apa salah ya kita jodohin dia sama Bulan?" tanya Mita khawatir.
"Aku yakin itu yang terbaik agar dia bisa melupakan anak dari keluarga Arlata itu!" ucap Reano. Mita pun mengangguk. Ketika Reano sudah mengambil keputusan, keputusan Reano itu tidak bisa di ganggu gugat.
•••
Rey merebahkan dirinya diatas tempat tidurnya. Ia ingin pindah dari rumah orang tuanya. Rey sudah lama membeli rumah, tapi orang tuanya tidak memperbolehkannya tinggal sendiri di sana. Orang tuanya akan memperbolehkannya jika dia sudah menikah.
"Arghhh!" teriak Rey sambil membanting vas bunga yang berada di meja samping tempat tidurnya. Ia pun berdiri dan menghadap cermin yang berada di kamarnya.
"Kapan dia kembali. Kalau dia menipu ku, dia tidak akan aku maafkan!" ucap Rey kesal. Rey dengan seluruh amarah yang berada di puncak ubun-ubun langsung memukul kaca itu sampai pecah. Untung kamarnya kedap suara sehingga kedua orang tuanya tidak tau apa yang ia lakukan.
"Lihat saja kau. Berani bermain dengan Reyhan Austin Anggara, maka hidup mu akan sengsara!" ucap Rey dengan tatapan membunuhnya. Aura Rey sangat menakutkan, ntah dari siapa dia mendapatkan seluruh sifat dan auranya yang kuat itu.
•••
"Apa minggu depan?!" kaget Bulan.
"Iya, kenapa?" tanya Katya.
"Mom, dia dingin. Perlu waktu untuk menghangatkannya. Mommy rela anak Mommy hidup sama kutub utara?" keluh Bulan.
__ADS_1
"No Bulan. Mommy udah sepakat sama tante Mita pernikahan kamu sama Rey itu minggu depan!" ucap Katya
"Mom, jangan sadis-sadis lah. Bulan depan yaa!" ucap Bulan.
"Ada apa ini?" tanya Arzi.
"Dad, Mommy mau nikahin Bulan, minggu depan!" adu Bulan.
"Bagus lah. Kamu kan udah siap kuliah juga. Ya kamu nikah lah. Nanti kamu gak boleh durhaka sama Rey ya. Harus nurut apa yang dia bilang!" ucap Arzi.
"Dad, Daddy kok gitu sih!" ucap Bulan kesal. Bulan pun naik ke atas dan masuk kekamarnya lalu membanting pintu kamarnya.
"Aku agak sedikit ragu dengan Rey." ucap Katya.
"Kenapa?" tanya Arzi
"Katya. Kamu percaya sama Bulan kan? Dia pasti bisa mencairkan kutub utara itu!" ucap Arzi.
"Zi, dia anak kita satu-satunya. Aku gak mau dia kenapa-napa!" ucap Katya.
"Iya aku paham sayang. Kamu coba percaya sama Bulan. Dia pasti bisa lelehkan kutub utara itu. Yaudah yuk tidur gak usah di pikirin!" ucap Arzi. Katya pun mengangguk.
•••
"Aaa nyebelin banget! Apa yang harus aku lakukan dengan kutub utara itu? Bagaimana cara melelehkannya? Ternyata benar kata teman-teman ku aku masih polos!" ucap Bulan.
"Apa yang polos dari aku coba? Aku masih bingung!" ucap Bulan kesal.
__ADS_1
Sedari tadi Rey berlari-lari di pikirannya hingga membuat dia lelah dan tertidur.
•••
Matahari masuk ke kamar yang bernuansa putih dan juga bersih. Rey sudah bangun sedari tadi. Ia sudah siap dengan pakaian kantornya. Hari ini dia ada meeting di perusahaan membahas tentang model perusahaan mereka.
Rey pergi lebih awal, seperti biasa Rey akan pergi dengan Leon dan Elang. Mereka akan meeting bersama di perusahaan keluarga Leon.
"Sudah siap para balok es?" tanya Elang. Elang yang mendapatkan tatapan tajam dari Leon dan Rey langsung menutup mulutnya.
"Eh maksudnya, kalian sudah siap?" tanya Elang. Tanpa menjawab pertanyaan Elang, Leon dan Rey langsung masuk kedalam mobil.
'Ya allah apa dosa ku dulu hingga terjebak antara dua balok es Ini?' batin Elang. Elang pun masuk ke mobil. Rey langsung menjalankan mobilnya menuju kantor.
15 menit kemudian mereka sampai di perusahaan Leon. Mereka bertiga langsung di sambut oleh para staff. Mereka bertiga merupakan Presdir muda dan tampan. Tapi tetap lebih populer Rey dari segala sisi. Lebih banyak wanita yang ingin bersama Rey dari pada Leon dan Elang.
Mereka bertiga sudah masuk keruang meeting. Di sana sudah ada orang-orang yang ikut andil dalam proyek ini. Proyek ini di pimpin oleh Rey.
"Mana model yang anda semua bilang. Anda semua tau, saya tidak suka menunggu!" ucap Rey tegas
"Jangan marah dong Rey. Maaf aku telat." ucap seorang wanita langsung memeluk Rey. "Rey aku kangenn!" ucap Wanita itu. Leon dan Elang kaget saat mengetahui siapa wanita itu.
"Ruby!" kaget Leon dan Elang
•••Bersambung..
Uuu siapa tu Ruby? Yang tau silahkan komen yaa. Jangan lupa dukungan author ngalir terus ya 😆
__ADS_1
#Salam manis author 😘