Menikahi Musuhku

Menikahi Musuhku
S.2 Perubahan Rey


__ADS_3

"Bulan Verissa Anggara!" ucap Rey dingin. Bulan pun terkejut namanya di panggil.


"K-kenapa kak?" tanya Bulan. Rey pun dengan kasarnya menyeret Bulan pergi dari meja makan itu. Mita yang terkejut melihat perlakuan Rey pun mencoba mengejar. Ia khawatir akan terjadi seseuatu pada Bulan.


"Gak usah di kejar Mit, biarkan mereka selesaikan masalah mereka sendiri" ucap Reano sambil memegang tangan Mita.


"Tapi Re, kasian Bulan. Kamu taukan Rey kalau udah marah gimana?" tanya Mita. Reano pun mengangguk.


"Iya aku tau. Makanya aku percaya sama Bulan. Jadi jangan khawatirkan mereka duduk dan makan lah." ucap Reano. Mita pun akhirnya duduk dan membiarkan Bulan dan Rey.


•••


"Kak lepasin tangannya Bulan. Sakit!" ucap Bulan. Rey pun melepaskan tangan Bulan dengan cara menghentakkannya. Bulan pun langsung mengelus pergelangan tangannya.


"Apa ini?!" tanya Rey kepada Bulan sambil memperlihatkan foto dan vidio yang di dapatkan oleh Rey tadi saat makan.


"I-itu.. " belum selesai Bulan berbicara, Rey langsung memotongnya.


"Siapa dia?" tanya Rey dingin. Bulan tidak menjawabnya.


"Jawab aku Bulan, siapa dia?!" tanya Rey kali ini menaikkan suaranya.


"Akan ku jelaskan!" ucap Bulan. Rey pun diam sepeeti orang yang siap menerima penjelasan.


"Dia itu orang yang menyelamatkan aku. Waktu itu ada seseorang yang memasukkan obat tidur ke minuman ku. Setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi. Saat aku bangun, aku udah di sebuah ruangan seperti kamar dan ada seorang pria yang menatapku penuh nafsu." ucap Bulan. Helaan nafas Bulan terdengar oleh Rey. Tapi Rey tidak merenspon apa pun.


"Aku bangun dan langsung menamparnya. Aku berusaha keluar tapi dia menarikku. Saat dia ingin mencium ku, ada seorang pria datang dan menyelamatkan aku. Aku berterima kasih padanya. Tetapi dia memukul ku dan aku tidak ingat lagi apa yang terjadi. Itu aja, aku gak bakalan selingkuh dari kakak. Kalau aku selingkuh dari kakak artinya aku istri durhaka!" jelas Bulan lagi. Rey pun tampak tidak perduli dan meninggalkan Bulan sendiri. Bulan pun terduduk di lantai itu dan menangis.


Bagaimana jika kak Rey tidak percaya dengan ku? Bagaimana kalau dia percaya dengan foto itu? Sepertinya aku harus menemui orang yang menyelamatkan ku. Kak Leon, aku harus kerumahnya. Dia harus membantu ku menjelaskan semua ini kepada kak Rey! batin Bulan. Bulan pun berdiri dan mengelap air matanya.


Aku akan kesana besok! batin Bulan. Bulan pun pergi ke kamar Rey. Ia masuk dengan perlahan.

__ADS_1


"Kak, kamu percaya sama aku kan?" tanya Bulan kepada Rey yang saat ini tengah fokus dengan laptopnya.


"Kak Rey, aku jujur kepada kakak!" ucap Bulan sekali lagi.


"Keluar!" perkataan dingin itu lah yang keluar dari mulut Rey.


"Tapi kak.. "


"Keluar ku bilang!" ucap Rey sedikit menaikkan suaranya. Bulan pun terpaksa keluar dari kamar itu. Ia pun menutup pintu kamar Rey dan masuk ke kamar sebelahnya. Kebetulan kamar itu kosong.


Bulan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur itu. Ia langsung mengirimkan pesan pada Leon.


Kak Leon 📲


^^^You : Assalamualaikum kak Leon,^^^


^^^maaf Bulan ganggu malam-malam.^^^


^^^You : Bisa ketemuan besok^^^


^^^jam 10 pagi gak kak?^^^


Kak Leon : Bisa. Ketemuan di Cafe dekat kantor aku aja.


^^^You : Oke makasih kak Leon^^^


^^^maaf menganggu^^^


Oke besok aku akan selesaikan semua masalah ini. Semoga saja kak Leon mau aku ajak kerja sama. batin Bulan.


•••

__ADS_1


"Selidiki orang yang mengirim sms kepada ku dan jangan beri tau siapa-siapa bekerjalah secara provesional!" ucap Rey kepada seseorang yang ia telfon.


"Iya-Iya lagi gua lacak!" ucap orang itu yang ternyata adalah Elang.


"Nah dapat. Rey, itu nomor curian!" ucap Elang.


"Kalau begitu cari orang yang berada di foto dan vidio yang aku kirim!" ucap Rey.


"Ntar gua cari!" ucap Elang. Rey pun menunggunya.


"Kalau foto yang pertama itu senior Bulan namanya Stiven. Dia predator cewe, udah banyak korbannya. Kalau untuk foto kedua dan vidio itu sepertinya gua kenal orangnya!" ucap Elang.


"Siapa?" tanya Rey.


"Leon!" jawab Elang. Rey pun langsung mematikan panggilan itu sepihak dan melempar handponenya sampai layarnya retak.


Sialan Leon! batin Rey.


•••Bersambung...


Kira-Kira Leon mau gak ya diajak kerja sama?


Jangan lupa dukungan buat author ya. Author berterima kasih sama kalian semua. Karna kalian novel perdana author udah sampai 100 Episode. Makasih banyak buat kalian semua 😆


Thank you very much ❤


Te amo all 🙆♥


Love youu 😆


Maaf kalau ada typo 😅

__ADS_1


__ADS_2