Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Revan Dan Vina


__ADS_3

Revan pun langsung masuk kerumah Arumi tanpa permisi. Ia tau itu tidak sopan, tapi yang lebih penting sekarang adalah Bundanya. Revan melihat ada bundanya di ruang tamu. Ia pun menghampiri bundanya dan langsung memeluknya.


"Bunda. Revan kangen!" ucap Revan sambil memeluk Ayumi kuat.


"Anak bunda rupanya udah besar ya. Udah tinggi!" ucap Ayumi. Revan pun melepaskan pelukannya dari Ayumi dan duduk di samping Ayumi.


"Ayo kita pulang bun." ajak Revan. Ayumi langsung terdiam mendengar permintaan Revan. Revan tau apa yang sedang di pikirkan bundanya itu. Ia pun langsung memegang pipi Ayumi.


"Bunda, Dia udah gak ada di rumah. Dia udah Revan usir dari rumah, mulai sekarang perusahaan dan rumah adalah milik Revan. Bunda bisa tinggal sepuasnya di rumah Revan tanpa ada gangguan." ucap Revan kepada Ayumi. Ayumi pun langsung terkejut mendengar apa yang di katakan Revan.


"Trus ayah kamu tinggal dimana Revan? kamu gak kasian sama dia?" tanya Ayumi.


"Bunda ku paling cantik. Bunda gak usah mikirin dia ya. Dia pasti bisa dapat tempat tinggal kok!" ucap Revan.


"Ruby? kamu gak ngusir Ruby kan?" tanya Ayumi.


"Walau Ruby sedikit tidak sopan sama Bunda. Dia juga tetap adiknya Revan, Revan mana tega mengusir Ruby bun!" ucap Revan tersenyum manis. Revan pun berdiri dari duduknya. Saat ingin berbalik ia terkejut karna ada seseorang datang dari belakangnya. Perempuan yang berada di belakangnya pun juga terkejut dan langsung kehilangan keseimbangannya. Dengan sigap Revan menolongnya hingga mata mereka bertemu. Mereka saling menatap cukup lama.


Ganteng bangettt! batin perempuan itu.


Ceroboh! batin Revan.


"Vina, kamu gak apa?" tanya Stella berlari keluar dsri dapur. Revan pun melepaskan pelukannya dari Vina.


"Gak apa-apa Stell. Makasih ya! Aku aja yang bawa tehnya!" ucap Vina sambil mengambil nampan berisi teh dari Stella. Vina pun menatap Revan. "Maaf kak gak aku kaget." ucap Vina. Revan pun mengangguk. Vina pun berjalan kearah meja dan meletakkan teh yang ia buat tadi.


"Revan ayo duduk minum dulu!" ucap Arumi. Revan pun mengangguk dan kembali duduk di tempat semula.


"Kayaknya seru lah kalau Kak Revan sama Vina!" bisik Vano kepada Stella.


"Shutt!. Vina udah punya kak Leon dan dia pasti gak bakalan mau sama orang lain sebelum dia dapatin Kak Leon!" ucap Stella.

__ADS_1


"Oh gitu. Coba aja dulu, kali aja mau!" ucap Vano.


"Silahkan!" jawab Stella masih dengan berbisik.


Revan minum dengan tenang. Sementara Vina memperhatikannya dari tadi.


Kalau di liat-liat dia ganteng juga. Baik lagi, dari pada aku ngejar kak Leon terus dan cuman dapat harapan palsu, mending sama yang udah di depan mata aja! batin Vina.


"Ayo bun pulang. Revan masih banyak kerjaan!" ucap Revan sambil menatap tajam ke arah Vina. Ia tau sedari tadi Vina memperhatikannya.


"Oh yaudah, kamu pulang dulu. Nanti kamu kesini lagi jemput bunda ya. Bunda masih kangen sama kembarannya bunda!" ucap Ayumi. Revan pun mengangguk. Revan berdiri dari duduknya dan berpamitan kepada Ciko dan Arumi


•••


"Semua sudah siap untuk besok?" tanya Reano


"Sudah tuan!" jawab para pekerja di pernikahan Rey. Reano pun mengangguk dan menyuruh mereka untuk pergi.


"Gak terasa Rey udah besar aja. Perasaan aku baru kemarin dia bicara" ucap Reano.


"Waktu berjalan tanpa kita rasakan Re. Coba kamu liat sekarang. Rey udah mau nikah sebentar lagi Risa bakalan nyusul dan pada akhirnya kita tinggal berdua lagi." ucap Mita sedikit sedih.


"Apa masalahnya kita tinggal berdua? kita bisa nostalgia waktu kita umur belasan dulu" ucap Reano.


"Kangen kamu main basket deh!" ucap Mita.


"Sekarang gak bisa sayang, Encok aku nanti!" ucap Reano. Mita pun tertawa.


"Ayah! Bunda!" panggil Risa.


"Ya sayang?" jawab Reano. Risa pun mengambil kursi dan duduk di sebelah Reano.

__ADS_1


"Risa gak mau nikah muda kayak Kak Rey!" ucap Risa.


"Kenapa sayang?" tanya Mita.


"Risa lebih suka berkarir dulu bunda. Kalau kak Rey kan enak, otaknya pintar jadi langsung diangkat jadi Presdir sama Ayah. Kalau Risa kan beda jurusan jadi gak bisa kerja di perusahaan Ayah!" ucap Risa. Alis Reano dan Mita pun mengerut menandakan mereka tidak mengerti apa yang di katakan Risa.


"Risa kan kuliah di kedokteran. Boleh gak salah satu rumah sakit keluarga Anggara Risa yang pegang?" tanya Risa to the poin.


"Kalau satu sih gak masalah." jawab Reano. Risa langsung memeluk Reano dan mencium pipi Reano dan Mita.


"Makasih Ayah dan Bunda!" ucap Risa kemudian pergi dari hadapan Reano dan Mita.


•••


"Kenapa kau terus mengikuti ku?!" tanya Rey kesal.


"Aku tidak ada pekerjaan kak. Makanya aku ngikutin kakak!" jawab Bulan polos. Rey menepuk dahinya.


"Kau tidak harus mengikuti ku!" jawab Rey.


"Tapi kak.. "


"Jangan membantah. Lebih baik kau liat catringnya sudah sampai apa belum. Jangan mengganggu ku!" ucap Rey. Bulan akhirnya bisa mendengar Rey mengucapkan banyak kalimat. Ini momen yang sangat langka baginya.


"Baiklah bos. Saya akan laksanakan perintah!" ucap Bulan sambil meletakkan tangannya di dahi seperti memberi hormat. Bulan pun pergi untuk melihat catring yang merek pesan.


Polos! batin Rey


•••Bersambung...


Wah Vina berada di dilema tuh. Antara memilih pindah hati ke Revan atau tetap mengejar Leon. Menurut kalian Vina bakalan pilih Revan atau Leon ya? comment di kolom komentar ya!

__ADS_1


Jangan lupa dukungan untuk author ngalir terus yaa 😆


__ADS_2